pemiraft

Seberapa Peduli Mahasiswa Sipil terhadap Pemira FT Undip?

Seberapa Peduli Mahasiswa Sipil terhadap Pemira FT Undip?

Semarang, Momentum – Telah dilaksanakan kampanye Pemira FT pada Senin (04/11/2019)  bertempat di Taman Teknik Sipil. Kampanye dimulai pukul 16.15 WIB. Kampanye dilakukan oleh calon tunggal Andika Irawan, mahasiswa Teknik Perkapalan angkatan 2017 dan Fernaldi Gradiyanto, mahasiswa Teknik Sipil Angkatan 2017. 

Kampanye diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Wakahim Teknik Sipil, Ridwan Abdul Wahid, serta sambutan dari Ketua KPR, Anwar Khudaefi. Setelah itu, dilakukan pembacaan Visi dan Misi oleh Pasangan Calon Tunggal. Awalnya, kampanye terlihat sepi dan kurang menarik. Akan tetapi, ketika tanya jawab dibuka oleh moderator, mahasiswa Teknik Sipil antusias untuk mengkritisi visi, misi dan program kerja yang akan dilaksanakan oleh Paslon Tunggal apabila terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM FT periode 2020.

Tanya jawab dibagi menjadi tiga sesi. Beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa Teknik Sipil membuat Paslon Tunggal sedikit kewalahan untuk menjawab. Hal ini terlihat dari lamanya mereka menjawab melebihi waktu yang ditetapkan. Mahasiswa Teknik Sipil sangat kritis mengenai data yang diungkapkan oleh Paslon, data tersebut dirasa tidak realistis. Namun, perihal tersebut disangkal oleh Paslon yang mengatakan sudah membuat program kerja hingga ke teknis sehingga pencapaian yang diinginkan memang realistis.

Program kerja yang diajukan oleh Paslon dirasa tidak menjawab permasalahan yang ada, yaitu mengenai perbaikan kaderisasi. Padahal, menurut mahasiswa teknik kaderisasi di Fakultas Teknik tidak ada permasalahan. Pertanyaan lain yang diajukan adalah mengenai keberlanjutan unit statistika yang diusung oleh Kabinet Bahtera Cita. 

Selain itu, ada yang mengkritisi mengenai tidak adanya program kerja yang menyangkut kaderisasi riset dan kewirausahaan. Hal ini diakui Paslon sebagai kelalaian karena belum fokus terhadap masalah tersebut. Pertanyaan yang diajukan mahasiswa Teknik Sipil akan dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap pembuatan program kerja Paslon.

Dalam kampanye terdapat satu pertanyaan yang keluar dari konteks kampanye. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan verifikasi berkas yang akhirnya menghasilkan satu Paslon sehingga Pemira FT tahun ini dilaksanakan aklamasi melawan kotak kosong. 

Paslon mengungkapkan bahwa persyaratan berkas tahun ini dinaikkan dan timeline yang diberikan terlalu mendadak, hal ini menyebabkan Bakal Paslon 2 tidak bisa memverifikasi berkas sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. Setelah sesi tanya jawab ke-3 berakhir, kampanye Pemira FT di Teknik Sipil diakhiri pada pukul 18.45 WIB. (Via Qurrotaaini)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Teknik Perkapalan Jadi Penutup Kampanye

adminNovember 16, 2019

Kampanye di Arsitektur: Terbatasnya Durasi Kampanye

adminNovember 16, 2019

Hasil Survei Popularitas dan Elektabilitas Calon “Pemimpin” Fakultas Teknik

adminNovember 16, 2019

Kampanye Teknik Geodesi Akhirnya Hanya Dihadiri Dua Angkatan

adminNovember 15, 2019

Kampanye di Elektro: Kolaborasi Masih Dipertanyakan

adminNovember 14, 2019

Kampanye di Teknik Geologi: HMTG Magmadipa sebagai Ancaman, Musuh, atau Partner

adminNovember 13, 2019