Event

Buruh dan Tuntutan Rakyat

Buruh dan Tuntutan Rakyat

Sumber : Data Pribadi

Semarang, Momentum – Memperingati Hari Buruh Internasional pada Rabu (1/5/ 2019) masyarakat yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan aksi turun ke jalan.  Pukul 13.00 WIB rombongan telah sampai di kantor Gubernur Jawa Tengah dengan membawa spanduk, bendera untuk menyuarakan uneg-uneg mereka. “Bagaimana kita menyekolahkan anak-anak jika upah kita hanya sekedar untuk makan,” ujar orator di atas mobil pick up.

Dalam aksi turun jalan 1 Mei 2019 tersebut mereka mengutarakan 10 tuntutan rakyat (Sepultura) yaitu :

  1. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourching
  2. Tolak politik upah murah
  3. Tolak PHK, union busting dan kriminalisasi aktivis buruh
  4. Laksanakan hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia
  5. Tangkap, adili dan penjarakan pengusahan nakal
  6. Berlakukan jaminan sosial untuk buruh bukan asuransi
  7. Turunkan harga BBM dan harga kebutuhan pokok
  8. Kesehatan gratis
  9. Tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat
  10. Tolak privatisasi

Pak Mulyono  salah satu dari Kongres Aliansi Serikat Buruh berkata, “Tahun ini lebih mengedepankan kekuatan rakyat. Kita harus menyatukan kekuatan bersama dari semua elemen masyrakat. Harapannya akan lebih besar bisa melakukan revolusi dan perubahan peraturan pada rakyat miskin dan kurang mampu seperti buruh.”

Dalam aksi Hari Buruh 1 Mei 2019 tidak hanya masyarakat yang tergabung dalam KASBI tapi juga ada mahasiswa yang ikut memperjuangkan hak-hak para buruh. Mereka ikut serta dalam kegiatan teatrikal dalam rangkaian acara aksi Hari Buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sergio dari Pembebasan dan Perwakilan dari mahasiswa mengatakan, “Mahasiswa sekarang harus peduli terhadap persoalan buruh, peka terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat sekitar karena sekarang mahasiswa tidak seharusnya menutup diri sebatas lingkungan kampus saja. Masih terlalu banyak persoalan yang menimpa masyarakat dan persoalan yang menimpa orang tua mahasiswa. Jangan terlalu tenggelam dalam sistem. Mahasiswa harus melawan. Jangan hanya nurut saja.” (Lia)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019

Dari Puan Hingga Vidi, Penutupan ODM Undip Hadirkan Nuansa Toleransi dan Persatuan

adminAugust 19, 2019