Isu

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

Semarang, Momentum – Walaupun saudara Y telah mengakui jika ia tidak penyuka sesama jenis (gay), pelaku PE nampaknya masih melanjutkan aksinya menyebarkan tuduhan gay terhadap Y. Tak cukup menyebar berita lewat jaringan pribadi setiap mahasiswa, ia pun membuat grup chat palsu diperuntukkan kepada mahasiswa baru. Tak hanya Undip, pelaku juga menargetkan mahasiswa baru di universitas- universitas lainnya. Selain itu, ia sempat membuat blog yang berisi cerita tentang dirinya dan Y hingga berujung pada tuduhan tersebut. Namun, blog tersebut kini sudah dihapus oleh adminnya dan tidak diketahui alasan yang jelas.

“Dia memang bermain kejahatan ini di dunia maya, punya banyak akun, banyak nomor, punya teman online yang bisa membantu,” ujar Husein Aljufriy selaku Komting Elektro 2017.

Husein mengatakan bahwa ia berinisiatif untuk menemui PE bersama mahasiswa Teknik Elektro Undip lain yang saat itu berada di Jakarta. Awalnya PE enggan ditemui karena takut jika ia akan disakiti. Namun pada akhirnya mereka pun bertemu di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Pembicaraan tersebut berisi tentang mempertemukan PE dengan Y untuk menyelesaikan masalah yang merambah ini.

“Dengan catatan, jika PE dan Y tidak bisa bertatap muka hingga bulan Juli, maka PE harus menghentikan aktivitas “terror”nya kepada para mahasiswa,” ujar Husein.

Setelah itu, Y pun bersedia berangkat dari Yogyakarta ke Jakarta bersama orang tuanya demi menemui PE. Mereka berdua bertemu ditemani oleh Husein dan dua mahasiswa Teknik Elektro Undip lain.

Saudara PE meminta kepada Y agar meng-unblock semua media sosial miliknya dan meminta agar ia tetap berteman dengan Y. Kemudian Y bersedia memenuhi ajakan PE untuk tetap berteman tetapi ia menolak untuk membuka akses media sosialnya kepada PE karena PE dikhawatirkan akan spam pesan padanya.

Akhirnya, dibuatlah surat perjanjian yang telah ditanda tangani di atas materai oleh kedua belah pihak dengan saksi tiga mahasiswa Teknik Elektro Undip. Inti dari surat perjanjian tersebut bahwa saudara PE akan dibawa ke jalur hukum jika ia masih menyebarkan berita palsu tersebut. Walaupun surat perjanjian tersebut telah dibuat, PE tetap menyebar berita palsu tersebut bahkan mahasiswa lain yang terlibat dalam penyelesaian masalah itu turut di “teror” PE dengan tuduhan yang sama. Motif pelaku belum diketahui secara jelas.

Kasus ini belum dibawa ke pihak berwajib karena orang tua bersangkutan belum menyarankannya, sehingga lebih baik tidak membawa kasusnya lebih jauh mengingat belum adanya persetujuan dari sang wali. Maka harus ada instansi yang jelas untuk turut menangani kasus tersebut. Selain itu, sesama mahasiswa hendaknya melindungi satu sama lain terutama mahasiswa baru yang tidak tahu apapun tentang PE ini. Jangan sampai ada korban lain di kasus tersebut.

Penulis : Veve dan Siska

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Kabar Lanjutan Terkait Subsidi Kuota Kemendikbud di UNDIP

adminOctober 23, 2020

Simpang Siur Pemilihan Raya (Pemira)

adminOctober 23, 2020

Peran API Teknik dalam Realisasi Mimpi Teknik 2020-2024

adminOctober 9, 2020

Mari Berkunjung Ke Rumah Baru Mahasiswa Vokasi Undip

adminSeptember 10, 2020

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

adminSeptember 6, 2020

Kampus Merdeka: Program Bela Negara Pendidikan Militer Di Lingkungan Akademi, Apakah Diperlukan?

adminSeptember 1, 2020