Isu

Kabar Kurikulum Kampus Merdeka di Fakultas Teknik Undip

Kabar Kurikulum Kampus Merdeka di Fakultas Teknik Undip

Sumber : Kemendikbud.go.id

Semarang, Momentum – Kata “Kampus Merdeka” sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa di Indonesia. Program kampus merdeka ini diusung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kurikulum kampus merdeka pun akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2020. Terdapat empat pokok kebijakan yang dibawa pada program kampus merdeka ini, salah satunya adalah hak belajar tiga semester di luar program studi. Lalu bagaimana Undip terlebih khususnya Fakultas Teknik (FT) mengimplementasikan kebijakan ini?

Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 4 Tahun 2020 tentang Peraturan Akademik Bidang Pendidikan Program Sarjana Universitas Diponegoro, merupakan langkah awal Undip dalam mengimplementasikan kebijakan kampus merdeka. Bedasarkan paraturan inilah seluruh Departemen di Undip harus menyiapkan kurikulum baru yaitu kurikulum kampus merdeka yang akan diterapkan untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2020. Lalu bagaimana dengan mahasiswa lama FT, apakah juga akan menikmati kurikulum kampus merdeka ini?

Gita Pusparani, selaku Ketua Bidang Harmoni Kampus FT 2020, yang telah berdiskusi dengan Dekan dan Wakil Dekan “Setelah kurikulum baru ini diterapkan, FT akan mengundang seluruh Departemen di FT untuk membahas mengenai nilai pada kurikulum sebelumnya yang akan dikonversi mengikuti kurikulum kampus merdeka ini,” ujar Gita.

Dengan harapan seluruh mahasiswa teknik Undip dapat merasakan seperti apa kurikulum kampus merdeka. Kurikulum kampus merdeka memberikan kemerdekaan atau kebebasan bagi mahasiswa untuk secara sukarela dapat mengambil SKS di luar Perguruan Tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40-48 SKS), dan mengambil SKS di luar program studi tetapi masih di dalam Perguruan Tinggi yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20-24 SKS).

Menurut Gita, pengambilan SKS di luar Perguruan Tinggi dapat dilakukan di Universitas lain ataupun lembaga yang menjadi mitranya. Terdapat delapan pilar kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa pada lembaga yang menjadi mitra Undip, sehingga nantinya dapat dikonversikan ke dalam SKS yang disetarakan dengan learning outcome disetiap mata kuliahnya.

bisa seperti pertukaran pelajar, prakter kerja, asisten mengajar, penelitian, proyek kemanuasiaan, wirausaha, studi independen ataupun membangun desa seperti KKN,” imbuhnya.

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar dari delapan pilar kegiatan ini sudah melekat dengan mahasiswa FT bahkan sebelum kurikulum kampus merdeka ini dibentuk.

“Mahasiswa FT yang melakukan kerja praktek, pertukaran pelajar, double degree, dll. Akan tetapi karena belum diberlakukan kurikulum kampus merdeka, maka mahasiswa dirasa dirugikan karena kegitan tersebut belum dikonversikan kepada SKS yang ada,” Ujar Bapak Prof. Agung selaku Dekan FT.

Dilihat dari segi perencanaan sudah matang, selanjutnya cara implementasinya. Walaupun dilakukan secara daring diharapkan dapat dilakukan secara efektif, pihak kampus juga masih harus melakukan sosialisasi ke setiap departemen di FT.  Selain itu, peran mahasiswa perlu membantu mensosialisasikan atau menginformasikan lewat media kampus tentang kampus merdeka ini agar mahasiswa FT lainnya mengetahui dan merasakan manfaatnya serta bersama sama mewujudkan kampus merdeka dengan baik.

Penulis : Icha Tiurlan dan Amanda Narisha Avriana

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Kabar Lanjutan Terkait Subsidi Kuota Kemendikbud di UNDIP

adminOctober 23, 2020

Simpang Siur Pemilihan Raya (Pemira)

adminOctober 23, 2020

Peran API Teknik dalam Realisasi Mimpi Teknik 2020-2024

adminOctober 9, 2020

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

adminSeptember 12, 2020

Mari Berkunjung Ke Rumah Baru Mahasiswa Vokasi Undip

adminSeptember 10, 2020

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

adminSeptember 6, 2020