Seputar Tembalang

Tembalang Macet, Adakah Solusi?

Tembalang Macet, Adakah Solusi?

pakpol

Kamis (25/08/2016) pagi hari sudah terlihat penumpukan kendaraan seperti motor, mobil dan truk yang berantrian memasuki daerah Tembalang. Hal ini sudah dirasakan sejak lima tahun belakangan. Kemacetan terjadi pada titik-titik yang sering dilalui oleh masyarakat seperti Kaligambir, sebagai tempat pertemuan antara jalan Sirojudin dan Banjarsari, Timoho, Gondang Raya dan jalan raya Prof. Sudarto. Tak hanya itu, terowongan di bawah tol bahkan bundaran gerbang masuk Universitas Diponegoro juga menjadi titik kemacetan di Tembalang. Jam kemacetan terjadi ketika anak-anak dan  mahasiswa pergi ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB dilanjutkan dengan jam keberangkatan kerja pukul 07.30 WIB serta jam pulang para karyawan dan mahasiswa yaitu sekitar pukul 15.30 WIB. Bapak Pujiono yang berprofesi sebagai juru parkir di Totem (Toko Tembalang) mengatakan bahwa kemacetan membuat dirinya kewalahan untuk mengurus lahan parkir apabila ada yang ingin parkir atau keluar akibat padatnya jumlah kendaaraan.

“Kondisi jalan dan jembatan yang sempit harus dilebarkan karena tidak dapat menampung semua kendaraan yang lewat,” ujar Bapak AIPTU Mujiyono dari Polsek Tembalang yang tengah mengatur lalu lintas di pertigaan Sirojudin dan Tembalang.  Belum ada kabar lebih lanjut dari pemerintah terkait kondisi jalan tersebut. Bapak Mujiyono juga menambahkan bahwa banyaknya bangunan yang didirikan dan proses pembebasan lahan yang mahal dapat menjadi salah satu faktor pelebaran jalan sulit dilakukan.

Tak hanya polisi, anggota keamanan Universitas Diponegoro ikut andil dalam menangani kemacetan di Tembalang, khususnya pada bundaran sebagai pintu masuk kampus Undip yang setiap harinya dilalui mahasiswa. Menurut Bapak Fajar selaku anggota keamanan kampus, penyebab kemacetan ialah pengendara itu sendiri yang lalai dan tidak menaati aturan. Seperti angkot-angkot yang gemar berhenti di dekat bundaran untuk menaikan penumpang. Meskipun telah mengerahkan lima orang keamanan di lapangan, namun tak juga mengurai kepadatan. “Rambu lalu lintas diharapkan dipasang di sekitar bundaran mengingat minimnya rambu-rambu lalu lintas ketika akan memasuki kampus Undip,” ucap Bapak Fajar.

 

Kemacetan di Tembalang memang tidak separah dengan kemacetan di ibukota Indonesia. Namun, titik kemacetan yang paling parah menurut beberapa mahasiswa ialah pertigaan jembatan penghubung jalan antara Sirojudin dengan Banjarsari dimana hal itu menyebabkan ketidakteraturan arus kendaraan akibat banyaknya volume kendaraan.

“Saran saya, di sana perlu dikasih lampu lalu lintas aja sih biar teratur,” tutur Suci Ramadhani F, mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2015. (Momentum/Ardania)

[slideshow_deploy id=’3334′]

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seputar Tembalang

More in Seputar Tembalang

#DamaiItuNyata Project: Perdamaian dan Toleransi

adminNovember 30, 2017

Tentang BRT: Dampak Kecelakaan dan Peranan Undip

adminApril 23, 2017

Suasana Undip Kala Liburan

adminDecember 25, 2016

Siaga Kasus DBD di Kecamatan Tembalang : Tim PBL FKM Gandeng Himpunan Mahasiswa Sipil Undip

adminNovember 29, 2015

Angkot Kuning Undip Kini Tampak berbeda

adminSeptember 26, 2015

Amankah Kampus Tercintaku?

adminMay 24, 2015