pemiraft

Kampanye di Teknik Mesin: Tidak Adanya Target yang Jelas

Kampanye di Teknik Mesin: Tidak Adanya Target yang Jelas

Semarang, Momentum – Kamis (07/11/2019) telah berlangsung kampanye calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT 2020 di Bangku Biru Teknik Mesin. Kampanye dibuka tepat pukul 16.00 WIB oleh Ketua KPR. Pembukaan berlangsung selama 45 menit dikarenakan sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa Teknik Mesin dengan KPR. 

Kampanye diawali dengan sambutan Ketua KPR. Kemudian, pasangan calon tunggal Andika Irawan dan Fernaldi Gradiyanto menyampaikan visi dan misi dengan mengenakan helm, wearpack, serta kacamata. Kampanye dilanjutkan dengan pembukaan sesi tanya jawab oleh KPR. Namun, pihak mahasiswa Teknik Mesin meminta penambahan sesi tanya jawab apabila masih ada pertanyaan yang ingin diajukan. 

Sesi tanya jawab dibuka dengan pertanyaan dari Ridho tentang bagaimana program kerja BEM FT 4.0 dapat berjalan dengan baik. Andika dan Fernaldi menawarkan kerja sama dengan CERC dari Teknik Komputer untuk mengelola website dikarenakan kurangnya SDM dari pihak BEM FT. Ketua Himpunan Teknik Mesin, Mohammad Syahreza A., juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait program kerja yang diusulkan oleh paslon tunggal ini. Mulai dari Katalog Sponsorship, Desa Binaan, Reward SKS, BEM FT 4.0, dan lain-lain. Paslon tunggal terlihat kurang memiliki kesiapan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Belum adanya target yang jelas di setiap program kerja menyebabkan mahasiswa Teknik Mesin menyayangkan beberapa program kerja yang diusung paslon ini. 

Sesi tanya jawab dilanjutkan pukul 18.30 WIB setelah break Sholat Maghrib. Dalam sesi ini, mahasiswa Teknik Mesin mengkritisi program kerja unggulan paslon tunggal. Calon Ketua BEM FT mengatakan bahwa salah satu tujuan dibentuknya BEM FT 4.0 adalah sebagai langkah mengurangi penggunaan kertas. Penerapannya dilakukan saat open recruitment BEM FT yang paperless kedepannya, yaitu menggunakan website. Oleh mahasiswa Teknik Mesin, hal ini terkesan hanya sebagai langkah go green saja. Program kerja ini dianggap kurang memberikan target dan tujuan konkret yang ingin dicapai. Reza, selaku Ketua Himpunan Teknik Mesin menyarankan, paslon seharusnya memberikan program kerja unggulan yang dapat meyakinkan mahasiswa teknik untuk memilih mereka daripada kotak kosong. 

Mahasiswa Teknik Mesin menyayangkan kurang matangnya konsep yang dibawakan oleh calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM FT 2020. Program kerja yang dibawakan kurang menjawab permasalahan yang ada. Hal ini juga didukung oleh data yang dikumpulkan masih minim dan analisis sosial yang dilakukan juga masih terlalu dangkal. Kampanye resmi berakhir pukul 19.36 WIB setelah mahasiswa Teknik Mesinmembubarkan diri. (Mirna)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Teknik Perkapalan Jadi Penutup Kampanye

adminNovember 16, 2019

Kampanye di Arsitektur: Terbatasnya Durasi Kampanye

adminNovember 16, 2019

Hasil Survei Popularitas dan Elektabilitas Calon “Pemimpin” Fakultas Teknik

adminNovember 16, 2019

Kampanye Teknik Geodesi Akhirnya Hanya Dihadiri Dua Angkatan

adminNovember 15, 2019

Kampanye di Elektro: Kolaborasi Masih Dipertanyakan

adminNovember 14, 2019

Kampanye di Teknik Geologi: HMTG Magmadipa sebagai Ancaman, Musuh, atau Partner

adminNovember 13, 2019