Isu

Mahasiswa Undip Ekspresikan Keresahan Lewat Aksi

Mahasiswa Undip Ekspresikan Keresahan Lewat Aksi

sumber : B.S.

Semarang, Momentum− Di tengah pandemi ini proses perkuliahan dilakukan secara daring. Hal tersebut sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia. Karena itu rektor Undip pun mengeluarkan Surat Edaran Nomor 37 agar mahasiswa Undip melakukan proses perkuliahan semester gasal 2020 secara daring.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 yang mengatur penyesuaian pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Lalu bagaimana dengan Undip? Seperti apa implementasi dari kebijakan ini?

Seperti yang kita ketahui bahwa Undip telah mengeluarkan Surat Edaran No 31 dan 2756 Tahun 2020 tentang Penyesuan UKT Semester Gasal. Namun, berbagai macam keresahan dari mahasiswa terus bermunculan. Menurut narasumber yang kami wawancarai pada Rabu (15/7), syarat-syarat yang harus dipenuhi sulit dan memiliki kemungkinan yang sedikit untuk mewujudkannya. Ada beberapa mahasiswa Undip yang mengajukan melalui ormawa, akan tetapi hasilnya dirasa belum banyak membantu.

Tak ingin berdiam diri, mahasiswa Undip yang tergabung dalam Aliansi Suara Undip melakukan aksinya dan turut menyuarakan keresahan mahasiswa. Aksi yang disebut aksi damai ini terjadi pada hari Kamis (9/7).

Aksi Damai tersebut dilakukan di Bundaran Undip dan di sekitar lampu lalu lintas dekat Masjid Kampus Undip. Pelaksanaan aksi diawali dengan membagikan lembaran keresahan dan diakhiri dengan simbolis duka dari mahasiswa Undip. Para mahasiswa tetap tertib dan damai serta mempertahankan protokol kesehatan, seminimal mungkin dengan penggunakaan masker danberjaga jarak. Aksi ini merupakan permulaan dari aksi-aksi berikutnya yang berupa ajakan untuk seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro guna menyuarakan keresahan dan mengawal kebijakan kampus selama masa pandemi ini.

Berdasarkan penuturan narasumber, Aliansi Suara Undip sudah melakukan pengawalan dengan melaksanakan undangan terbuka untuk audiensi, namun tidak dihadiri oleh pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu, diadakanlah aksi yang mempertunjukkan ekspresi seperti panggung bebas dan seni mural. Pada aksi damai tersebut, dalam penerapannya tidak ada tuntutan yang disampaikan hanya menunjukkan ekspresi yang tengah dirasakan mahasiswa Undip. Salah satunya adalah mengenai UKT selama kuliah online ini.

Saat ditanya harapan teman-teman kepada pihak rektorat, beliau menuturkan, “Tak banyak yang kami mau, bahkan menuntut. Kami disini memberikan solusi dari apa yang kami dapatkan. Apa yang telah kami susun ada korelasinya dengan ekonomi, hukum, sosial, dan aspek yang lain. Dengarkan kami yang satu suara ini.”

Dengan mengerahkan waktu, pikiran, dan tenaga, mereka siap untuk memberikan strategi dan berharap mendapatkan jawaban sebagai solusi dari keresahan yang mereka hadapi.

Penulis: Fadillah dan Tiur

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

adminSeptember 12, 2020

Mari Berkunjung Ke Rumah Baru Mahasiswa Vokasi Undip

adminSeptember 10, 2020

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

adminSeptember 6, 2020

Kampus Merdeka: Program Bela Negara Pendidikan Militer Di Lingkungan Akademi, Apakah Diperlukan?

adminSeptember 1, 2020

Dilema Subsidi Kuota yang Belum Merata

adminAugust 25, 2020

Aktivis Mahasiswa Undip Diteror Akun Tak Dikenal

adminAugust 24, 2020