Pojok Semarang

Pojok Semarang : Wisata Goa Kreo, Uluwatu ala Semarang

Pojok Semarang : Wisata Goa Kreo, Uluwatu ala Semarang

This slideshow requires JavaScript.

Panas dan kemacetan ibu kota sering dirasakan masyarakat Kota Semarang akhir-akhir ini. Ditambah dengan volume kendaraan yang melimpah diproduksi massal, kepenatan tersebut membuat masyarakat membutuhkan tempat untuk refreshing baik untuk diri sendiri ataupun quality time dengan keluarga.

Goa Kreo merupakan goa yang terbentuk oleh alam dan menjadi salah satu destinasi tepat untuk melepaskan kepenatan khususnya yang bertempat tinggal di kota Semarang. Goa Kreo berada di tengah waduk Jatibarang, sebuah bendungan yang membendung sungai kreo. Selain untuk mengatasi masalah banjir, waduk ini juga menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang. Waduk Jatibarang ini berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Semarang, menjaga ketersediaan air minum, dan sebagai pembangkit tenaga listrik. Goa Kreo terlihat semakin menarik dengan adanya pemandangan waduk tersebut.

Kawasan wisata lokal yang mulai ramai pengunjung ini terletak di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Hal yang menarik yang dapat dijumpai disana adalah kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang cukup jinak dan dapat bergaul dengan para pengunjung. Namun pengunjung pun disarankan untuk berhati-hati apabila membawa makanan karena akan memikat kedatangan para monyet ke arah pengunjung. Tak hanya itu, monyet yang berkeliaran ternyata merupakan icon ­legenda Goa Kreo.

Sejak mengalami renovasi besar – besaran, Goa Kreo dan Waduk Jatibarang mengalami kenaikan pengunjung baik lokal maupun luar Semarang. Suasana tempat wisata ini dibuat nyaman dan indah oleh pemerintah setempat. Untuk mencapai lokasi goa, terdapat warung-warung yang menjual makanan dan minuman khas Goa Kreo, seperti gethuk kecok yang berbahan baku singkong, gula jawa dan kelapa serta jus tape yang ditawarkan pedagang ketika pengunjung pertama kali memasuki kawasan wisata. Seusai melewati arena kuliner, pengunjung harus melewati jembatan sambil menikmati keindahan Waduk Jatibarang. Sekilas, perjalanan menuju goa dengan ditemani oleh kera yang bebas berkeliaran ini mirip lokasi wisata di Uluwatu, Bali.

Sekarang, tak perlu lagi menunggu libur panjang untuk merasakan wisata Uluwatu, Bali. Cukup melakukan perjalanan 40 menit menuju ke Goa Kreo dari Tembalang. Sensasi dan suasana yang hampir mirip dengan Uluwatu ini dapat dirasakan hanya dengan membayar Rp 3.500,-. Tempat wisata ini beroperasi pada pukul 06.00 -18.00 WIB.

”Tau Goa Kreo sebenarnya udah lama, sejak menjadi mahasiswa baru di Undip. Menurut saya Goa Kreo menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan di Semarang. Tempatnya bagus, rapi, lalu monyetnya juga banyak. Sangat disarankan untuk mahasiswa yang mungkin penat akan kehidupan kampus. Selain lokasinya yang dekat, tiketnya pun tergolong murah,” ujar Aldo Alkautsar, mahasiswa S1 Teknik Geologi angkatan 2013 yang juga merupakan salah satu pengunjung Goa Kreo. (Momentum)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pojok Semarang

More in Pojok Semarang

Semakin Mendunia, Kampung Pelangi Semarang Terus Berbenah Diri

adminSeptember 6, 2017

Pawai Perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-420

adminMay 9, 2017

Kemenangan Sementara Masyarakat Kendeng Lawan Pabrik Semen

adminJanuary 18, 2017

Pabrik Semen Awal Duka Masyarakat

adminJanuary 13, 2017