Prestasi

MAWAPRES BUKAN STANDAR TERTINGGI MELAINKAN HADIAH KERJA KERAS

MAWAPRES BUKAN STANDAR TERTINGGI MELAINKAN HADIAH KERJA KERAS

Semarang, Momentum – Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) merupakan ajang pemilihan mahasiswa yang berhasil menca­pai prestasi tinggi, baik kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sesuai dengan kriteria yang ditentukan untuk menjadi panutan bagi mahasiswa dan mahasiswi lainnya dan tentunya menjadi ikon suatu universitas. Pilmapres ini terdapat dua kategori yakni mahasiswa berprestasi ( Mawapres ) dan Mawapres pemetaan. Mawapres pemetaan bertujuan  menyiapkan mahasiswa  untuk dipetakan kembali menuju nasional.

Pada pemilihan Mawapres pemetaan 2018 kemaren yang diadakan di Grand Hotel Wahid Salatiga, terpilihlah Amanda Margaretha sebagai pemenang Mawapres pemetaan 1 Undip 2020 dari Fakultas Teknik yang didelegasikan oleh Departemen Teknik Perkapalan. Sebelumnya, Amanda tidak berkeinginan untuk mengikuti ajang pemilihan ini. Menurutnya, gelar Mawapres merupakan standar yang diberikan oleh orang-orang agar menjadi mahasiswa yang baik dan Amanda tidak menyukai hal itu. Baginya setiap orang mempunyai prestasi yang berbeda sesuai dengan kemampuannya. “Setiap orang berprestasi sesuai dengan jalan mereka masing-masing,” tutur Amanda ketika di wawancarai.

Namun, di tahun 2018 mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan tidak ada yang mengajukan diri untuk mengikuti ajang ini. Setelah melalui observasi kasar maka terpilih lima mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan dimana Amanda adalah salah satunya. Saat proses seleksi berkas, Amanda tidak menemui kendala apapun. Namun, saat seleksi tingkat Undip, dia harus membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini dikarenakan proses seleksi fakultas yang dekat dengan proses seleksi Undip.

“Aku tidak yakin untuk maju ke Undip dan tidak menyiapkan KTI apapun. Namun, saat pengumuman aku dinyatakan ranking satu dan maju ke Undip serta harus menyiapkan KTI kurang dari 24 jam it was hectic but it was very beneficial experience karena ada orang yang bilang, jika kamu ingin menjadi seseorang yang hebat maka kelilingilah dirimu dengan yang seperti itu. Kemarin aku dikelilingi oleh orang-orang hebat se-Undip dan itu membuka mata aku banget,” tutur Amanda saat itu.

Mawapres memberikan banyak sekali manfaat dari mulai menambah relasi, mendapat pengalaman dan bertukar informasi dengan orang-orang hebat. Saat proses karantinapun kita dididik untuk menjadi pribadi yang lebih baik mulai dari makan, berpakaian, berbicara dan bersikap. Seorang Mawapres tidak hanya berprestasi dibidang akademik, dan non akademik tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.

“Namun jangan jadikan itu sebagai standar tertinggi  dirimu karena kamu akan stress sendiri untuk mencapai standar tersebut. Anggaplah Mawapres sebagai hadiah atas prestasi kamu yang diberikan oleh fakultas dan juga universitasmu,” pesan Amanda kepada mahasiswa Fakultas Teknik yang ingin mengikuti jejaknya dalam berprestasi. (Amelia)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Mahasiswi FT Undip Juarai Kompetisi Debat di Malaysia

adminFebruary 5, 2019

Mahasiswa FT Undip Ciptakan Pengganti Solar dari Minyak Jelantah

adminNovember 16, 2018

Mahasiswa Undip Lakukan Diagnosis Performa Hitung melalui Test of Second Mathematic (ToSM)

adminJune 5, 2018

Kesibukan Bukan Penghalang Untuk Berprestasi

adminMarch 26, 2018

Mahasiswa FT Undip peraih 1st Runner Up Debate Competition dalam ajang PELTAC: Membuka Relasi, Mengukir Prestasi

adminFebruary 3, 2018

Delegasi Undip Raih Juara III Dalam Call For Paper Week of Writing 2017

adminDecember 4, 2017