Event

Mechanical Edu Fair: Persiapan Generasi Muda Menghadapi AEC

Mechanical Edu Fair: Persiapan Generasi Muda Menghadapi AEC

1 ASEAN Economic Community bukan menjadi isu baru lagi bagi kalangan mahasiswa saat ini. Mahasiswa sudah mengetahui akan ketatnya persaingan di dunia kerja nanti ketika lulus, namun banyak juga dari mahasiswa yang tidak mengetahui tentang hal itu. Hal itulah yang melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa S1 Mesin membuat rangkaian acara Seminar Nasional. Acara ini merupakan wujud kontribusi positif dari mahasiswa S1 Mesin Universitas Diponegoro untuk Indonesia, untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada tahun ini Mechanical Education Fair mengangkat tema “Indonesia Ready For ASEAN Economic Community“ dengan rangkaian acara Lomba Karya Tulis Ilmiah, Seminar Nasional, dan Expo Teknologi.
Pada Sabtu (6/6/15) berlangsung acara Seminar Nasional dan Expo Teknologi di Gedung Prof. Soedharto dan pembukaan acara ini dilakukan oleh bapak Agung Wibowo selaku Dekan Fakultas Teknik. Seminar kali ini diisi oleh pemateri – pemateri yang hebat dan perpengalaman dan juga telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, diantaranya : Dr. Ing Ilham Akbar Habibie, MBA selaku Ketua Dewan TIK Nasional dan Presiden Direktur dan CEO Ilhabi Rekatama, Irwan Hidayat selaku Presiden Direktur PT. Sidomuncul, Dr. Iwan Ratman selaku Presiden Direktur dan CEO PT. Petro TC Internasional, serta Prof. H. Mohammad Nasir, P.Hd, Ak. selaku Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Acara dimulai pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Jurusan S1 Teknik Mesin, Sekretaris Jurusan S1 Teknik Mesin, dan beberapa dosen S1 Teknik Mesin. Peserta kegiatan ini mencapai 700 orang yang berasal dari berbagai kalangan. “Acara ini diikuti oleh masyarakat umum, pengusaha kreatif, dan mahasiswa dari berbagai universitas diantaranya Unnes, Udinus, UGM, Unair, UB, dan masih banyak lagi,” ujar Faiz selaku ketua pelaksana seminar nasional.
Acara berlangsung dengan lancar, antusias dan semangat dari para peserta yang memperhatikan pembicara dan banyaknya peserta yang ingin bertanya kepada pembicara. Sesi pertama pada seminar nasional ini adalah talkshow yang dibawakan oleh Bapak Ilham dan Bapak Irwan yang mendiskusikan tentang persiapan dalam menghadapi AEC, untuk Bapak Ilham sendiri mengatakan bahwa tiga hal penting yang harus ada dalam masyarakat Indonesia dalam menghadapi AEC adalah teknologi, talenta, dan toleransi. Sedangkan dari Bapak Irwan, beliau mengajarkan kepada para peserta bahwa dalam menghadapi AEC hal yang paling utama adalah membangun kepercayaan. “Masyarakat Indonesia tidak bisa menghadapi AEC jika tidak bisa membangun kepercayaan karena ini hal penting dalam suatu keberhasilan,” ujar bapak Irwan selaku Presiden Direktur PT Sidomuncul. Talkshow ini berlangsung sampai ishoma setelah itu dilanjutkan dengan pemateri yang lainnya yaitu Dr. Iwan Ratman dan Prof. H. Mohammad Nasir, P.Hd. Namun karena berhalangan hadir Prof. Nasir digantikan oleh sekretaris jenderalnnya.
Acara ini sangat membantu mahasiswa mempersiapkan diri dalam menghadapi AEC dan di acara ini juga mereka termotivasi untuk merencanakan strategi dalam menghadapi AEC. Para peserta merasa terbantu dengan seminar ini walaupun salah satu pembicara berhalangan hadir namun tidak membuat para peserta kecewa. “Temanya keren sekali bisa menambah nilai plus bagi yang ikut semnas ditambah lagi pembicaranya keren-keren sehingga bisa termotivasi,” ujar Austin Alghifari Mahasiswa Teknik PWK angkatan 2013.
Seminar nasional ini juga memberikan solusi untuk menghadapi AEC dengan potensi yang dimiliki oleh setiap individu. “Semnasnya keren, setidaknya bisa menambah pengetahuan tentang AEC sama punya gambaran dalam menghadapi AEC dan harapannya juga solusi-solusi yang didiskusikan tadi dapat disampaikan kepada pemerintah sehingga dapat membantu perekonomian Indonesia nantinya,” ujar Keri, Warsita, dan Azhar mahasiswa Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada.
Satu pesan yang dapat diambil dari acara seminar nasional “Indonesia Ready For Asean Economic Community” adalah semua kalangan masyarakat dapat bersinergis antara akademis, profesional, dan media untuk menghadapi ancaman dari negara lain karena yang akan menghadapi peristiwa di akhir 2015 ini bukan hanya satu dua orang yang ada di Indonesia namun semua masyarakat Indonesia.
2
Oleh : M. Risky Dwi Sabana & Umi Aulia Fatmawati

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

[MAGANG MOMENTUM]

adminMarch 6, 2020

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019