Opini

Pelaksanaan UTBK, Berbeda dengan SBMPTN Tahun Sebelumnya?

Pelaksanaan UTBK, Berbeda dengan SBMPTN Tahun Sebelumnya?

Sumber: https://ltmpt.ac.id/

 

Semarang, Momentum – Seleksi Bersama Masuk Pergutuan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi negeri dengan pola ujian tertulis secara nasional. Pelaksanaan SBMPTN 2019 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, SBMPTN 2019 diselenggarakan oleh Kemeristekdikti dan Kementrian Agama secara bersama di bawah koordinasi LTMPT dengan berdasarkan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN.

Pelaksanaan tes UTBK tahun ini terdiri atas 2 bagian, yaitu:

  1. TPS, tes ini mengukur kemampuan berpikir yang diperlukan untuk keberhasilan proses pendidikan di sekolah formal, khususnya di perguruan tinggi. Materi TPS adalah kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.
  2. TKA, tes ini mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan untuk berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi. Materi tes ini tergantung pada jurusan yang dipilih, yaitu Sains dan Teknologi (Saintek) atau Sosial dan Humaniora (Soshum). Tes ini ditekankan pada pengukuran penalaran tingkat tinggi/HOTS (High Order Thinking Skills).

Berdasarkan data yang diperoleh dari beberapa calon mahasiswa yang mengikuti rangkaian UTBK tahun ini, sebagian besar calon mahasiswa menilai sistem penerimaan mahasiswa baru tahun ini cukup baik, walaupun ada beberapa kendala pada saat pendaftaran, sedangkan sebagian kecil menilai bahwa sistem ini tidak efisien karena akan kurang maksimal dalam menjawab soal. Calon mahasiswa juga lebih memilih sistem Item Response Theory (IRT) dalam pembobotan soal karena dalam sistem ini tidak berlaku sistem minus. Pada sistem IRT, pembobotan soal didasarkan pada tingkat kesulitan soal yang ditentukan oleh kemampuan menjawab seluruh peserta tes.

Pada tahun ini, soal yang diujikan dalam UTBK bertipe Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang bertipe sama dengan soal UNBK tahun ini dan sebelumnya. Sebagian calon mahasiswa menganggap tipe soal ini tidak terlalu sulit dan sama seperti tahun sebelumnya, namun sebagian lainnya menganggap soal tipe ini jauh lebih sulit dibandingkan soal SBMPTN tahun-tahun sebelumnya. Soal UTBK tahun ini juga memiliki perbedaan materi yang diujikan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada bagian TPS yang memiliki kemiripan dengan soal Tes Kemampuan Dasar dan Potensi Akademik (TKPA) di tahun-tahun sebelumnya, cenderung menyajikan soal-soal tipe penalaran dan pengetahuan umum yang baru dijumpai di tahun ini. Terdapat beberapa tipe soal pada tahun sebelumnya yang tidak muncul pada soal UTBK tahun ini, contohnya adalah soal pola gambar.

Dengan dilakukannya tes sebelum memilih jurusan yang diinginkan, calon mahasiswa merasa lebih diuntungkan dengan sistem tahun ini. Mereka dapat mengukur kemampuan mereka melalui hasil tes yang diberitahu, sehingga mempengaruhi pengambilan keputusan dalam memilih jurusan serta universitas. Kemudian, terdapat beberapa pendapat dari siswa mengenai sistem tes yang berbasis komputer tahun ini. Dengan menggunakan komputer, waktu yang diberikan untuk menjawab soal lebih efisien dan teknis pengisian soal menjadi lebih cepat, namun dengan menggunakan komputer, siswa lebih mudah mengalami kelelahan mata. Apabila dibandingkan dengan sistem tes berbasis cetak, akan lebih menguntungkan di bagian pengerjaan soal hitungan yang membutuhkan kertas tambahan, namun dalam pelaksanannya akan menghabiskan biaya cukup besar untuk pengadaan kertas soal dan lembar jawab yang ada.

Dalam pelaksanaannya, beberapa masalah teknis juga dirasakan oleh calon mahasiswa yang mengikuti UTBK tahun ini. Contohnya, terdapat siswa yang mengalami kendala saat mendaftar UTBK dengan sistem online. Kendala tersebut berupa akun pendaftaran yang sering log out dengan sendirinya dan tidak mendapatkan panitia lokasi (panlok) UTBK tertentu. Selain itu, ketika tes berlangsung, siswa tidak diperbolehkan pergi ke kamar mandi. Terdapat siswa yang merasa terganggu dengan aturan ini, namun sebagian merasa diuntungkan karena meminimalkan kecurangan, sedangkan masalah teknis pada saat pengerjaan tes, seperti listrik mati, koneksi internet yang terputus, dan keterlambatan pengerjaan ujian tidak dialami oleh calon mahasiswa (Momentum/Candra dan Mirna).

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

BAGAIMANA KABAR AMDAL?

adminJune 24, 2019

MAHASISWA PEKA AKAN HOAX

adminMay 9, 2019

Kebebasan yang Dikekang

adminApril 21, 2019

Batu bara Indonesia

adminApril 17, 2019

ADA APA DENGAN UU ITE?

adminMarch 23, 2019

Menindaklanjuti Masa Studi Perguruan Tinggi

adminNovember 10, 2018