Teknik

Undip Kelola Sampah Secara Mandiri dengan TPST

Undip Kelola Sampah Secara Mandiri dengan TPST

e
Sumber gambar: Lentera HMTL

Universitas Diponegoro kembali menambahkan fasilitas penunjang kegiatan kampus, yaitu Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang resmi dioperasionalkan mulai tanggal 17 Maret 2015. TPS Terpadu ini didirikan di sebuah lahan seluas 5 hektar dengan luas bangunan 0.52 hektar di sebelah barat kampus D3 Teknik Undip. Pembangunan TPST ini bertujuan untuk mereduksi jumlah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan civitas akademik Undip dalam upaya Undip menuju EcoCampus.

Menurut Bapak Ir. Winardi Dwi Nugraha, M.Si sebagai Tim Perencanaan TPST Undip, pembangunan TPST Undip dilatar belakangi oleh banyaknya sampah dari civitas akademik yang tidak ditangani dengan benar dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Sehingga pada tahun 2013, Rektor Universitas Diponegoro saat itu Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD menginisiasi perencanaan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). “Biaya pembangunan TPST ini juga dibantu oleh beberapa perusahaan yang menerapkan CSR. Untuk biaya operasional sendiri, nantinya akan diambil dari biaya retribusi dari masing-maisng fakultas,” ujar Bapak Ir. Winardi Dwi Nugraha, M.Si

Mekanisme pengelolaan sampah di TPST dimulai dengan pengangkutan sampah yang berasal dari fakultas-fakultas di Undip ke TPST. Kemudian sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya yaitu organik dan anorganik. Sampah organik selanjutnya diproses menjadi kompos sedangkan sampah anorganik akan dijual ke pihak lain. Setiap pengelolaan sampah di TPST dihasilkan residu sampah yang tidak diolah yang akan dibawa ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Jatibarang.
Pengoperasian TPST dilakukan oleh Badan Pengelola TPST, pekerja dan volunteer dari mahasiswa Teknik Lingkungan Undip. Untuk pewadahan hingga pengangkutan sampah dari sumber dilakukan oleh masing-masing fakultas tetapi masih dalam pengawasan Tim Pengoperasional TPST. Output dari TPST adalah berupa kompos yang merupakan hasil pengelolaan sampah organik. Rencananya kompos yang dihasilkan akan diteliti kandungannnya, dikemas dan dipasarkan untuk masyarakat atau dimanfaatkan oleh Undip sendri. Sampah anorganik sementara ini bekerjasama dengan Bank Sampah Syariah untuk dijual.

Selain bangunan pengolahan sampah, TPST Undip dilengkapi dengan laboratorium. Laboratorium ini berfungsi sebagai prasarana penelitian sampah padat dan analisa kompos. Laboratorium ini menambah fungsi dari TPST, yaitu sebagai sarana edukasi. “Untuk kedepannya diharapkan TPST ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, namun juga sarana edukasi ataupun wisata bagi masyarakat, karena disekitar TPST ini telah ditanami beberapa jenis pohon,” ujar Bapak Ir. Winardi Dwi Nugraha, M.Si

Saat ini TPST telah melayani 7 fakultas di Undip dengan efisiensi 30-50%. Diharapkan TPST dapat mengelola sampah dari semua fakultas di Undip dengan efisiensi 90%. Harapan lain adalah TPST dapat mengelolaan sampah anorganiknya sehingga menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi. “Diharapkan semua komponen civitas akademik mendukung dan terbentuk sinkronisasi dengan pengoperasional TPST, sehingga TPST dapat mewujudkan upaya Undip sebagai EcoCampus” tutur Bapak Ganjar Samudro ST, MT sebagai perancang desain TPST. (Momentum/Lely&Rahma)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Kegiatan PKKMB FT Undip 2020 Secara Daring disambut Antusias oleh Mahasiswa Baru

adminSeptember 16, 2020

Sekilas Info Tentang English Day yang Diterapkan di FT

adminAugust 17, 2020

Mahasiswi FT Undip Juarai Kompetisi Debat di Malaysia

adminFebruary 5, 2019

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

adminSeptember 22, 2018

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018