Opini

MAHASISWA PEKA AKAN HOAX

MAHASISWA PEKA AKAN HOAX

Semarang, Momentum – Tidak dipungkiri kemajuan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif bagi para  penggunanya tetapi juga memberikan dampak negatif. Akses internet yang mudah dan maraknya penggunaan smartphone mempermudah siapapun mendapatkan berita dengan cepat.  Sehingga menyebabkan merebaknya berita bohong atau hoax di media sosial yang meresahkan.

Berita bohong atau hoax merupakan sebuah berita yang tidak benar namun dibuat seakan – akan benar yang  bertujuan untuk menggiring opini dan membentuk persepsi masyarakat bahwa berita tersebut benar adanya. Dari waktu ke waktu, jumlah penyebaran hoax di media social semakin banyak.

Berdasarkan dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) selama bulan Januari 2019 sudah terdeteksi lebih dari 70 hoax. Data tersebut menunjukan adanya peningkatan penyebaran berita hoax yang terjadi di tahun 2018 dengan jumlah total berkisar 60. Dikutip dari data riset yang dilakukan oleh DailySocial.id yang merupakan blog teknologi asal Jakarta mengungkapkan setidaknya ada tiga aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan hoax, yaitu Facebook sebesar 82,25 persen, WhatsApp 56,55 persen, dan Instagram sebesar 29,48 persen.

Sebagai seorang mahasiswa, kita sepatutnya berhati-hati dalam memperoleh sebuah informasi karena mahasiswa merupakan kaum intelektual yang berpendidikan. Namun, sejauh ini mahasiswa dirasa kurang kritis dalam mencerna informasi yang beredar.Berdasarkan riset yang dilakukan DailySocial.id sebanyak 73 persen responden membaca seluruh informasi secara utuh. Tetapi, hanya 55 persen yang juga melakukan verifikasi kebenaran informasi yang dibacanya.

“Terkadang aku masih bingung membedakan mana berita hoax dan mana yang bukan. Biasanya setelah aku membaca sebuah berita di Facebook, aku akan melihat kolom komentar karena terkadang ada beberapa netizen yang mencantumkan bukti – bukti dari sumber yang lebih terpercaya,” ujar Fajar, salah satu mahasiswa Undip saat ditanyakan tanggapannya mengenai berita hoax.

Kondisi seperti ini menuntut mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengatasi berita hoax. Oleh kerena itu sudah sepantasnya kita menempatkan diri sebagai filterisasi utama untuk mengatasi berita hoax. Bukan malah terjerumus dalam berita hoax itu sendiri.

“ Aku rasa materi berfikir kritis yang kita dapatkan saat pelatihan harus diterapkan juga untuk mengatasi berita hoax ini. Selain itu, kita juga harus bijak sih saat mendapatkan informasi jangan ditelan mentah-mentah aja informasi yang beredar.” Ujar Nia saat ditanya mengenai solusi mengatasi berita hoax.

Lalu langkah apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi berita hoax ini ? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar peka akan berita hoax yaitu :

  1. Hati-hati dengan judul sensasional yang provokatif
  2. Mencermati alamat situs yang memberikan informasi
  3. Mengecek dan meneliti kredibilitas dari sumber tersebut seperti dokumen, foto, sudut pandang agar tidak terprovokasi oleh informasi secara mentah
  4. Menanggapi isi berita dengan bijak
  5. Dan jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook, Line dan sebagainya.

Mahasiswa harus menjadi Agen of Change dan Sosial Control yang baik dan berkualitas karena suara mahasiswa kerap kali menggambarkan dan mengangkat realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Jangan sampai kita menyesatkan masyarakat dengan berita-berita bohong. Kita harus lebih peka lagi dengan berita hoax dan dapat menimalisir penyebaran berita hoax. ( Muttia dan Amelia )

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres 2019

adminSeptember 26, 2019

Hikmah Pro Kontra RUU KPK

adminSeptember 19, 2019

SERI 1 MENYELAMI UNDIP : BENARKAH UNDIP TIDAK PUNYA AMDAL?

adminSeptember 9, 2019

BAGAIMANA KABAR AMDAL?

adminJune 24, 2019

Pelaksanaan UTBK, Berbeda dengan SBMPTN Tahun Sebelumnya?

adminMay 5, 2019

Kebebasan yang Dikekang

adminApril 21, 2019