Teknik

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

Semarang, Momentum – Laboratorium bukanlah fasilitas yang asing bagi sejumlah mahasiswa, termasuk mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Melalui kegiatan praktikum yang dilaksanakan di laboratorium, mahasiswa dapat mengetahui bagaimana teori-teori yang didapatkan di ruang kelas dapat diimplementasikan dalam praktik di dunia kerja mereka nanti.

Oleh karena itu, Rabu (21/03/2018) LPM Momentum FT Undip mencoba menemui Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan Dekanat Fakultas Teknik untuk mencari tahu mengenai rencana pembangunan laboratorium terpadu. Bayu Prasetyo, S. Kom selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan membenarkan adanya rencana untuk membangun laboratorium terpadu dalam waktu dekat. Beliau pun menjelaskan bahwa laboratorium terpadu ini merupakan laboratorium yang dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa Fakultas Teknik tanpa terbatas oleh disiplin ilmu.

Bayu Prasetyo, S. Kom, yang akrab disapa Pak Bayu, menerangkan bahwa laboratorium terpadu merupakan bagian dari Masterplan FT Undip dan ide pembangunannya telah dicetuskan sejak tahun 2016. Alasan dibangunnya laboratorium ini yaitu untuk meningkatkan ”harga jual” lulusan Fakultas Teknik Undip. Beliau beranggapan bahwa apabila mahasiswa Fakultas Teknik Undip hanya dibekali kemampuan keteknikan umum, maka mereka akan kalah saing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain, tak hanya perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga perguruan tinggi luar negeri, mengingat adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), karena mereka pun dibekali dengan kemampuan keteknikan. Beliau menganggap laboratorium terpadu ini merupakan salah satu sarana mahasiswa FT Undip untuk menambah skill pada disiplin ilmu di luar jurusan mereka agar dapat bersaing di pasar global.

“Di era global (saat ini), kalau kita bermain single, kita kalah. Kita bermainnya harus global juga,” tambah Pak Bayu saat ditemui di kantornya pada Rabu (21/03/2018).

Laboratorium terpadu ini nantinya akan dibagi menjadi laboratorium pendidikan dan pengabdian yang akan berlokasi di belakang gedung Departemen Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Laboratorium pendidikan telah mendapat dana sejumlah Rp.5.000.000.000 (lima miliar rupiah), sementara untuk laboratorium pengabdian masih dalam tahap pencarian dana dengan jumlah Rp.7.000.000.000 (tujuh miliar rupiah). Nantinya, seluruh departemen dapat saling memanfaatkan alat-alat dari departemen lain untuk kegiatan pembelajaran.

Untuk pembangunan laboratorium ini, FT akan melakukan lelang untuk mencari kontraktor yang bersedia membangunnya. “Kalau kontraktornya, nanti kita cari lewat prosedur lelang karena pembangunan dengan dana di atas 200 juta (rupiah) harus melewati prosedur ini. Kita tidak mau menyalahi prosedur,” jelas Pak Bayu. Sebelum pembangunan gedung laboratorium dimulai, akan diadakan sebuah sosialisasi untuk memperkenalkan laboratorium terpadu ini kepada warga Fakultas Teknik. Selain itu, penyediaan alat pun akan didahulukan untuk mencegah tertundanya kegiatan belajar mengajar. Pembangunan laboratorium terpadu ditargetkan untuk dimulai tahun ini dan selesai pada tahun 2019.

Selain untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, laboratorium terpadu juga hadir untuk membantu mewujudkan visi Undip untuk menjadi universitas riset pada tahun 2020. Diharapkan, semua riset, penelitian pengabdian, produk, dan paten dapat lahir dari sini. Nantinya, laboratorium ini akan dibuka selama 24 jam, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkannya kapan saja tanpa terbatas oleh waktu.

Menurut Pak Bayu, kendala yang sempat dihadapi adalah adanya beberapa departemen di Fakultas Teknik yang masih menganggap bahwa setiap departemen memiliki kegiatan yang berbeda-beda dan tidak bisa disatukan di sebuah tempat yang sama. Oleh karena itu, pihak Dekanat akan berusaha menjelaskan kembali mengenai laboratorium terpadu kepada seluruh departemen dan segera menjalankan sistem laboratorium.

“Kalau sistem dan gedung (laboratorium terpadu) sudah ada, otomatis nanti ‘benturan-benturan’ ini akan hilang dengan sendirinya, karena yang berbicara adalah sistem,” tutur Pak Bayu.

Harapannya, laboratorium terpadu di Fakultas Teknik Undip tak hanya memfasilitasi mahasiswa FT Undip untuk menjadi lulusan yang memiliki nilai plus dan mampu bersaing di pasar global, tetapi juga mampu menghilangkan sekat antar departemen di Fakultas Teknik, sehingga mahasiswa yang berbeda departemen tak hanya dapat berinteraksi melalui organisasi kemahasiswaan, tetapi juga melalui kegiatan belajar mengajar di laboratorium terpadu. (Zakiya dan Natasha/Momentum)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018

Desa Binaan Sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa

adminMarch 26, 2018

SURVEY KEBUTUHAN FAKULTAS TEKNIK

adminMarch 18, 2018

Aplikasi “FT Undip Mobile” Siap Diluncurkan

adminMarch 16, 2018

BEM FT dan SM FT 2018 akan Menyelesaikan UKT Semester 9

adminFebruary 15, 2018