Prestasi

Mahasiswa FT Undip Ciptakan Pengganti Solar dari Minyak Jelantah

Mahasiswa FT Undip Ciptakan Pengganti Solar dari Minyak Jelantah

Semarang, Momentum – Meski telah berakhir September lalu, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 masih kerap dibicarakan oleh masyarakat, khususnya di kalangan sivitas akademika terutama mahasiswa. Sebagai peraih peringkat ketiga, Undip turut serta meramaikan acara yang digelar pada tanggal 28 Agustus hingga 2 September 2018 ini dengan sejumlah inovasi yang tertuang dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Salah satu tim yang ikut menyumbangkan inovasinya adalah tim MER-C (Membrane Separation and Catalyst).
Tim PKM-Penelitian (PKM-PE) ini beranggotakan tiga mahasiswa Teknik Kimia Undip angkatan 2015, yakni Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo, dan Ummi Az Zuhra. Tim yang mendapat dua medali emas dari hasil presentasi serta poster mereka ini pada awalnya terdiri dari lima anggota, namun dua anggota lainnya memutuskan untuk berpisah dan membuat tim sendiri. Tahun sebelumnya, mereka menciptakan bioetanol sebagai pengganti premium, namun untuk tahun ini, mereka menciptakan biodiesel, yakni pengganti solar.
“(Ide ini muncul karena) kalau kalian pergi ke SPBU, kalian tidak akan menemukan solar murni, adanya biosolar, yang merupakan campuran B10, yaitu sepuluh persen biodiesel dan sembilan puluh persen solar. Tahun ini, pemerintah ingin kita menggunakan B15, tetapi karena ketersediaan bahan baku dan prosesnya masih belum efisien, makanya belum bisa diterapkan,” terang Misbahudin Alhanif yang akrab disapa Hanif. “Kalau di luar negeri itu sudah menggunakan B15, bahkan B20.” Hanif menjelaskan bahwa belum digunakannya B15 dan B20 di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain bahan baku yang cenderung mahal dan sulit didapatkan, contohnya jagung, sehingga tim MER-C mendapat ide untuk menggunakan minyak jelantah, yakni minyak hasil penggorengan.
Dalam menyusun biodiesel ini, tim MER-C harus melakukan penelitian yang cukup intensif mengenai biodiesel, terutama mengenai kendalanya dan kecocokannya dengan berbagai jenis katalis. Tim MER-C mendapat banyak bantuan, khususnya dari dosen di departemen mereka yang tidak pernah absen membimbing mereka hingga tercipta biodiesel dari minyak jelantah tersebut.
Tim MER-C juga menjelaskan bahwa menurut mereka, hal terbesar yang membuat mereka dapat meraih dua emas adalah kemampuan presentasi mereka yang sudah cukup baik. Ari Purnomo yang akrab disapa Ari menerangkan bahwa biasanya mereka dapat menerka pertanyaan yang akan dilontarkan juri berdasarkan latar belakang juri tersebut. “Apabila juri menggeluti bidang yang sama dengan PKM kita, maka ia akan menanyakan hal-hal yang bersifat teknis, sedangkan apabila background juri tidak berhubungan dengan penelitian kita, maka pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada kita adalah pertanyaan seperti bahan baku dan dampak penelitian kita bagi masyarakat luas,” tutur Ari. Menurut Hanif dan Ari, sangat penting bagi peserta PIMNAS untuk mempersiapkan presentasi mereka secara maksimal karena hasil penelitian yang baik tidak akan dinilai terlalu baik bila presentasi dari timnya kurang baik, dan akan lebih baik bila dalam tim peserta terdapat anggota yang telah ahli dalam membuat poster, seperti tim MER-C yang memiliki Ummi Az Zuhra yang kerap disapa Zuhra sebagai penyusun poster untuk PIMNAS.
Sebagai penutup, Hanif memberi saran kepada sesama mahasiswa yang ingin berprestasi, khususnya di bidang PKM dan ingin menembus bahkan menjuarai PIMNAS. “Maju saja terus, teman-teman, karena apabila kita merasa gagal di satu titik, sebenarnya kita bukan gagal, melainkan kita menyadari bahwa cara kita masih kurang tepat, sehingga kita dapat memperbaiki kesalahan kita.” Sebagai contoh, tim MER-C awalnya hendak menggunakan saringan air sebagai alat membran, namun gagal karena ternyata tekanan dari saringan air masih kurang tinggi. Lalu, mereka juga sempat menggunakan selang dan pompa akuarium, namun tetap saja gagal. Hanya saja, akhirrnya mereka tetap berhasil berkat ketekunan mereka. “Saat kita gagal, sebenarnya kita belajar hal baru,” tutur Hanif. (Momentum/Natasha)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Mahasiswa Undip Lakukan Diagnosis Performa Hitung melalui Test of Second Mathematic (ToSM)

adminJune 5, 2018

Kesibukan Bukan Penghalang Untuk Berprestasi

adminMarch 26, 2018

Mahasiswa FT Undip peraih 1st Runner Up Debate Competition dalam ajang PELTAC: Membuka Relasi, Mengukir Prestasi

adminFebruary 3, 2018

Delegasi Undip Raih Juara III Dalam Call For Paper Week of Writing 2017

adminDecember 4, 2017

Keren: Peneliti Undip Berhasil Membuat Robot Lengan Seperti Dr.Octopus dalam Film Spiderman

adminSeptember 18, 2017

TESTIMONI PIMNAS 2017 ALA TEKNIK

adminSeptember 17, 2017