Ristek

PEMILU? Don’t Worry! DIGION Is Coming

PEMILU? Don’t Worry! DIGION Is Coming

Pemilu sudah menjadi bahan perbincangan yang tidak ada habisnya. Yuuk kita kupas tuntas berbagai permasalahan secara mendalam tentang Pemilu. Let’s check it out!
Tahukan kamu? Semrawutnya Pemilu di Indonesia pada tahun 2014 telah menghabiskan dana untuk mencetak kartu suara sebesar 8,5 triliun. Nominal yang cukup fantastis disaat Indonesia sedang krisis global. Dana sebesar 8,5 triliun untuk memberikan suara dapat dikonversikan menjadi banyaknya pohon untuk bahan baku pembuatan kertas suara. Coba bayangkan ada berapa juta batang pohon yang ditebang demi mencetak kartu suara semata? Lebih jauh lagi ada berapa hektar hutan yang harus digunduli hanya untuk Pemilu? Sungguh menyedihkan jika kondisi ini terus dilanjutkan.
Mirisnya kondisi di atas diperparah lagi dengan berbagai masalah teknis yang timbul dari pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Masalah-masalah tersebut antara lain ketidakmutakhiran data para pemilih akibat adanya manipulasi oleh oknum-oknum tertentu, sehingga hasilnya menjadi tidak valid. Seorang oknum yang sengaja memanipulasi satu suara rakyat pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan diusut hingga tuntas, dicari pemilik asli yang berhak atas hak suara tersebut, diserahkan hak suara kepada sang pemilik, dan oknum pun diarak atas kecurangannya. Selain masalah dari para oknum tersebut, masih ada masalah lain yang tidak kalah rumit. Hal tersebut mengenai sulit dan tidak efisiennya pengurusan pindah TPS (Tempat Pemungutan Suara) bagi kaum migran khususnya mahasiswa. Apalagi kebanyakan mahasiswa menginginkan sesuatu yang instan, mudah, dan tidak perlu repot. So, bila hanya mau memberikan suara pada Pemilu saja merepotkan bagi mereka, mayoritas pilihan dijatuhkan untuk golput (golongan putih) alias tidak ikut andil dalam pemberian hak suara. Sangat disayangkan bukan? Satu pemilih suara hilang begitu saja. Masalah tidak habis sampai disitu saja. Bila sebelumnya mengenai pilhan untuk golput, kali ini justru sebaliknya. Kecurangan yang terjadi adalah mengenai penggunaan hak suara dobel, satu orang mencoblos lebih dari sekali.

Segala kesalahan maupun kecurangan yang mengakibatkan instabilitas di negeri ini memang tidak selamanya atas unsur kesengajan, terkadang human error pun tak dapat dipungkiri. Harapannya tentu KPU mampu mengurai benang kusut itu dengan baik dan benar. Lalu, adakah hal solutif untuk masalah-masalah di atas?

Solusinya adalah penggunaan E-KTP. E-KTP didesain sedemikian rupa sehingga hanya dapat digunakan sekali dalam pemberian hak suara atau istilah umumnya “nyoblos”, menarik bukan? Nyoblos sudah pasti diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia yang berumur 17 tahun ke atas dan tentunya telah memiliki E-KTP. Dengan demikian akses untuk turut serta dalam Pemilu menjadi sangat mudah.

So this big solution for us, DIGION! DIGION “Digital Democration”, Sistem Pemungutan Suara Berbasis Android Terintegritas E-KTP Reader merupakan karya program kreativitas mahasiswa karsa cipta yang diketuai oleh Ian Amri Dinina (Teknik Elektro) beranggotakan Fauzan Rozzaqqo (Teknik Elektro), Rahayu Damayanti (Biologi), Dentatama Mulyawati (Kimia) dan Giga Verian (Fisika). DIGION merupakan sistem aplikasi pemilihan umum berbasis Android dengan proses verifikasi (log in) yang hanya mengandalkan E-KTP. Bagaimana sih caranya? Yuk kita simak:
1
3
4
5
6
1. Ini adalah halaman utama aplikasi DIGION. Kita cukup menempelkan E-KTP pada belakang smartphone.
2. Jika terdaftar, maka akan muncul sebuah peringatan untuk memasukkan password. Darimana password kita dapat? Ya, tentunya password didapatkan dari daftar pemilih tetap.
3. Aplikasi di smartphone kalian yang sudah ada NFC reader bisa juga loh digunakan untuk memilih legislatif maupun eksekutif dimanapun kalian berada.
4. Hasil dari pemilihan ini akan dihitung secara online pada database pusat. Gampang banget kan? So, kembangkan teknologi di sekitar kita dan manfaatkan E-KTP yang sudah ada. Tidak mahal, efisien waktu dan tempat.
———Salam super PKM-KC by Rahayu dkk——–
.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ristek

More in Ristek

Pembangkit Listrik Independen Tenaga Bubble Gagasan Mahasiswa Undip

adminAugust 16, 2020

Info SSO (Single Sign On)

adminMay 24, 2019

Pemanfaatan Sampah Anorganik dengan Hidroponik dan Inovasi Olahan Sayur Sebagai Program Multidisiplin KKN Tim II Desa Nglondong

adminAugust 24, 2018

Batulempung & Zeolite, Terobosan Baru Penjernih Air Kapur di Desa Kedungringin

adminAugust 24, 2018

Briket Sekam Padi sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Padat Sekam Padi di Desa Gunung Tumpeng

adminAugust 20, 2018

Alat Penembak Drone Ilegal Buatan Mahasiswa UNDIP

adminJune 14, 2018