Teknik

PESTA PENDIDIKAN

PESTA PENDIDIKAN

 

Rabu, 18 Oktober 2017 telah dilaksanakan diskusi Pesta Pendidikan bertempat di pelataran Student Center yang diselenggarakan oleh BEM FT Undip dan dihadiri oleh BEM Undip yang diwakilkan oleh Aang Munawar, perwakilan dari organisasi-organisasi intra kampus, serta golongan-golongan ekstra kampus. Forum yang dihadiri sekitar 40 mahasiswa ini berlangsung dari pukul 15.30 sampai dengan 20.30 WIB dan membahas tentang isu pendidikan yang sedang diresahkan oleh warga Undip dan menjadi wadah penampungan aspirasi mahasiswa serta tempat untuk mencari solusi terkait yang dapat dilakukan oleh mahasiswa.

Awalnya sempat terbahas sedikit mengenai aksi nasional yang akan dilakukan oleh BEM Undip, tapi ada beberapa peserta diskusi tidak mendukung aksi nasional dan kemudian sepakat untuk membahas isu internal kampus yang sedang menjadi keresahan mahasiswa belakangan ini, yaitu mengenai UKT dan SPI. Beberapa hal yang diresahkan berkaitan dengan UKT dan SPI ini meliputi transparansi UKT dan SPI, pengajuan penurunan UKT dan SPI, dan masalah terkait UKT semester 9.

 

Beberapa Ketua BEM dari masing-masing fakultas yang datang telah memaparkan masalahnya dan hal-hal yang telah dilakukan sepeti berkali-kali menemui pihak Dekanat dari masing-masing fakultas tetapi belum membuahkan hasil. Pun begitu yang telah dilakukan oleh BEM Undip setelah melaksanakan aksi penurunan UKT pada April 2016 lalu, BEM Undip mengalami kesulitan ketika sampai pada tahap menemui pihak rektorat sehingga sampai sekarang belum membuahkan hasil. Memang dari beberapa pemaparan tersebut kendala terbesarnya ada di pihak Rektorat, dan Dekanat tidak mempunyai wewenang mengenai UKT dan SPI. Namun, berkaca dari beberapa universitas lain yang berhasil mengajukan banding UKT, masalah yang ada di Undip yaitu tentang konsistensi. Menurut perwakilan BEM FEB, mahasiswa-mahasiswa dari Universitas lain berhasil menurunkan UKTnya karena adanya konsistensi dalam berusaha menemui pihak rektorat dan tidak berhenti di tengah jalan.

Sempat terlontar untuk melakukan aksi setelah diskusi ini, tetapi beberapa pihak kurang setuju karena kurang efektif. Perwakilan dari FakultasHukum meyarankan untuk mengajukan tuntutan melalui jalur hukum karena pihak rektorat tidak akan melakukan tindakan tanpa adanya SK Rektor yang berkaitan. Dari FEB juga menyarankan untuk mencari solusi pengganti untuk SPI jika kita menuntut untuk dihapuskan.

Diskusi ini belum menemukan solusi yang tepat dan tidakan apa yang akan diambil sehingga akan diselenggarakan lagi diskusi berikutnya oleh BEM Undip yang dibantu oleh rekan-rekan dari Bidang Sospol BEM-BEM Fakultas. El, Kabid Sospol BEM FT, berharap di diskusi-diskusi selanjutnya akan lebih banyak lagi mahasiswa yang datang dari semua fakultas dan jurusan untuk memberikan pendapat-pendapatnya dan bersama-sama mencari solusi mengenai masalah ini. (Momentum/Isna Izzati Hafidh)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

adminSeptember 22, 2018

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

adminMarch 26, 2018