pemiraft

Technical Meeting Kampanye PEMIRA FT Undip 2018

Technical Meeting Kampanye PEMIRA FT Undip 2018

Semarang, Momentum – Jumat (12/10/2018), telah dilaksanakan technical meeting kampanye pemira FT Undip 2018 pada pukul 19.50 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh panitia KPR, BANWAS FT, dan dua pasangan calon ketua BEM FT yaitu Zinedin Abdi Zidan (T. Kimia angkatan 2016) beserta dan Naufal Muhammad Irfan (T. Sipil angkatan 2016), masing-masing didampingi oleh calon wakil dan tim suksesnya. Acara diawali dengan sambutan dari ketua KPR dan ketua BANWAS FT 2018, dilanjutkan pemaparan juknis kampanye oleh koordinator kampanye dari KPR.
Dalam kampanye nanti ada beberapa hal penting untuk diperhatikan diantaranya jadwal dimulainya kampanye hingga pelanggaran-pelanggaran yang tidak boleh dilakukan kontestan. Panitia pemira menyebutkan bahwa yang menjadi kontestan selama berlangsungnya pemira FT ini adalah pasangan calon beserta tim suksesnya masing-masing. Kampanye yang akan dilaksanakan yaitu kampanye tertulis, kampanye lisan, dan debat terbuka. Kampanye tulisan dan kampanye lisan dijadwalkan mulai hari Senin, 15 Oktober pukul 00.01 WIB hingga 5 di fakultas teknik. Sedangkan untuk debat terbuka akan dilaksanakan pada 6 November yang mana akan ada tanya jawab oleh pasangan calon nantinya.
Para kontestan pemira diperbolehkan membuat pamflet atau poster untuk mendukung pasangan calon. Akan tetapi dengan syarat harus seizin panitia KPR selambat-lambatnya H-2 untuk dapat diproses terlebih dahulu ke tiap himpunan di departemen masing-masing. Pamflet dan poster tidak diperizinkan untuk menghina atau menjatuhkan lawan. Bila pamflet atau poster dipasang sebelum waktu yang ditentukan akan ada sanksi yang diberikan oleh pihak KPR kepada kontestan yang bersangkutan.
Sedangkan untuk kampanye lisan dapat berupa pemaparan visi, misi, dan program kerja calon ketua-wakil ketua BEM FT di fakultas/departemen dan himpunan dengan seizin dari pihak yang bersangkutan. Kampanye lisan ini dapat pula dilakukan melalui akun resmi calon ketua-wakil ketua BEM FT dan Tim Sukses pada media social. Sama halnya dengan kampanye tertulis, para kontestan harus memperhatikan etika dan tata cara yang baik agar tidak terjebak dalam pelanggaran dan sanksi yang telah ditetapkan.
Jenis kampanye terakhir adalah debat terbuka dengan penyampaian argument pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM FT. Debat ini akan dipandu oleh moderator sesuai dengan tema yang telah diberitahukan oleh KPR PEMIRA FT 2018 dan panitia. Selanjutnya adalah tanya jawab antar pasangan calon keuta-wakil ketua BEM FT yang juga tetap dipandu oleh moderator. Dilanjutkan pertanyaan-pertanyaan kepada calon ketua dan wakil ketua BEM FT yang diberikan oleh panitia dan dijawab oleh calon ketua dan wakil ketua BEM FT yang dituju.
Para kontestan juga memiliki hak selama masa pemira ini. Adapun hak-hak yang dapat diterima oleh para kontestan pemira diantaranya, kontestan berhak mendapatkan perlindungan berdasarkan persetujuan dari KPR dengan ketua himpunan yang bersangkutan pada saat kampanye di departemen berlangsung. Selain itu pada saat kampanye lisan di fakultas dan departemen sesuai dengan jadwal yang ditetapkan perlengkapan dan peralatan disediakan oleh pihak PEMIRA FT.
Dalam menjalanakan haknya, para kontestan dilarang untuk melakukan kampaye negative. Misalnya menghina seseorang dengan SARA, ideology dan golongan, melakukan kampanye hitam berupa tuduhan yang tidak memiliki dasar fakta, memfitnah, dan tidak relevan terhadap kontestan PEMIRA FT 2018, menghasut atau mengadu domba kelompok mahasiswa, mengganggu ketertiban umum dan merugikan kelompok-kelompok mahasiswa. Larangan-larangan ini diklasfikikasi dengan pelanggaran ringan, sedang, dan berat. Adapun terjadi pelanggaran ringan berupa kampanye menghina pihak lain, menempel pamflet tanpa izin atau cap dari KPR akan ada pemotongan 10% dengan peringatan satu kali. Kemudian jika sudah melakukan pemaksaan terhadap pemilih, melakukan sabotase atau intimidasi, tidak mengikuti kampanye sesuai dengan keterangan yang sudah dtetapkan, dan melakukan kontrak politik secara tertulis akan ada potongan 50%. Sedangkan pelanggaran berat sendiri memiliki kriteria bila terdapat kontestan melakukan money politic, melakukan tindak kekerasan, melakukan kecurangan-kecurangan berupa manipulasi suara maka akan ada pemotongan atau penghapusan total.
Bila terdapat ada satu pelanggaran yang diketahui oleh panitia KPR dan BANWAS FT yang berasal dari oknum maka tidak dihitung sebagai pelanggaran yang dikenakan sanksi. “Bila dari oknum maka akan ada peninjuan lebih lanjut dari pihak BANWAS, ketika terbukti bahwa di sana ada perbuatan oknum tanpa diikuti timses dan paslon maka tidak ada pelanggaran dari salah satu pihak kontestan, namun beda ceritanya dengan ada campur kontestan PEMIRA FT 2018”, ujar wakil ketua KPR 2018 Dafa Ichlasul.
Setelah penyampaian juknis yang dipaparkan oleh koordinator kampanye dari pihak KPR FT 2018, dilanjut dengan pengambilan nomor urut oleh kedua calon ketua. Didapatkan hasil dengan nomor urut 1 dipegang oleh Naufal Muhammad Irfan dan nomor urut 2 dipegang oleh Zinedin Abdi Zidan. Beberapa dari tim sukses pasangan calon ketua-wakil ketua BEM FT ini berharap kepada panitia PEMIRA FT 2018 terutama BANWAS FT 2018 agar tetap mengawal berjalannya PEMIRA FT tahun ini dengan seksama. Bila terjadi pelanggaran agar dapat ditindaklanjuti dengan sebenar-benarnya. (Febriani)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT: Kedua Paslon Saling Adu “Greget”

adminNovember 8, 2018

Kampanye di Teknik Sipil: Kedua Paslon Mengaku Bukan Kader Organisasi Ekstra

adminNovember 6, 2018

Kampanye di Teknik Geodesi – Kampanye Berjalan Tidak Efektif

adminNovember 3, 2018

Kampanye Pemira FT di Teknik Geologi: Tingkatkan Iklim Diskusi dengan “Menjemput Bola”

adminNovember 3, 2018

Kampanye di Mesin: Kedua Paslon Kenakan Wearpack dan Helm Keselamataan Kerja

adminNovember 1, 2018

Kampanye Pemira FT di Teknik Industri Undip

adminOctober 30, 2018