Coretan Teknik

5 DOLANAN YANG KINI DILUPAKAN

5 DOLANAN YANG KINI DILUPAKAN

5-dolanan

Dolanan atau yang berarti mainan dalam bahasa Indonesia merupakan sebuah kata yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang anak. Seperti yang diketahui, menurut Erikson bahwa, usia 3 tahun pada anak merupakan periode pembentukan kontrol diri dengan proses interaksi anak dengan lingkungannya. Dengan demikian, diharapkan perilaku anak dapat terbentuk dengan baik dan terbiasa berani untuk bermain dengan teman sebaya tanpa didampingi orangtua meskipun tetap dalam pengawasan. Hingga akhirnya diusia 4 tahun, seorang anak mulai bisa bermain peran dengan pematangan keterampilan sosialisasi usia sebelumnya sehingga anak dapat lebih mandiri dalam melakukannya. Di tahap ini dan selanjutnyalah seorang anak mulai diperkenalkan dengan mainan atau sering disebut sebagai dolanan yang mengacu pada permainan-permainan tradisional yang akhir-akhir ini tampak memudar dilupakan tergerus arus perubahan zaman.

Seperti kita ketahui bahwa Indonesia kaya akan berbagai kebudayaan termasuk permainan-permainan tradisional, yang di zamannya pada kehidupan seorang anak, menjadi dua hal yang tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. Namun kondisinya sekarang adalah, bahwa dolanan-dolanan tersebut seakan menjadi kenangan masa lalu yang telah berlalu setelah berbagai teknologi canggih menggempur dan menggantikan dolanan masa kecil yang tak jarang kehadirannya menimbulkan suara cekikikan bocah-bocah kecil di sudut perkampungan.

Berikut adalah dolanan masa kecil yang kini telah dilupakan:

  1. Dir-diran

Dir-diran, gundu atau permainan kelereng merupakan dolanan tradisional yang mayoritas dimainkan oleh anak laki-laki. Biasanya, dolanan ini dimainkan di pelataran rumah dengan cara menyentil dir atau kelereng hingga mengenai kelereng lain yang telah disusun. Apabila mengenai kelereng yang telah disusun, maka kelereng tersebut menjadi milik si penyentil. Bagaimanapun teknik permainan ini, tetap saja akan sangat terlihat menggembirakan apabila salah seorang dari anak-anak tersebut berhasil memenangkan permainan ini.

  1. Jonjang

Jonjang merupakan salah satu dolanan yang cukup membutuhkan banyak pemain, karena akan terasa tidak mengasyikan apabila hanya dimainkan beberapa pemain saja. Ada berbagai jenis jonjang, antara lain jonjang umpet, jonjang patung, jonjang jongkok dan jonjang-jonjang yang lain. Suara riuh anak-anak yang berlarian dan berteriak-teriak membuat permainan ini menjadi sangat dirindukan.

  1. 3. Bekel

Dolanan yang sangat identik dengan anak-anak perempuan ini sangat seru dan mengasyikan. Sambil menggendong golek-golekkan kesayangan, anak-anak tersebut biasanya dengan lincah melempar bola cenil disusul beberapa bekel ke lantai yang kemudian bekel tersebut diambil satu per satu.

  1. Gobag Sodor

Dolanan yang identik dengan kecepatan berlari ini biasa dimainkan di halaman yang cukup luas. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok yang menang akan memulai permainan. Sedangkan kelompok yang kalah akan menjaga garis berbentuk kotak-kotak yang telah disiapkan  oleh para pemain. Masing-masing pemain yang berjaga di garis tidak boleh membiarkan satu pun pemain lawan lolos dari kotak-kotak tersebut.

 

 

  1. 5. Egrang

Kalian tentu mengenal dolanan yang satu ini bukan? Dolanan yang membutuhkan keseimbangan dan keterampilan pemain ini menggunakan sarana bambu setinggi oraang dewasa dengan tumpuan bambu yang dipasang 90 derajat dibagian bawah bambu yang memanjang tadi. Dolanan ini akan sangat seru apabila dimainkan dengan beberapa teman untuk diajak balap egrang.

Itulah 5 dolanan tradisional yang kini sudah terlupakan atau bahkan dilupakan dan digantikan oleh berbagai macam teknologi canggih yang ada. Tugas kita selanjutnya adalah turut melestarikan dolanan-dolanan tersebut dengan kita bermanja-manja dengan teknologi yang ada serta ikut mengawasi aktifitas anak-anak ataupun adik-adik yang kini mayoritas menggemari berbagai macam permainan online dari gadget-gadget canggih agar permainan tersebut tidak mereka salah gunakan serta masih terbatasi, dengan cara apa? Dengan peran masing-masing yang kita punyai tentu saja.

 

Muhammad Nurhuda

D3 Elektro Undip 2015

 

[slideshow_deploy id=’3342′]

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

PRIHATIN KARENA KURANGNYA EDUKASI KESELAMATAN, MAHASISWA UNDIP SOSIALISASIKAN PENTINGNYA MENGETAHUI KESELAMATAN SAAT BERADA DI KAPAL DAN TEMPAT KERJA

adminFebruary 15, 2021

Mahasiswa KKN UNDIP Penuh Ide! Sulap Sampah Plastik Jadi Alternatif Batu Bata

adminFebruary 14, 2021

COVID-19 Masih Melonjak, Mahasiswa KKN UNDIP Gencarkan Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Touchless Otomatis

adminFebruary 14, 2021

Mahasiswa KKN Undip : Masterplan “Kawasan Tangguh Covid-19” sebagai Arahan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

adminFebruary 14, 2021

Tanpa Modal, Mahasiswa KKN Undip Buatkan WebGIS Rute Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Untuk Kelurahan Kramas

adminFebruary 12, 2021

Taman Permata Tembalang – Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik Masyarakat RW 5 Kelurahan Kramas

adminFebruary 11, 2021