Opini Publik

Keluhan Mahasiswa GKB FT

Keluhan Mahasiswa GKB FT

This slideshow requires JavaScript.


Di suatu institusi pendidikan, fasilitas merupakan kebutuhan mutlak untuk mendukung proses belajar mengajar dan riset. Hal tersebut juga berlaku bagi Universitas Diponegoro. Namun, seperti bertolak belakang dengan visi Universitas Diponegoro 2020 untuk menjadi universitas yang unggul dalam riset, fasilitas pendidikan dan riset di Universitas Diponegoro kurang diperhatikan dan keadannya cukup memprihatinkan.

Salah satu contoh kurangnya perhatian pihak universitas terhadap fasilitas kampus terjadi di Gedung C, D, E Kuliah Bersama Fakultas Teknik (GKB FT). Gedung ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar empat program studi yakni Teknik Lingkungan, Sistem Komputer, Teknik Geodesi, dan Teknik Industri. Terlihat dari jauh, cat gedung sudah terkelupas dan kusam. Bangku-bangku yang biasa digunakan mahasiswa untuk bercengkrama atau menunggu dosen pun terlihat rusak di beberapa tempat. Kamar mandi yang ada pun bisa dibilang tidak layak. Pintu kamar mandi rusak, lampu tidak bisa menyala, beberapa keran dan wastafel pun lepas, dan yang lebih miris pada salah satu kamar mandi di lantai 3 sudah tidak dfungsikan lagi dan di dalamnya terdapat banyak sampah. Bahkan pada saat hujan lebat terjadi banjir hingga air memasuki ruang kelas.

Hal yang lebih memprihatinkan terjadi pada program studi Teknik Lingkungan. Program studi ini hanya memiliki tiga kelas dan satu laboratorium. Saat ini, ketiga kelas tersebut memiliki masalah yang sama yaitu LCD/proyektor yang rusak. Ada LCD yang warna layar yang ditampilkan tidak sesuai, LCD yang tidak bisa digunakan karena kabel penghubung yang rusak, dan ada LCD yang memiliki bintik-bintik hitam pada saat digunakan. Selain itu, AC salah satu tidak menyala sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Laboratorium satu-satunya yang ada di program studi ini pun berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Beberapa peralatan yang rusak seperti oven, neraca, lemari pendingin, dan lain-lain hingga saat ini tidak diperbaiki. Beberapa tutup laci pun dalam keadaan rusak dan terlepas.

Kerusakan-kerusakan fasilitas tersebut dikeluhkan para mahasiswa mengganggu kegiatan belajar mengajar dan riset. Hal ini dirasa tidak sebanding dengan besarnya UKT yang dibayarkan. Padahal, besarnya UKT yang dibayarkan sama dengan UKT mahasiswa dari jurusan atau program studi lain. Pesatnya pembangunan di fakultas lain seperti FEB seakan berbanding terbalik dengan fasilitas yang ada di Fakultas Teknik khususnya di GKB FT. Semoga pihak universitas segera merespon hal ini dan segera memperbaiki kerusakan yang ada. Hidup Mahasiswa!

Kiriman dari Akhmad Masykur, Teknik Lingkungan angkatan 2013

 

 

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini Publik

More in Opini Publik

Kabar Terkini GKU FT

adminAugust 31, 2017

SARJANA TEKNIK ATAU INSINYUR?

adminJune 2, 2016