Isu

Apa Kabar SV dan PSDKU Undip?

Apa Kabar SV dan PSDKU Undip?

Sumber : http://www.kampusundip.com/2016/09/penantian-panjang-sekolah-vokasi-undip.html

Semarang, Momentum− Di balik megahnya kampus utama Undip, rupanya masih terdapat ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan. Hal itu dirasakan mahasiswa kampus SV dan PSDKU Batang yang baru dibuka beberapa tahun ke belakang. Mahasiswa SV Pleburan mengeluhkan fasilitas kampus yang kurang nyaman, berbeda dengan kampus Undip yang berada di Tembalang.

Begitu pun dengan mahasiswa PSDKU. PSDKU Demak misalnya. Atap beberapa bangunan yang bocor menyebabkan air hujan hanya bisa ditampung dengan ember. Proses pembelajaran pun terganggu lantaran harus berpindah-pindah kelas. Padahal mereka membayar SPI di awa masuk. UKT yang di bayarkan pun merupakan golongan tujuh. Tentunya ini di luar ekspektasi mahasiswa yang berkuliah disana.

Belakangan ini Undip sudah melakukan pembangunan gedung vokasi baru. Sedangkan gedung lamatetap dipertahankan sebab masih digunakan untuk melakukan kegiatan perkuliahan. Dalam pembangunan gedung baru ini tentunya harus ada pengawalan terkait tujuan implementasi gedung baru. Budiono selaku dekan SV mengatakan bahwa gedung baru ini ditargetkan untuk mahasiswa vokasi sebanyak 8000 orang yang tersebar di 24 jurusan.

Dalam pembangunan, terutama untuk penyediaan sarana dan prasarana, mahasiswa dapat memantau perkembangan pembangunan dari para organisator dan front ormawa. Namun ada hal-hal yang tidak dapat diakses sepenuhnya seperti poin- poin MOU dan transparansi pembangunan.

Kendala yang membuat pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana SV dan PSDKU kurang berjalan yaitu tergantung pada kemauan dekanat untuk melakukan perubahan. Kabarnya, untuk awal ini PSDKU sudah ada kemajuan terkait LKMMD, GoRE, dan pelatihan-pelatihan LKTI dan PKM. PSDKU Batang juga sudah lelang terkait desain. Tinggal UKT dan SPI di SV yang masih sulit pengurusannya.

Sebenarnya ormawa sudah berperan di garda terdepan  menjaga konektivitas dengan seluruh civitas akademika Universitas Diponegoro untuk pemerataan. Aspirasi mereka sudah tersalurkan. Muqsith selaku Kabid Harkam BEM UNDIP berharap supaya komunikasi berjalan dengan baik, dapat bergerak bersama untuk mengatasi permasalahan ini dan memahami mindset advokasi itu seperti apa.

Penulis : Rara dan Fadillah)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Peran API Teknik dalam Realisasi Mimpi Teknik 2020-2024

adminOctober 9, 2020

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

adminSeptember 12, 2020

Mari Berkunjung Ke Rumah Baru Mahasiswa Vokasi Undip

adminSeptember 10, 2020

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

adminSeptember 6, 2020

Kampus Merdeka: Program Bela Negara Pendidikan Militer Di Lingkungan Akademi, Apakah Diperlukan?

adminSeptember 1, 2020

Dilema Subsidi Kuota yang Belum Merata

adminAugust 25, 2020