pemiraft

Kampanye Teknik Geodesi Akhirnya Hanya Dihadiri Dua Angkatan

Kampanye Teknik Geodesi Akhirnya Hanya Dihadiri Dua Angkatan

Semarang, Momentum — Pada Rabu (13/11/2019), telah dilaksanakan Kampanye Pemira FT oleh Pasangan Calon Andika dan Aldy di Teknik Geodesi. Kampanye dimulai pada pukul 16.30 WIB. Pembukaan terlambat karena kekurangan massa.

Kampanye dibuka oleh MC yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua Himpunan Teknik Geodesi, Yusfie Mahfudzy. Kampanye hanya boleh diikuti oleh mahasiswa Teknik Geodesi. Oleh karena itu, mahasiswa teknik lain di lingkup GKB (Gedung Kuliah Bersama) tidak diperkenankan mendengarkan di lapangan maupun melihat dari lantai atas.

Setelah sambutan Ketua KPR, Anwar Khudaefi, acara dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi oleh Paslon. Namun sebelum itu, Paslon Andika dan Aldy diminta untuk merangkak dibawah tripod lapangan milik Teknik Geodesi.

Pemaparan Visi Misi Paslon dilakukan secara lancar, meski menuai beberapa kritik untuk menyampaikan dengan pelan dan lebih jelas. Setelah pemaparan, dibuka sesi tanya jawab, yaitu 3 sesi, setiap sesinya terdapat 3 pertanyaan.

Awalnya, pertanyaan diajukan kepada KPR, mengapa yang datang kampanye hanya 3 angkatan termuda. Lalu, Ketua KPR menjelaskan bahwa telah mengatur jadwal dengan Kahim Teknik Geodesi dan tidak tahu mengapa yang datang hanya 3 angkatan termuda. Setelah itu, Paslon Andika dan Aldy mengaku hanya bisa mengenali angkatan 2018 dan 2017. Hal ini membuat geram mahasiswa Teknik Geodesi sehingga  angkatan 2017 dan 2018 meminta angkatan 2019 untuk pulang. Hal ini membuat Paslon dan KPR kewalahan untuk membuat mahasiswa angkatan 2019 tetap mengikuti kampanye. Akhirnya, kampanye dilanjutkan dengan hanya diikuti oleh mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2017 dan 2018. 

Pertanyaan yang diajukan Mahasiswa Teknik Geodesi adalah mengenai seberapa tahu Paslon Andika dan Aldy mengenai Teknik Geodesi. Secara umum, Andika dan Aldy mengetahui Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi meskipun masih belum terlalu paham dengan biro-biro yang ada. Andika dan Aldy pun belum mengetahui mengenai masalah-masalah yang ada di Teknik Geodesi.

Mahasiswa Teknik Geodesi juga menyoroti mengenai kaderisasi, yaitu langkah konkrit yang akan diambil untuk meningkatkan kualitas kaderisasi. Namun, Andika dan Aldy hanya menjawab untuk mengedarkan surat edaran kaderisasi selambat-lambatnya agustus dan akan melakukan pengawalan. Akan tetapi, belum memberikan solusi mengenai kurangnya partisipasi masyarakat FT.

Mahasiswa Teknik Geodesi menanyakan mengenai unit sekbend yang diusung oleh kanimet Rona Semakna. Paslon Andika Aldy menyampaikan bahwa penambahan unit sekbend adalah untuk meminimalisasi LPJ dan SPJ di BEM FT agar sesuai dengan timeline. Pertanyaan demi pertanyaan telah dilontarkan, akhirnya kampanye diakhiri dengan closing statement dari Paslon Andika dan Aldy. Kampanye diakhiri pada pukul 18.10 WIB.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in pemiraft

Teknik Perkapalan Jadi Penutup Kampanye

adminNovember 16, 2019

Kampanye di Arsitektur: Terbatasnya Durasi Kampanye

adminNovember 16, 2019

Hasil Survei Popularitas dan Elektabilitas Calon “Pemimpin” Fakultas Teknik

adminNovember 16, 2019

Kampanye di Elektro: Kolaborasi Masih Dipertanyakan

adminNovember 14, 2019

Kampanye di Teknik Geologi: HMTG Magmadipa sebagai Ancaman, Musuh, atau Partner

adminNovember 13, 2019

Kampanye di Planologi: Visi Misi Jatuh dari Langit

adminNovember 11, 2019