Event

Press Release Delegasi Universitas Diponegoro untuk London International Model United Nations 2018

Press Release Delegasi Universitas Diponegoro untuk London International Model United Nations 2018

Lima mahasiswa Universitas Diponegoro baru saja ikut serta dalam London International Model United Nations 2018 (LIMUN). Acara tersebut merupakan sebuah kompetisi yang dilaksanakan dalam bentuk simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setiap tahunnya, LIMUN Foundation, yang merupakan organisasi penyelenggara LIMUN, mengadakan acara ini dengan tempat pelaksanaan yang tidak tetap. Pada tahun 2018, LIMUN dilaksanakan di Imperial College London, pada tanggal 23–25 Februari 2018. LIMUN Foundation mempertahankan acara besar ini untuk mendorong empati, pemahaman tentang hubungan internasional, pengetahuan tentang PBB, serta menanamkan semangat kerja sama internasional di antara para pemuda-pemudi.

Melalui organisasi mahasiswa berstatus Badan Semi Otonom (BSO) yang disebut Diponegoro Model United Nations Society (DMS), para mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi anggotanya diakomodasi  menjadi delegasi Universitas Diponegoro untuk LIMUN setiap tahunnya. Adapun delegasi tahun 2018 ialah: (1) Aribella Samudra Pamungkas dari Fakultas Teknik; (2) Dzulfiqar Fathur Rahman dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; (3) Kessy Abreka BR Sembiring dari Fakultas Teknik; (4) Keva Anelka Rijkers dari Fakultas Hukum dan (5) Titisari Wardani dari Fakultas Kedokteran. Pengiriman delegasi yang secara rutin dilaksanakan oleh DMS dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan, akademis maupun nonakademis. Di samping itu, pemberangkatan delegasi ini untuk memperluas cakupan DMS dalam membangun jaringannya dengan mitra di luar negeri.

Masing-masing dari kelimanya ikut serta dalam lima komite terpisah. Namun demikian, bentuk kegiatan dan kompetisi yang ditempuh serupa. Yang dilakukan dalam komite mencakup pidato, debat, diplomasi, diskusi, negosiasi, serta penulisan draft dokumen resolusi. Tidak kalah penting, terdapat rangkaian acara yang mewadahi kebutuhan sosial para peserta untuk saling mengakrabkan diri di luar sesi sidang.

Setelah berkompetisi dengan mahasiswa-mahasiswi dari negara lain selama tiga hari, salah satu dari mereka, yaitu Dzulfiqar Fathur Rahman, berhasil meraih penghargaan yang disebut Diplomacy Award atau sejajar dengan posisi pertama dalam lomba pada umumnya. Dzulfiqar merupakan delegasi yang berperan sebagai Duta Besar Republik Uganda untuk Komite Hukum atau Komite Ke-6 dari Sidang Umum PBB. Pengumuman penghargaan ini sekaligus mencukupkan rangkaian acara LIMUN 2018.(AIESEC)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

Rutinitas Aksi Buruh, Didengarkah oleh Pemerintah?

adminMay 6, 2018

Catatan Najwa : “Pilihlah Aku Jadi Calegmu” Pemimpin, Politisi, Dan Kebijakan Student Loan Di Mata Menteri

adminApril 21, 2018

Pembukaan POR Teknik

adminApril 20, 2018

Diskusi UKT, Mahasiswa Undip Sepakat Bergerak

adminApril 17, 2018

Aksi Mengedukasi Kebijakan Student Loan

adminApril 14, 2018