Coretan Teknik

RESENSI NOVEL “KERUDUNG DI TITIK API”

RESENSI NOVEL “KERUDUNG DI TITIK API”

 

Sumber :  bukalapak.com

 

  1. Identitas Buku

 

Judul buku : Kerudung Di Titik Api

Penerbit : Pustaka Pelajar

Penulis : Moch. Taufik Hidayatullah

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman : 509 hlm

Nomor Edisi : ISBN 978-602-229-874-8

 

  1. Sinopsis

 

Resensi Novel Kerudung Di Titik Api – Novel Kerudung Di Titik Api ini mengisahkan tentang perjalanan 8 karakter yang memiliki pandangan berbeda tentang hijab.

 

Diawali dengan kisah Cassandra Cassanova, gadis terpelajar lulusan pemuncak dari Universitas kenamaan negeri. Hadir dari latar belakang yang menganggap Tuhan tidak bisa diukur oleh agama manapun. Berawal dari bahan skripsi, hijab mampu menggerakkan hatinya. Namun, hal ini membuatnya harus tinggal luntang-lantung di jalanan.

 

Takdir Cassandra dihadapkan pada sekelompok sahabat yang hadir dari berbagai latar belakang keluarga. Mayang Sahura, gadis jelita berwajah kearaban yang selalu saja berkelit dengan masalah perbandingan. Masih mencari makna hijab sesungguhnya melalui sejarah dan buku-buku tentang hijab.

 

Kemudian, Retno Jamilah yang tengah menyelami dunia Youtube, seseorang yang berprinsip dan mendiskreditkan hal-hal yang menurutnya tak selaras dengan jalan pikirannya termasuk mengagungkan prinsipil diri dengan label anti hijab dan merasa tak memiliki kecocokan pada hijab.

 

Hampir mirip dengan Zulaikha Kumara, putri dari almarhum seorang Ustadz sekaligus guru agama, lama mengabdi di badan pusat MUI kini menjadi penyanyi rock terkenal. Menurutnya musik rock dan hijab bukanlah pasangan yang baik. Namun, mengingat amanah dari sang ayah dan nasihat dari ibunda, Zulaikha sudah camkan di hatinya untuk berhijab suatu hari nanti.

 

Lain lagi dengan Nur Bahar. Si kutu buku ini betah membaca belasan buku dari pagi hingga malam. Meskipun bacaan Nur dan Mayang berbeda, Nur tetap kecipratan paradigma Mayang yang merupakan penggila kajian tentang kerudung dan fiqih nisa. Nur mungkin tak sefasih Mayang, namun ilmunya mampu menyetarakan kecakapan Mayang yang tak pernah redup spiritnya mengenyam imbauan-imbauan tentang hijab.

 

Kisah Arum Utami yang berawal dari desakan Ummi dan Abinya, semakin lama dakwah hijab yang ringan semakin memikat seorang Arum. Terlebih lagi ketika bergabung di dalam kerohanian yang mendukungnya dalam hal hidup berprinsip islami. Lalu, Arum memutuskan untuk mengenakan hijab secara permanen, bukan karena paksaan melainkan ia telah jatuh cinta.

 

Berbeda dengan Raenisa Siregar. Kerontokan rambut ekstrem yang diidap Raenisa dan membuat 70% rambutnya gugur disimpulkan akibat gangguan emosional yang berlebihan. Mayang yang memiliki pandangan yang berbeda mengatakan pada Reanisa bahwa penyakitnya ini harusnya mengingatkannya pada hijab. Sampai akhirnya, memang hijablah yang membawa kembali keyakinan dan kepercayaan diri Raenisa.

 

Terakhir adalah adik Mayang bernama Yosi Noviani yang merupakan desainer busana dengan setiap senti karyanya dijahit dengan penuh keikhlasan. Dengan hijab yang terus menemani setiap perjalanannya. Kisah merekalah yang akan menjawab tantangan peradaban mengenai hijab yang kini tidak hanya sebatas taat syari’at.

 

  1. Kelebihan Novel

 

  • Penulis sangat jelas memperkenalkan identitas karakter dengan sangat kompleks dengan latar dan pandangan yang berbeda-beda mengenai hijab.
  • Alur yang disajikan tidak terburu-buru.
  • Dialog dan juga penjelasan untuk adegan yang ada di dalam setiap kalimat tidak berlebihan. Sehingga pembaca pun tidak suntuk untuk mengikuti jalan ceritanya.

 

  1. Kekurangan Novel

 

  • Beberapa kata bahkan kalimat dinilai cukup sulit untuk dicerna sehingga mengharuskan pembaca untuk membaca berulang kali agar dapat mengerti maksud dari kalimat tersebut.
  • Sampul yang di gunakan kurang menarik jika target sasaran adalah remaja.

 

(Daffa Auriely Athaya)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Menikmati Horor di Siang Bolong dalam Midsommar

adminSeptember 26, 2019

PRIA: “Apakah Tuhan Telah Salah Memberikan Rasa Cinta?”

adminSeptember 26, 2019

Melodi Rindu

adminSeptember 20, 2019

Mau Menambah Ilmu di Luar Negeri? Yuk, Ikut PELTAC!

adminAugust 3, 2019

Mahasiswa Undip Ubah Minyak Jelantah dan Batuan Fosfat jadi Biodiesel

adminJuly 16, 2019

Mahasiswa Undip Ciptakan Kursi Roda Elektrik Menggunakan Gelombang Otak Yang Dilengkapi Sensor Medis Dan Berbasis IoT

adminJuly 16, 2019