Isu

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

Semarang, Momentum – Sempat viral sebuah informasi yang menyatakan bahwa ada Mahasiswa Elektro Undip yang gay (penyuka sesama jenis) melalui pesan singkat di media sosial. Cukup banyak mahasiswa yang menerima pesan singkat tersebut dan hal itu menjadi bahan perbincangan di antara mahasiswa lainnya. Usut punya usut, pesan singkat tersebut bersumber dari satu orang berinisial PE dan sasarannya disebarkan kepada seluruh mahasiswa Undip terutama mahasiswa elektro itu sendiri.

Rumor ini ramai semenjak adanya PMB 2019. Pelaku mengirimkan pesan singkat yang berisi permintaan tolong kepada pembaca pesan agar menyampaikan kepada seorang Mahasiswa Elektro Undip berinisial YN untuk mengembalikan buku kimia yang dipinjam memakai namanya.

Namun, anehnya pelaku menyebarkan permintaan tolong tersebut dengan menambahkan embel-embel bahwa korban adalah seorang gay. Padahal sebenarnya tidak gay. Pelaku merupakan teman korban. Ia beraksi menyebarkan berita tersebut mulanya dari Line Square mahasiswa baru (maba) Undip 2019, lalu meluas dengan mengontak semua kakak pembimbing ODM FT 2019.

Kasus ini mulai ditindaklanjuti oleh Himpunan Mahasiswa Elektropada September 2019. Selain itu, kasus ini juga sempat dilaporkan kepada pihak departemen untuk diangkat dan diklarifikasi.

 “Informasi tersebut tidak benar atau hoax, jadi teman-teman dihimbau jika dapat pesan singkat tersebut supaya berhati-hati dan tidak mudah percaya begitu saja,” ujar Ivan Kurniawan selaku Ketua Himpunan Elektro 2020.

Pihak departemen sampai saat ini hanya menyarankan agar melakukan tindakan penyelamatan maba angkatan 2020 dengan cara menjaga dan melindungi mereka supaya aman dan tidak ikut terlibat lebih jauh dengan kasus ini. Namun, setelah adanya aksi tindak lanjut tersebut pelaku semakin gencar menyebarkan hoax itu bahkan ke hampir seluruh mahasiswa Undip. Sampai sekarang, motif pelaku masih belum diketahui secara jelas.

“Sampai saat ini, kami taunya ya karna ada masalah personal dengan korban terkait buku kimia yang belum dikembalikan,” lanjut Ivan.

Ada korban lain yang mengalami hal tersebut berinisial PM yang turut tercemar nama baiknya dan mendapatkan tuduhan yang sama. Padahal dia sendiri tidak terkait kasus apapun dengan pelaku, kenal saja tidak. Kasus ini mulai mereda pada Februari 2020 kemarin. Saat itu korban dan pelaku dipertemukan untuk mengadakan jalur damai dengan menandatangani surat perjanjian dan sama-sama sepakat supaya kasus ini tidak dibawa ke pihak kepolisian asalkan hoax-nya dihentikan.

Penulis : Veve dan Siska

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Akses SSO diblokir?

adminNovember 25, 2020

Sebuah Kritik Orde (Paling) Baru dari BEM FH Undip

adminNovember 25, 2020

Konsorsium Merdeka Belajar, Implementasi Kampus Merdeka

adminNovember 16, 2020

Penangguhan Penahanan Mahasiswa Undip Pasca Demo Omnibus Law

adminNovember 16, 2020

Kabar Lanjutan Terkait Subsidi Kuota Kemendikbud di UNDIP

adminOctober 23, 2020

Simpang Siur Pemilihan Raya (Pemira)

adminOctober 23, 2020