Coretan Teknik

(Ulasan Film) “Christopher Robin” : Kisah Beruang Pandir dalam Balutan Live Action

(Ulasan Film) “Christopher Robin” : Kisah Beruang Pandir dalam Balutan Live Action

Sumber : www.Disney.id

Diangkat dari salah satu kisah terlaris milik Disney, Christopher Robin membawa kita kembali ke The Hundred Acre Woods pada petualangan baru yang menghangatkan dan tenang, dengan sentuhan melankolis di belakangnya. Ditemani oleh si beruang pandir Pooh dan kawan-kawannya, film ini siap mengajak orang dewasa membuka kembali sisi kekanak-
kanakannya dan melupakan sejenak kewajiban yang mengekang.

Film dibuka dengan nuansa nostalgia nan sendu ketika diadakan pesta perpisahan Christopher Robin (Ewan McGregor) dengan kawan-kawan boneka binatangnya dikarenakan dirinya akan melanjutkan pendidikan di sekolah asrama. Pesta berakhir ketika Eeyore (Brad Garrett), Owl (Toby Jones), Rabbit (Peter Capaldi), Kanga (Sophie Okonedo), Roo ( Sara Sheen), dan Tigger (Jim Cummings) tertidur pulas setelah kenyang menyantap kue. Pooh (juga diperankan oleh Jim Cummings) dan Christopher yang masih terjaga kemudian berjalan bersama menyusuri hutan. Adegan ditutup dengan Christopher yang mengucapkan perpisahan pada Pooh, lalu pergi melalui pintu yang sama seperti biasanya dia gunakan untuk bertemu dengan Pooh dkk.

Lewati beberapa momen dalam film, Christopher Robin dewasa yang kini telah menikah dengan Evelyn (Hayley Atwell), terpaksa meninggalkan istrinya yang sedang mengandung untuk pergi membela negaranya yang sedang berperang. Kembalinya dari medan perang, Christopher bekerja untuk perusahaan koper milik Giles Winslow (Mark Gatiss). Sebuah
pekerjaan yang semakin menjauhkannya dari keluarga, terutama dari Madeline (Bronte Carmichael), anaknya. Sampai suatu hari hal tak terduga mempertemukannya dengan kawan- kawan masa kecilnya kembali.

Dibalut dengan premis “pribadi dewasa yang bertemu dengan dunia kanak-kanak”, Christopher Robin berhasil menyuguhkan tontonan yang tak hanya menghibur, namun samar-samar terasa getir. Melalui berbagai ucapannya yang terasa jenaka, simpel, dan polos, Pooh dkk. membuat saya menikmati film dari awal sampai akhir. Siapa yang tidak merasa tergelitik mendengar komentar-komentar sedih dan putus asa ala Eeyore? Atau betapa semangatnya Tigger mengajak kita untuk melompat kesana kemari.

Namun, kehadiran Christopher Robin dewasa yang digambarkan secara manusiawi dengan segala tekanan hidup dan tanggung jawabnya lah yang menggugah nurani kita untuk bersimpati. Tentu kita bisa mengerti pilihan Christopher Robin untuk menghadiri meeting di akhir pekan dan terpaksa melewatkan rencana liburan keluarga, yang mana meeting tersebut menentukan nasib banyak karyawan di perusahaan termasuk nasibnya sendiri. Namun, tembok keseriusan dan sikap ‘tiada waktu untuk bersantai’ Christopher perlahan meluruh seiring dengan reuninya bersama penghuni The Hundred Acre Woods. Melalui perjumpaan inilah Christopher belajar untuk bercengkrama kembali dengan sisi kanak-
kanaknya dan bersantai. Inilah pesan yang ingin disampaikan oleh film. Alih-alih meninggalkan tanggung jawab sepenuhnya, kita diajak untuk rehat sejenak dan bersenang senang. Melalui karakter-karakternya, pesan tersebut tersampaikan dengan manis.

Akting Ewan McGregor cukup mengesankan sebagai Christopher Robin yang dipenuhi tekanan pekerjaan, kemudian berubah hangat dan hampir terasa heroik di akhir. Diadu dengan sifat Pooh yang sederhana dan pandir namun manis, membuat duet mereka berdua terasa hangat dan selalu ditunggu-tunggu kemunculannya di layar. (Aldo Pradana)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Menikmati Horor di Siang Bolong dalam Midsommar

adminSeptember 26, 2019

PRIA: “Apakah Tuhan Telah Salah Memberikan Rasa Cinta?”

adminSeptember 26, 2019

Melodi Rindu

adminSeptember 20, 2019

Mau Menambah Ilmu di Luar Negeri? Yuk, Ikut PELTAC!

adminAugust 3, 2019

Mahasiswa Undip Ubah Minyak Jelantah dan Batuan Fosfat jadi Biodiesel

adminJuly 16, 2019

Mahasiswa Undip Ciptakan Kursi Roda Elektrik Menggunakan Gelombang Otak Yang Dilengkapi Sensor Medis Dan Berbasis IoT

adminJuly 16, 2019