pemiraft

Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT: Kedua Paslon Saling Adu “Greget”

Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT: Kedua Paslon Saling Adu “Greget”

Semarang, Momentum – Menindaklanjuti kampanye kedua Calon Ketua dan Calon Wakil Ketua BEM FT 2019, telah dilaksanakan debat terbuka pada Selasa (6/11/2016) di teras Masjid Baitul Ilmi, atau lebih dikenal dengan Masjid Teknik. Kedua pasang calon melakukan aksi adu “greget” pada kesempatan ini. Acara tertunda sekitar satu jam dari seharusnya karena terhambat oleh hujan. Acara awalnya dijadwalkan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Hujan yang terjadi juga mengakibatkan sedikitnya peserta yang ikut dalam acara debat terbuka tersebut.

Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan moderator. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi dari masing-masing pasangan calon. Masing-masing calon mendapatkan waktu sepuluh menit untuk menyampaikan visi dan misi. Pada sesi tanya jawab, tanya jawab dilakukan antara pasangan calon dengan panelis. Panelis yang hadir dalam acara debat terbuka ini yaitu Daffa Alyaa Musyafaa selaku Ketua Senat Fakultas Teknik dan Karim Abdullah selaku Ketua Forum Studi Teknik (FST).

Daffa menanyakan kepada kedua pasangan calon tentang apakah teknik melek isu. Menjawab pertanyaan tersebut, pasangan nomor satu, Naufal dan Fega menjelaskan bahwa isu yang dibawa di Undip ada dua, yaitu kaderisasi dan pendidikan. Dalam hal kaderisasi, paslon nomor urut satu mencanangkan kaderisasi di semester awal dan di akhir. Dan dalam bidang pendidikan, di Undip selalu mengangkat masalah UKT dan transparansi. Paslon momor urut dua mengajak agar para mahasiswa untuk mengikuti diskusi-diskusi dalam bidang pendidikan.

Setelah berakhir sesi tanya jawab pertama, acara diberhentikan sementara untuk para peserta melaksanakan Salat Isya. Acara kembali dimulai sekitar pukul 18.50 WIB. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pasangan calon dengan hadirin.

Pada sesi ini, salah satu penanya bernama Indra menanyakan perihal aspirasi mahasiswa serta timeline dari masing-masing calon. Calon nomor urut satu merancang dari tanggal 25 Desember 2018 hingga 30 Maret 2019 untuk membawa dan menghimpun aspirasi dari mahasiswa, lalu dilanjutkan dengan arah gerak serta sinkronisasi. Sedangkan paslon nomor urut dua merencanakan untuk melaksanakan survei kebutuhan, lalu dilanjutkan dengan mengolah data dan diadakannya program unggulan yaitu hiring terbuka. Hiring terbuka direncanakan untuk diadakan pada awal Maret. Mereka juga akan memaparkan analisis kebutuhan yang akan dibawa BEM FT sesuai keinginan mahasiswa sebelum rapat kerja.

Sesi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab atau debat antara pasangan calon. Usai sesi tanya jawab ketiga, acara ditutup dengan dengan closing statement kedua pasangan calon. Uniknya dalam closing statement ini kedua pasangan calon saling balas aksi “seberapa greget lo” sehingga mengundang tawa peserta yang hadir. Acara ditutup oleh MC dan moderator pada pukul 21.15 WIB. (Momentum/ Al Hafidh)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in pemiraft

Kampanye di Teknik Sipil: Kedua Paslon Mengaku Bukan Kader Organisasi Ekstra

adminNovember 6, 2018

Kampanye di Teknik Geodesi – Kampanye Berjalan Tidak Efektif

adminNovember 3, 2018

Kampanye Pemira FT di Teknik Geologi: Tingkatkan Iklim Diskusi dengan “Menjemput Bola”

adminNovember 3, 2018

Kampanye di Mesin: Kedua Paslon Kenakan Wearpack dan Helm Keselamataan Kerja

adminNovember 1, 2018

Kampanye Pemira FT di Teknik Industri Undip

adminOctober 30, 2018

Kampanye Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT Undip 2019 di Teknik Elektro

adminOctober 30, 2018