Tokoh

Mengenal Lebih Dekat Atlet Sepatu Roda dari Undip

Mengenal Lebih Dekat Atlet Sepatu Roda dari Undip

wo

Menjadi seorang mahasiswa teknik bukan berarti tidak menekuni bidang diluar eksak. Begitulah yang dirasakan Riski Adyan Prasasti atau yang biasa dipanggil Kiki, mahasiswa teknik Lingkungan Undip angkatan 2014, dan juga seorang atlet sepatu roda.

Kiki menyukai sepatu roda sejak kecil. Kecintaanya dengan sepatu roda bermula saat Kiki kecil meminta ayahnya untuk membelikan sepatu dengan tambahan roda yang sedang booming pada saat itu hingga ayahnya membelikannya sepatu roda dengan model squad. Suatu hari, saat mengikuti jalan pagi, ia melihat beberapa orang yang sedang berlatih sepatu roda di depan Bank Indonesia. Sejak saat itu, ia sangat tertarik hingga bergabung dengan klub sepatu roda dan rajin mengikuti latihan.

Hasil ketekunannya berlatih sepatu roda tidak sia-sia. Saat ia masih bersekolah di SMP Negeri 21 Semarang, ia telah mengikuti PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur. Begitu pula saat bersekolah di SMA negeri 1 Semarang, ia bertanding dalam PON XVIII tahun 2012 di Riau hingga meraih juara 2 di nomor 300 meter dan juara 3 di nomor 500 meter. Baru-baru ini, ia juga mengikuti kejuaraan sepatu roda tingkat nasional di Jakarta. Tidak hanya itu, ia telah beberapa kali keluar negeri untuk mengikuti perlombaan ataupun pelatihan.

“Lomba tertinggi yang pernah aku ikuti adalah saat kejuaran dunia di Korea pada tahun 2011 dan di Belgia pada tahun 2013. Selain sepatu roda, aku juga pernah mengikuti kejuaraan maraton di China,” terang Kiki.

Dalam waktu dekat, ia akan kembali mengikuti ajang Pra-PON 2015 Karawang pertengahan Oktober mendatang. Sebagai persiapan, baru-baru ini Kiki mengikuti pelatihan di Taiwan bersama dengan atlet sepatu roda lainnya.

Menjadi atlet sepatu roda, ia harus rela berlatih setiap hari kecuali hari Minggu. Disela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa teknik, setiap sore ia berlatih di GOR Jatidiri. Tidak hanya itu, terkadang jika ada waktu senggang diantara jam perkuliahan, ia menyempatkan diri untuk berlatih. Ia juga pernah meminta izin untuk tidak mengikuti perkuliahan selama beberapa hari atau bahkan minggu jika harus mengikuti perlombaan ataupun persiapan lomba. Konsekuensi yang harus dihadapinya adalah mengerjakan tugas dari dosen secara pribadi dan berusaha untuk mengejar ketinggalan pelajaran. Semua hal itu dilakukannya dengan dukungan dari orang tua, keluarga, dan teman-teman yang siap membantu.

“Setelah kuliah, jujur aku semakin sulit untuk menyusun jadwal latihan. Karena jadwal perkuliahan yang terkadang tidak menentu, ataupun jadwal pelatihan dan pertandingan terkadang bentrok dengan musim ujian. Ditambah lagi dengan tugas-tugas dari dosen semakin menyita waktu,” ujar Kiki.

Namun semua kendala itu tidak berarti dibandingkan apa yang telah didapatnya melalui sepatu roda. “Sepatu roda bagiku saat ini adalah segalanya. Dengan menekuni sepatu roda, aku memiliki banyak teman, banyak sekali pengalaman yang tidak semua orang bias mendapatkanya, bahkan aku bisa memiliki uang jajan sendiri melalui prestasiku di sepatu roda. Selain itu, aku juga dipermudah saat mendaftar sekolah ataupun perguruan tinggi dengan sertifikat perlombaan dan juaraku,” jelasnya tentang arti sepatu roda dalam hidupnya.

Namun saat ditanya mengenai rencana hidup ke depan, Kiki memilih nantinya untuk berprofesi sesuai dengan program studi Teknik Lingkungan yang ditekuninya. Ia merasa sepatu roda yang telah menjadi bagian dari dirinya memiliki batasan waktu jika hanya berprofesi sebagai seorang atlet. “Karena aku juga merasa percuma jika tidak menerapkan ilmu yang aku dapat selama kurang lebih 4 tahun nantinya untuk masyarakat,” tutupnya.

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tokoh

More in Tokoh

MENGENAL SEORANG ANJANA DEMIRA LEBIH DEKAT

adminNovember 4, 2018

Mengenal Lebih Dekat Sosok Kepala Departemen Teknik Geodesi, Dr. Yudo Prasetyo, ST., MT.

adminMay 6, 2018

Sampaikan Kotak Aspirasi, Ketua BEM Undip Diberi Wejangan Bu Menteri

adminApril 10, 2018

90 Menit Bersama Jokowi dalam Dies Natalis ke-60 Undip

adminOctober 18, 2017

Prof. Sudharto P. Hadi, : Pemimpin Tidak Banyak, Merekalah yang Bisa Membagi Waktu

adminMay 31, 2017

Sosok Perempuan : Kepala Departemen Teknik Industri Undip, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si

adminApril 5, 2017