Event

Klarifikasi Masalah “Garudaku Kafir”

Klarifikasi Masalah “Garudaku Kafir”

Jumat (19/5/17), telah diadakan konferensi pers mengenai spanduk provokatif yang dipasang di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip. Konferensi ini berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Undip yang dimulai pukul 10.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Undip, Dekan FISIP, Wakil Dekan 3 FISIP, Kapolda Jateng, LPM dari berbagai fakultas di Undip dan media massa nasional.

Acara ini dimulai oleh Prof. Muhammad Zainuri selaku Wakil Rektor Undip dengan membacakan press release yang terdiri dari lima poin terkait sikap dan tindakan dari Undip mengenai permasalahan tersebut. Secara garis besar lima poin tersebut menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan inisiatif pribadi dan secara ilegal atau tidak melalui prosedur yang seharusnya. Mahasiswa yang terkait juga telah menyatakan penyesalan dan tidak ada niat menggunakan simbol negara secara tidak proporsional.

Menurut Wakil Rektor 1 gambar tersebut diambil dari sosial media yang kemudian dimodifikasi. “Awalnya, mahasiswa mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi sumbangan pemikiran terhadap keutuhan NKRI dan kebhinekaan yang ada di indonesia. Awalnya merupakan menarik perhatian peserta untuk mengikuti kegiatan, namun tersusun dalam bentuk poster yang provokatif. Atas nama Universitas Diponegoro kami mohon maaf jika menimbulkan interprestasi yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurut Ace Rahmat selaku Ketua Senat Mahasiswa FISIP, dalam penyebaran poster memang menyalahi aturan dari prosedur alur publikasi kegiatan kemahasiswaaan di FISIP. “Kami dari Senat Mahasiswa FISIP punya prosedurnya, aturannya setiap pemasangan poster, pamflet dan lain-lain itu harus melalu ijin dari Senat FISIP. Ada tata caranya, nah pemasangan pamflet ini tanpa seizin dari Senat FISIP sehingga kami nyatakan ini ilegal,” ujar Ace.

Wakil Rektor 1 menambahkan bahwa kegiatan seminar tersebut merupakan kegiatan yang bertujun untuk kontribusi terhadap hari kebangkitan nasional. Awalnya kegiatan ini akan diselenggarakan 20 Mei 2017. Akan tetapi hal ini masih wacana dan belum termasuk ke dalam kalender acara di FISIP.

Untuk pemrosesan mahasiswa terkait, Wakil Rektor mengatakan pihak universitas masih melakukan evaluasi terhadap kepastian yang sebenarnya dari kejadian tersebut dan untuk oknum-oknumnya masih belum bisa disebutkan untuk menahan terbentuknya opini-opini baru. Undip juga menghormati jika proses hukum dilakukan. “Jika pemeriksaan dilakukan oleh aparat hukum maka yang mengikuti pemerikasaan tersebut merupakan warga negara Indonesia yang melakukan kesalahan bukan sebagai mahasiswa Undip, kami dari pihak universitas menghormati proses hukum,” sambungnya.
(Momentum/Lativa)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

Buruh dan Tuntutan Rakyat

adminMay 2, 2019

Kembali Menjadi Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H.,M.Hum Targetkan Undip Masuk 500 Besar World Class University

adminApril 30, 2019

Melihat Paus di Pantai Marina

adminApril 29, 2019

POR Teknik 2019 Telah Dibuka

adminApril 23, 2019

GRAND FINAL BATIK IN CAMPUS 2018

adminOctober 22, 2018

STERIL 2018: Milenia Klasika

adminOctober 2, 2018