Event

Teatrikal Pocong dalam Aksi Penuntutan Mahasiswa Terhadap Revisi UU MD3

Teatrikal Pocong dalam Aksi Penuntutan Mahasiswa Terhadap Revisi UU MD3

Semarang, Momentum-  Pocong terebut merupakan teatrikal yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di depan Gedung DRPD Jawa Tengah Jalan Pahlawan No.7 pada Jumat, 9 Maret 2018. Teatrikal tersebut dilakukan sebagai simbolis matinya demokrasi dan lembaga legislatif yang dinilai sudah tidak sejalan lagi dengan konstitusi Indonesia.

Aksi dan teatrikal tesebut menyikapi UU MD3 yang dirasa semakin meresahkan masyarakat. Dimulai dengan pengumpulan masa di kampus Undip Pleburan Jl. Imam Bardjo No.2. Sejumlah 80 mahasiswa berangkat dari kampus Undip Pleburan pada pukul 14.00 WIB menuju gedung DPRD Jawa Tengah untuk menuntut sikap DPRD mengenai perubahan pasal UU MD3 yang dianggap memperkuat lembaga legislatif itu sendiri. “Aksi ini memang sudah lama direncanakan khususnya oleh BEM Undip itu sendiri, menyikapi adanya perubahan UU MD3, sebelumnya memang kami sudah melayangkan surat kepada DPRD namun sampai saat ini belum ada sikap sama sekali. Kami sudah berkoordinasi dengan semua organisasi baik BEM dan Ekstra Gerakan Mahasiswa yang lain untuk melakukan aksi ini. Aksi ini menunjukkan bahwa kami sebagai mahasiswa juga resah dan tidak tinggal diam mengenai UU MD3 ini,” ujar Presiden Mahasiswa BEM Undip, Abdurrohman Hizbulloh.

Dimulai dengan orasi oleh sejumlah mahasiswa untuk menuntut lembaga legislatif mempertimbangkan kembali perubahan Pasal UU MD 3. Namun, orasi tersebut tidak dihiraukan sama sekali oleh pihak DPRD. Beberapa mahasiswa menuntut perwakilan DPRD untuk keluar menemui masa. Namun, sayangnya semua anggota DPRD pada saat itu sedang tidak ada di Gedung DPRD Jawa Tengah. Karena tidak percaya dengan penjelasan dari pihak kepolisian, 3 mahasiswa (Abdurrahman, Ken Bimo, dan Helmi) memaksa untuk mengeceknya ke dalam gedung. Dan memang benar, tak ada satupun anggota DPRD yang ada di kantor. “Beberapa anggota sedang ada kegiatan BINTEK di Magelang selama lima hari dan beberapa ada temu partai, saya tidak bisa menemui masa karena dalam hal ini bukan ranah saya untuk menemui masa, saya bisa terkena teguran jika melanggar SOP yang sudah dibuat,” ujar Ibu Utami selaku Staff Humas DPRD.

Beberapa mahasiswa tersebut tidak percaya begitu saja, alhasil satu persatu ruang DPRD pun dicek apakah benar semua anggota DPRD tidak ada. Memang benar, semua ruangan baik ruang petinggi DPRD dan ruang komisi kosong tidak ada seorang pun. Namun, mahasiswa tersebut kembali menanyakan alasan ketidak hadiran semua anggota DPRD di hari kerja. Alih-alih masih tidak puas dengan hasil tersebut dan tidak mau keluar dengan tangan kosong, mahasiswa tersebut tetap memaksa Staff Humas DPRD untuk keluar dan menjelaskan secara langsung kepada masa. Sempat muncul perdebatan di dalam kantor DPRD, dengan penjagaan kepolisian akhirnya bisa diselesaikan secara baik-baik. “Mas, tadi sudah dijelaskan baik-baik bahwa semua anggota DPRD tidak ada di kantor hari ini dan semua sedang ada kegiatan di luar, jadi percuma kalau mau memaksakan untuk menemuinya. Dan Ibu Utami sendiri tidak mempunyai kewenangan untuk menemui masa. Dari pada lama-lama disini mending kita keluar kasihan masa yang diluar,” ujar Pak Murdiyanto selaku anggota Kepolisian RI.

“Memang benar, semua anggota DPRD sedang berada di luar kota dan berangkat tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, dan tadi pagi pun masih sempat bersepeda dengan saya. Sebenarnya ini sedang dalam masa reses tertanggal sampai 10 Maret 2018. Jadi ya kalian sulit kalu mau menemui anggota DPRD di kantornya karena masa reses baru kelar besok pagi,” jelas Pak Suryanto selaku Sekwan DRPD Jawa Tengah.

Masa di luar gedung telah melakukan teatrikal dengan menggantungkan pocong tepat di pagar Gedung DPRD Jawa Tengah dan melemparinya dengan air berwarna merah. Karena memang tidak ada DPRD yang bisa ditemui, akhirnya mahasiswa mengakhiri aksi tersebut dengan membakar pocong di tengah jalan sebagai simbol matinya hati nurani anggota dewan terhadap demokrasi dan sontak membuat lalu lintas macet. Namun sejumlah mahasiswa akan kembali melakukan aksi demi terwujudnya keadlian demokrasi di Indonesia. “Setelah ini, akan ada aksi kembali hari Senin tangal 12 Maret 2018, karena jika tidak dan melewati tanggal tersebut berarti Revisi UU MD3 dinyatakan disahkan karena telah melebihi waktu satu bulan,” ujar Presiden Mahasiswa BEM Undip, Abdurrohman Hazbulloh. (Momentum/Muhammad Fathan)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

More in Event

GRAND FINAL BATIK IN CAMPUS 2018

adminOctober 22, 2018

STERIL 2018: Milenia Klasika

adminOctober 2, 2018

DIBALIK LAYAR AKSI TUGU RAKYAT

adminAugust 16, 2018

Mozaik ODM Undip 2018 disaksikan Menteri RI

adminAugust 15, 2018

Dua Menteri Tutup Orientasi Diponegoro Muda 2018

adminAugust 13, 2018

Menilik Kegiatan Orientasi Mahasiswa Muda Fakultas Teknik Tahun 2018

adminAugust 11, 2018