Isu

Kenaikan UKT di Tengah Pandemi, Etis atau Tidak?

Kenaikan UKT di Tengah Pandemi, Etis atau Tidak?

Sumber : Dokumen Pribadi

Semarang, Momentum— Baru-baru ini terdapat informasi bahwa Undip akan menaikkan UKT (Uang Kuliah Tunggal). Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 149/UN7.P/HK/2020, UKT Undip mengalami kenaikan sekitar lima hingga dua puluh persen. Kabar kenaikan UKT saat kondisi pandemi seperti ini tentunya mendapat perhatian yang besar dari mahasiswa Undip.  Berbagai komentar lontarkan oleh mahasiswa melalui sosial media mengenai kebijakan ini. BEM Undip sebagai perwakilan suara mahasiswa Undip juga sudah bertindak dengan dilakukannya audiensi bersama rektor.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh BEM Undip, audiensi bersama rektor yaitu mengenai poin kenaikan UKT mahasiswa baru, kuliah daring, dan mahasiswa tingkat akhir. Audiensi dilaksanakan pada hari Kamis, 23 April 2020 pukul 13.00-16.00 WIB dan dihadiri oleh dekan dari 11 fakultas dan 1 sekolah vokasi dengan Ketua BEM se-Undip dan MWA UM sebagai peserta.

Isi poin mengenai kenaikan UKT mahasiswa baru yang disampaikan pada audiensi ini adalah memohon kepada pihak rektorat untuk melakukan penundaan kebijakan kenaikan UKT bagi calon mahasiswa baru Universitas Diponegoro angkatan 2020 dikarenakan wabah Covid-19 yang menyebabkan kondisi perekonomian masyarakat di Indonesia menurun.

Hasil dari audiensi mengenai kenaikan UKT secara singkat yaitu UKT ditetapkan dengan memerhatikan BKT dan dengan merujuk kepada hukum yang ada bahwa, pengembangan sistem pengolahan keuangan berdasarkan tujuh pilar salah satunya adalah transparan. Oleh sebab itu, mahasiswa Undip menunggu transparansi penetapan UKT ini. Selain itu, pihak Universitas membuka diri untuk membantu segala bentuk kondisi mahasiswa khususnya dalam konteks ekonomi dan berjanji untuk mempermudah banding UKT. Hasil lengkap dari audiensi dapat diakses di  : https://bit.ly/Hasilaudiensibarengrektor

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Abbiyu Haidar, selaku Ketua Bidang Kesejahteraan Masyarakat BEM FT bahwa mengkaji ulang mengenai penetapan UKT mahasiswa angkatan 2020 merupakan sebuah tuntutan yang ditunjukkan kepada Rektorat. Selanjutnya apabila keputusan rektorat nanti mengecewakan mahasiswa, beliau menuturkan bahwa belum ada arah taktis yang dibahas dengan Aliansi mahasiswa se-Undip. Untuk saat ini Aliansi mahasiswa se-Undip terus mengawal kinerja Rektorat setelah diadakannya audiensi.

Kenaikan UKT memang selalu menjadi kontroversi. Pasalnya, UKT yang sejatinya bertujuan untuk meringankan beban biaya mahasiswa nyatanya malah akan memberatkan apabila mengalami kenaikan. Apalagi, kenaikan UKT Undip ini hadir di tengah pandemi. Dimana semua orang tahu pandemi ini berdampak pada berbagai sektor kehidupan di masyarakat, terlebih di sektor ekonomi.

Dilansir dari MediaIndonesia.com, berdasarkan pendataan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, ada sekitar 50.891 pekerja di Jakarta yang di PHK akibat pandemi ini. Di Jawa Tengah sendiri, dikutip dari cnbcindonesia.com per tanggal 12 April, terdapat 69.660 orang yang di PHK. Data ini dirasa akan terus bertambah, mengingat adanya anjuran dari pemerintah mengenai PSBB yang juga berdampak pada lumpuhnya beberapa industri. Oleh karena itu, kenaikan UKT ini dirasa kurang etis.

Penulis: Ichatiur dan Gunawan

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Peran API Teknik dalam Realisasi Mimpi Teknik 2020-2024

adminOctober 9, 2020

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

adminSeptember 12, 2020

Mari Berkunjung Ke Rumah Baru Mahasiswa Vokasi Undip

adminSeptember 10, 2020

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

adminSeptember 6, 2020

Kampus Merdeka: Program Bela Negara Pendidikan Militer Di Lingkungan Akademi, Apakah Diperlukan?

adminSeptember 1, 2020

Dilema Subsidi Kuota yang Belum Merata

adminAugust 25, 2020