Event

Energi Nuklir, Energi Alternatif Sebagai Solusi Untuk Negeri

Energi Nuklir, Energi Alternatif Sebagai Solusi Untuk Negeri

Akhir-akhir ini ketahanan energi menjadi topik yang hangat diperbincangkan mengingat pro-kontra naik-turunnya harga BBM. Dengan krisis energi yang terjadi, Indonesia tentu memerlukan energi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan energi untuk saat ini hingga beberapa tahun kedepan. Energi nuklir bisa menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan energi negeri ini. Namun pro-kontra dalam masyarakat masih terjadi terkait penggunaan energi nuklir sebagai energi alternatif, untuk itu Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Kimia (Himatemia) Undip mengadakan Kuliah Tamu yang sebagai sarana pencerdasan kepada masyarakat tentang energi nuklir sebagai energi alternatif.

Kuliah Tamu yang diadakan pada Sabtu (9/5/2015) merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Himatemia) 2015. Kuliah Tamu (Kultam) ini diadakan di Laboratorium FPIK dengan tema “The Beauty of Nuclear Power: Solusi Energi untuk Negeri”. Acara ini menghadirkan moderator Muhammad Alfarisie (Ketua BEM KM STTN BATAN 2014), dengan pembicara Dr. Susilo Widodo, M.Eng. dan Evi Setiawati, S.Si, M.Si.

Pada awal acara peserta mendapat sambutan pertama dari ketua panitia, Aditya Margananta. Pada sambutannya, mahasiswa D3 Teknik Kimia ini menjelaskan kebutuhan energi alternatif bagi Indonesia akibat krisis energi. Menurutnya negara ini membutuhkan energi alternatif selain minyak dan batu bara.

“Nuklir memiliki potensi yang besar untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis yang ada saat ini,” jelas Adit dalam sambutannya.

Setelah itu sambutan dilanjutkan oleh Damar Kismoyo Wahyono selaku ketua Himatemia D3 Teknik Kimia Undip. Kemudian sambutan dari Ketua Program Studi D3 Teknik Kimia Undip Ir. Wahyuningsih, M.Si yang sekaligus pembukaan resmi Kuliah Tamu The Beauty of Nuclear Power: Solusi Energi untuk Negeri. Muhammad Alfarisie sebagai moderator Kultam kali inipun masuk memberi beberapa kalimat pembuka setelah resmi dibuka.

Dengan arahan moderator, materi pertama dimulai dengan pemateri Evi Setiawati S.Si, M.Si yang merupakan dosen Fisika FSM Universitas Diponegoro. Ibu Evi dalam materinya lebih memberikan data dan statistik tentang energi.

“Energi yang dibutuhkan manusia akan terus meningkat, tetapi energi yang tersedia cenderung menurun. Ini berarti harus ada sesuatu yang harus dilakukan. Jadi perlu adanya energi baru dan terbarukan,” kata ibu Evi dalam materinya.

Setelah itu Dr. Susilo Widodo M. Eng dari Center of Acceleration Science Technology BATAN Yogyakarta melanjutkan acara Kultam sebagai pemateri kedua. Bapak Susilo dalam materinya menjelaskan tentang Reaktor Daya Eksperimental (RDE) dan pentingnya energi nuklir sebagai solusi.

“Temanya kan beauty of nuclear power, tapi sebenarnya beauty-nya itu belum di Indonesia. Beauty-nya ya masih di Washington, New York, Tokyo, dsb,” ujar bapak Susilo.

Antusias peserta dalam menghadiri dan mengikuti jalannya acara juga cukup baik. Seperti Andreas Sagala, peserta kultam yang merupakan mahasiswa D3 Teknik Kimia angkatan 2012. Menurut Andreas, apabila energi nuklir digunakan dan dikelola dengan benar di Indonesia, maka negara ini tidak akan mengalami kekurangan energi.

Masalah antusiasme peserta ini juga disetujui oleh ketua panitia, Aditya Margananta.

“Peserta yang mendaftar sekitar 150 orang dari berbagai universitas, mulai dari Universitas Negeri Semarang, Trisakti Jakarta, Politeknik Negeri Semarang dan juga dari Universitas Diponegoro sendiri. Jurusan yang hadir juga tidak terbatas pada teknik saja, tetapi juga kesehatan masyarakat. Acara ini diadakan dengan tujuan pencerdasan kepada mahasiswa. Sehingga kedepannya nuklir dipandang lebih ke sisi positif daripada sisi negatifnya,” jelas Aditya Margananta.

“Antusias dari acara ini sangat baik, terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya mengenai tema yang diangkat. Tema yang berkaitan dengan nuklir ini diambil karena energi yang dihasilkan sendiri perbandingannya sangat besar jika dibandingkan dengan energi lainnya. Oleh karena itu, nuklir sangat menguntungkan dan hendaknya hal inilah yang ingin ditonjolkan kedepannya. Harapannya ialah mindset pada sebagian besar orang dapat berubah yang lebih baik serta peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diserap ke lapangan,” tambahnya lagi.

(Evinsa/Taqiyuddin Ja’far)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

[MAGANG MOMENTUM]

adminMarch 6, 2020

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019