Opini

Cukup Adilkah Pemberian Subsidi Kuota ?

Cukup Adilkah Pemberian Subsidi Kuota ?


Sumber : Tindak lanjut surat edaran rektor

Semarang, Momentum – Kritik mengenai kebijakan “subsidi kuota” untuk mahasiswa  bidikmisi, UKT golongan I dan II  akhir-akhir ini banyak menjadi bahan perbincangan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro. Banyak yang bersuara bahwa seharusnya bukan dinamakan “subsidi” jika memakai uang bersama. Sebab muncul pertanyaan, uang siapa yang dipakai untuk pemberian subsidi kuota? Apakah uang seluruh mahasiswa? Jika iya, maka uang tersebut adalah uang kita bersama yang sama-sama membayar UKT.

Lantas jika ditelusuri seberapa adil pemberian subsidi kuota untuk mahasiswa Undip terutama yang bukan penerima bidikmisi, UKT golongan 1 dan UKT golongan 2? Banyak tanggapan yang beredar baik di media sosial seperti twitter, line, maupun bahan diskusi di obrolan grup mahasiswa. Banyak yang memertanyakan mengenai fasilitas kampus yang sekarang tidak bisa didapatkan karena munculnya pandemi ini. Subsidi kuota yang seharusnya didapatkan oleh semua mahasiswa mampu menjadi solusi untuk semua agar tetap merasakan kehadiran fasilitas kampus tersebut. Jadi, bukan hanya penerima bidikmisi dan mahasiswa dengan UKT golongan I dan II saja.

Dalam pelaksanaanya, UKT memang seharusnya diberikan dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Contoh ini merujuk berita Itera yang memberikan subsidi kuota secara menyeluruh untuk mahasiswanya yang dimuat Republika Online, (02/04/2020). Pemberian subsidi tanpa pandang bulu seperti inilah yang harusnya menjadi penerapan untuk universitas lain dan Universitas Diponegoro sendiri. Pemotongan biaya UKT untuk hal seperti itu pasti dirasa wajar dan pantas bagi seluruh civitas akademika di Undip. Karena memang sudah seharusnya dana itu kembali pada mahasiswa.

Melihat keadaan sekarang yang sulit untuk dikendalikan dan pemerintah pun melarang adanya kegiatan perkuliahan secara tatap muka. Sebisa mungkin kampus seharusnya mengubah arah gerak dana perkuliahan ke model perkuliahan sekarang. Semua alokasi dana seharusnya dialokasikan untuk mahasiswa dan dosen guna meningkatkan kualitas kuliah online supaya berjalan lebih efektif dan efisien.

(Momentum/ Manda & Siska)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Kebijakan Tutup Pintu Saat Lebaran

adminMay 27, 2020

Suara BEM-U Atas Surat Edaran Penyesuaian UKT

adminMay 13, 2020

Hasil Audiensi Bersama Rektorat: Polemik Subsidi Kuota

adminMay 6, 2020

Penerapan Kebijakan Kuliah Online oleh Universitas Diponegoro

adminMay 6, 2020

KAMPUS “ANTI-KRITIK”

adminMay 3, 2020

Kuliah Online, Memudahkan atau Memberatkan?

adminApril 3, 2020