pemiraft

Kebijakan KPR FT Tidak Tertulis di Juknis

Kebijakan KPR FT Tidak Tertulis di Juknis

Semarang, Momentum – BEM FT Undip 2019 telah berada di akhir perjalanannya. Estafet kepengurusan BEM FT Undip pun sedang dalam proses menuju pindah tangan. Sabtu, 26 Oktober 2019 telah dibuka pendaftaran kepada calon ketua dan wakil ketua BEM FT Undip masa bakti 2020. Tepat pada pukul 19.52 WIB terpantau, terdapat dua pasangan bakal calon ketua dan wakil ketua BEM FT Undip 2020 menyerahkan berkas pendaftaran. Mereka ialah Andika Irawan – Fernaldi Gradiyanto dan M. Haekal Mufian – Crismon Al Fajri, untuk bisa bersaing secara resmi dalam Pemira kali ini. Dari juknis yang sudah dirilis oleh Komisi Pemilihan Raya FT Undip 2019 dijelaskan bahwa penyerahan berkas pendaftaran dibuka pada Sabtu, 26 Oktober 2019 selambat – lambatnya pada pukul 20.00 WIB. Namun saat pengumpulan berkas pendaftaran ditutup terdapat kebijakan yang diberikan oleh ketua KPR 2019 Anwar Kudhaifi, yaitu perpanjangan pengumpulan berkas pendaftar, dikarenakan adanya ketidaklengkapan berkas dari salah satu pasangan bakal calon. Waktu perpanjangan akan dibuka hingga Minggu, 27 Oktober 2019 pada pukul 20.00 WIB.

Kebijakan Tidak Tertulis di Juknis

Gambar 1. Lembar Penetapan KPR dalam Pemira 2019
Gambar 2. Petunjuk Teknis Pendaftaran Calon Anggota Senat dan Calon Ketua-Wakil Ketua BEM FT Undip 2020

Setelah beberapa waktu lalu KPR telah mengesahkan petunjuk teknis untuk para bakal calon perihal syarat pengumpulan berkas, terlihat pada juknis poin 8 bahwa “pendaftar dinyatakan sah sebagai bakal calon Ketua-Wakil Ketua BEM Fakultas Teknik Undip periode 2020 jika berkas pendaftaran diserahkan kepada KPR pemira Fakultas Teknik sebelum masa pengajuan berkas pendaftaran berakhir dengan dibuktikan tanda terima dari KPR Pemira Fakultas Teknik ke pendaftar.”

Gambar 3. Poin 8 pada Juknis

Hal ini justru menimbulkan tanda tanya dan kerancuan, bagaimana kebijakan itu terbentuk jika tak tertera dalam juknis yang telah ditetapkan KPR pada 19 Oktober 2019 lalu. Ketua KPR, Anwar Kudhaifi menjelaskan bahwa beberapa berkas dasar pasangan bakal calon masih dapat diterima dan dianggap sah walau ada beberapa berkas yang kurang, kebijakan yang ia berikan sudah dirembukkan dengan 12 orang KPR lainnya yang diputuskan secara informal. Menelusuri kembali informasi yang didapat dari anggota KPR lainnya bahwa minimal berkas dapat dikatakan sah dan mendapatkan hak perpanjangan waktu adalah saat berkas data pribadi sudah diserahkan kepada KPR dan pada pukul 20.00 Sabtu malam tadi, berkas yang dapat menyusul diantaranya berkas pendukung seperti berkas timses.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Teknik Perkapalan Jadi Penutup Kampanye

adminNovember 16, 2019

Kampanye di Arsitektur: Terbatasnya Durasi Kampanye

adminNovember 16, 2019

Hasil Survei Popularitas dan Elektabilitas Calon “Pemimpin” Fakultas Teknik

adminNovember 16, 2019

Kampanye Teknik Geodesi Akhirnya Hanya Dihadiri Dua Angkatan

adminNovember 15, 2019

Kampanye di Elektro: Kolaborasi Masih Dipertanyakan

adminNovember 14, 2019

Kampanye di Teknik Geologi: HMTG Magmadipa sebagai Ancaman, Musuh, atau Partner

adminNovember 13, 2019