Prestasi

Usung Kearifan Budaya Lokal, Tim Undip Berhasil Raih Top Rank 10 dalam IDEERS, Taiwan

Usung Kearifan Budaya Lokal, Tim Undip Berhasil Raih Top Rank 10 dalam IDEERS, Taiwan

5 Mahasiswa Fakultas Teknik Undip baru saja menorehkan prestasi tingkat Internasional pada ajang Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS) di Taipei, Taiwan yang berlangsung selama 8-11 September 2016. Mereka adalah Tim Dipo Muda yang terdiri dari Muhammad Abrar Aulia (S1 Teknik Sipil), Robert Susanto (S1 Teknik Sipil), Almira Sulistiyono (D3 Teknik Sipil), Zaenal Khadidho (D3 Teknik Sipil) dan Shady Dhamar (S1 Teknik Arsitektur). Tim ini dibimbing oleh Ketua Departemen Teknik Sipil, Bapak Ilham Nurhuda, S.T., M.T., Ph.D . Tak main-main, walaupun pertama kalinya mengikuti kompetisi Internasional ini, tim delegasi Undip berhasil meraih Top 10 Excellent for Efficiency Ratio & Quake-Resistant Certificate Awards.

IDEERS itu sendiri merupakan kompetisi Internasional untuk desain dan konstruksi bangunan tahan gempa. IDEERS diselenggarakan oleh National Centre For Research On Earthquake Engineering (NCREE) bersama-sama dengan National Applied Research Laboratories (NARLabs)  dan British Council (BC). Dalam kompetisi IDEERS terdapat 3 kategori yaitu Highschool (SMA), Undergraduate (S1), dan Postgraduate (Pasca Sarjana). Kategori Undergraduate (S1) diikuti oleh 49 tim yang berasal dari Malaysia,Vietnam, Filipina, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, United Kingdom, Selandia Baru, Australia, Singapura dan Indonesia. Perwakilan Indonesia  diantaranya Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Kristen Krida Wacana.

Persiapan untuk mengikuti kompetisi Internasional ini dilakukan kurang dari 3 bulan. Pembagian tugas kepada masing-masing mahasiswa diberikan sesuai skill  dan proporsi yang rata, sehingga memudahkan kerja tim. Hal yang menarik, model prototype yang dirakit tim Undip mengusung tema kearifan lokal dengan memasukan unsur budaya Indonesia berupa Rumah Adat Nias bernama Omo Hada. Seperti diketahui , bahwa Rumah Adat Nias adalah rumah adat yang tahan akan gempa. Gagasan tersebut terinspirasi dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang baru saja dilakukan Shady Dhamar (S1 Teknik Arsitektur)  di Nias, Sumatera Utara.

“Tantangannya, karena Undip debutan, jadi belum ada patokan harus bagaimana. Kami Tim Dipo Muda berusaha semaksimal mungkin memahami ketentuan teknis panitia dan mempelajari model bangunan dari perwakilan Indonesia yang sudah pernah mengikuti kompetisi ini,” ujar Muhammad Abrar Aulia selaku perwakilan tim delegasi Undip pada IDEERS 2016.

Mekanisme dari kompetisi ini yaitu, pertama tahap perakitan selama maksimal 6 jam, kedua pemaparan konsep desain, ketiga pemeriksaan kesesuaian dimensi oleh juri serta keempat pengujian gempa di atas meja getar dengan pembebanan 250 gal, 400 gal, 500 gal, 600 gal, 700 gal dan 800 gal. Penghargaan Quake-Resistant Certificate Awards diberikan untuk prototype yang mampu melewati pembebanan 400 gal. Penghargaan Excellent for Efficiency Ratio diberikan pada 10 prototype terbaik yang mampu melewati pembebanan 600 gal. Tim Undip akhirnya memperoleh peringkat 10 untuk Excellent for Efficiency Ratio & Quake-Resistant Certificate Awards setalah Omo Hada dapat bertahan pada pengujian terakhir yaitu pada 800 gal.

(Momentum/Ardining)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

Berpertasi dan Mengabdi Kepada Masyarakat:Mitigasi dengan Virtual Reality

adminNovember 25, 2020

Prestasi Mahasiswa Teknik Industri dalam Inovasi Produk Ergonomi

adminNovember 25, 2020

Undip Berlaga di PIMNAS 33

adminNovember 13, 2020

Si Emas dari Bali

adminOctober 23, 2020

Mengukir Prestasi Lewat Karya Tulis

adminOctober 9, 2020

NGOBROL SEPUTAR MAHASISWA BERPRESTASI BARENG AMANDA MARGARETH

adminSeptember 25, 2020