Event

Berbagi Melalui Enviro Charity Festival

Berbagi Melalui Enviro Charity Festival

“Tak perlu menunggu berlebih kemudian berbagi, tapi berbagilah kelak kan berlebih” merupakan slogan dari Encharfest (Enviro Charity and Food Festival) 2015. Encharfest sendiri merupakan bagian dari rangkaian acara TL (Teknik Lingkungan) Expo 2015. Encharfest diadakan di Stadion Universitas Diponegoro Semarang pada Sabtu (3/10/15). Pengisi acaranya beragam mulai dari pantomim, band-band seperti Blues Mates, Serempet Gudal, The Ngaliyans, Mates, dan masih banyak lagi. Untuk food festival-nya sendiri diramaikan oleh Tjendol Pelangi, Takoyaki, Coconut Ice dan berbagai jenis stan makanan maupun minuman lainnya.

Berbeda dari berbagai acara pentas seni pada umumnya, HMTL (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan) juga melibatkan kegiatan amal pada acara ini. Dimana tiket yang dibeli oleh pengunjung akan didonasikan ke Wisma Kasih Bunda. Wisma Kasih Bunda adalah rumah singgah untuk anak penderita cacat yang membutuhkan pertolongan (terutama Hydrocephalus) dan didirikan oleh Anne Avantie tahun 2005 lalu. Hydrocephalus merupakan penyakit menumpuknya cairan di otak yang dapat mengakibatkan pertumbuhan kepala tidak normal.

“Sangat sedikit orang yang peduli sama yayasan hydrocephalus. Dasarnya kami mengadakan acara ini untuk membantu teman-teman kita terutama anak-anak penyandang Hydrocephalus. Perawatan untuk anak-anak Hydrocephalus ini sekali berobat sekitar seratus juta rupiah. Maka kita ingin membantu meringankan beban mereka dengan menyuguhkan entertainment yang lengkap, musik, makanan sampai pahala ada,” jelas Wisnu Widi selaku ketua panitia TL Expo 2015.

“Kita disini pengenalan awal untuk yayasan anak Hydrocephalus. Harapan ke depannya mungkin, agar semakin banyak orang dapat mengetahui bahwa ada rumah khusus untuk anak penderita Hydrocephalus di Semarang bernama Wisma Kasih Bunda,” tambahnya lagi.

Hal menarik lainnya yang dapat ditemukan pada Encharfest kali ini ialah bagaimana cara panitia menjaga kebersihan lingkungannya. Kita dapat menemukan gambar kecil berupa monster berwarna biru dan kuning tertempel pada kotak sampahnya. Gambar ini menghimbau pengunjungnya untuk membuang sampah sesuai dengan jenisnya (secara recyclable dan non-recyclable). Kotak sampah yang diberi poster unik ini nampaknya diberikan warna cerah agar dapat menarik perhatian pengunjung untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. “Karena kita sendiri yang mengadakan acara dari Teknik Lingkungan. Jadi ada kesadaran untuk berkewajiban menjaga lingkungan. Kita sebisa mungkin meringankan tugas pekerja kebersihan yang ada. Sehingga disediakan trashbag dan tong sampah di berbagai titik,” jelas Widi ketika ditanyai mengenai hal ini.

“Band-bandnya seru-seru. Food festivalnya banyak banget, terus makanannya juga enak-enak. Soalnya untuk harga mahasiswa juga gak terlalu berat. Harapan untuk Encharfest kedepannya supaya lebih banyak yang berminat buat dateng. Soalnya kan acara ini juga buat amal, jadi semakin banyak yang berminat berarti lebih banyak yang bisa disumbangkan gitu,” ungkap Dhian Gladys Febbyany, salah satu pengunjung Encharfest 2015.

 

 

 

Evinsa Injany

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

[MAGANG MOMENTUM]

adminMarch 6, 2020

INCRID 2019 Konferensi Internasional Pertama Teknik Lingkungan

adminOctober 24, 2019

Pasca Dasar LKMMD Fakultas Teknik 2019 , Pemantik Gerakan Penanaman dan Penghijauan

adminOctober 22, 2019

STERIL 2019: Expose The Heritage

adminSeptember 23, 2019

GORe FT 2019, Pemantik Mahasiswa Baru untuk “Berekspresi” di Bidang Riset

adminSeptember 16, 2019

DESA KENDALDOYONG MAKIN HIJAU DENGAN GERAKAN TANAM 100 POHON

adminAugust 19, 2019