Prestasi

Berpertasi dan Mengabdi Kepada Masyarakat:Mitigasi dengan Virtual Reality

Berpertasi dan Mengabdi Kepada Masyarakat:Mitigasi dengan Virtual Reality
(sumber: Tim PKM-M, Ilham, dkk)

Semarang, Momentum− Mitigasi dilakukan di kala pandemi, apakah bisa? Berangkat dari suatu kondisi masalah dan rasa kepedulian terhadap sesama, hadirlah sebuah solusi yang disusun oleh sekelompok mahasiswa dengan ilmu dan jiwa sosialnya untuk meraih prestasi sekaligus melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sekelompok mahasiswa itu adalah mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Mereka tergabung dalam sebuah Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) Undip yang akan berlaga di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 33.

Judul PKM-M mereka adalah “Sistem Edukasi Mitigasi Bencana Gunung Merapi Berbasis Virtual Reality pada Masyarakat Desa Srumbung”. Mitigasi yang diusulkan oleh tim PKM-M yang diketuai oleh Ilham Adi Nugeroho adalah mitigasi berbasis teknologi. Melalui wawancara pada Jumat (20/11), Ilham mengatakan bahwa mitigasi yang diusung dalam PKM-nya adalah mitigasi berbasis virtual reality.

Virtual reality merupakan sebuah teknologi agar pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Lalu, bagaimana konsep cara kerja mitigasi dengan Virtual Reality (VR) ini?

Menurut Ilham, mitigasi berbasis VR ini tidak memerlukan biaya yang mahal, dimana VR ini dapat dibuat menggunakan kardus. Walaupun terbuat dari kardus, VR ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan VR yang ada. Selain itu video latihan mitigasi bencana dapat diunduh secara gratis. Video ini terdapat di aplikasi SEMIVIRAL yang dibuat oleh tim PKM-M ini, serta dalam penggunaan saat pelatihan mitigasinya tidak memerlukan koneksi internet. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui tautan https://linktr.ee/SEMIVIRAL . Pada tautan tesebut juga terdapat buku panduan cara penggunaan aplikasi SEMIVIRAL ini.

“Selama ini mitigasi dilakukan di tempat keramaian, seperti aula atau balai desa. Selain itu banyak kendala, seperti biaya yang mahal karena harus sewa tempat, peralatan, dll. Dari segi waktu pelaksanaannya pun memerlukan waktu yang lama, dimulai dari persiapan sampai proses pelaksanan. Dimana mungkin saja waktu pelaksanaan mitigasi itu tidak tepat dan membuat masyarakat tidak tertarik karena mungkin masyarakat mempunyai kegiatan lain” jawab Ilham saat ditanyakan mengenai ide pembuatan PKM -M ini.

Ilham menambahkan bahwa manfaat dari edukasi mitigasi bencana berbasis VR ini untuk masyarakat Desa Srumbung adalah dapat memangkas biaya dan fleksibel dalam waktu penggunaanya. Selain itu masyarakat tidak perlu mengadakan keramaian yang mana tidak diizinkan selama pandemi Covid-19 ini.

Dalam prosesnya tentu saja terdapat kendala. Kendala ini dirasakan pada saat awal peralihan kegiatan PKM yang sebelumnya dilaksanakan secara luring berubah  menjadi daring. Kendalanya berupa komunikasi dan kurang interaksi secara langsung dengan masyarakat. Akan tetapi menurut Ilham, kendala tersebut kini tidak menjadi masalah karena Ilham dan tim dapat beradaptasi dengan baik dan sudah terbiasa dengan kegiatan secara daring ini.

“Harapannya PKM yang kami buat dapat bermanfaat bagi warga desa Srumbung dan mereka lebih tanggap bencana. Selain itu, kedepannya teknologi yang kami coba bawa ke desa Srumbung dapat diinovasikan untuk bidang lainnya dan dapat ditularkan ke karang taruna lainnya.” (Momentum/Tiur dan Manda)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Prestasi Mahasiswa Teknik Industri dalam Inovasi Produk Ergonomi

adminNovember 25, 2020

Undip Berlaga di PIMNAS 33

adminNovember 13, 2020

Si Emas dari Bali

adminOctober 23, 2020

Mengukir Prestasi Lewat Karya Tulis

adminOctober 9, 2020

NGOBROL SEPUTAR MAHASISWA BERPRESTASI BARENG AMANDA MARGARETH

adminSeptember 25, 2020

Bincang-Bincang Mahasiswa Berprestasi Bersama Hans

adminJune 12, 2020