Teknik

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bahas Poin Penting Juknis

Semarang, Momentum – Jum’at (21/09/2018) Komisi Pemilihan Raya (KPR) Fakultas Teknik mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) Pemira FT 2018. RDP kali ini diadakan di Pelataran Masjid Baitul Ilmi FT dan dimulai pada pukul 19.32 WIB. Mengundang ketua Lembaga yang ada di FT dengan diawali pembacaan poin-poin Juknis yang akan dibahas oleh Ketua KPR.

Menurut Hakimah Nur Yusfa pembahasan Juknis hanya akan berpusat pada poin-poin yang dipaparkan oleh Ketua KPR. Hal ini dikarenakan Juknis tahun 2018 tidak jauh berbeda dengan Juknis tahun 2017 yang telah disesuaikan dengan Perma Pemira tahun ini. Hal tersebut juga telah disahkan dan tidak banyak perubahan. Pembahasan akan lebih mengarah pada bagian persyaratan bakal calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT 2018 serta lebih ditekankan di kontrak politik.

Beberapa tanggapan dilontarkan oleh para Ketua Lembaga mengenai persyaratan bakal calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT 2018. Salah satunya pada poin ke 10 memiliki penambahan yaitu mengenai dukungan mahasiswa FT yang dibuktikan dengan fotocopy KTM dan ditanda tangani oleh pemilik KTM. Selain itu juga disertai pemberian stempel cap oleh Ketua Himpunan. Hal tersebut memunculkan sedikit perdebatan mengenai stempel cap. Hingga akhirnya disepakati bahwa pemberian stempel cap lebih mengarah ke etika dari bakal calon untuk meminta izin kepada jurusan-jurusan yang ada di FT.

Selain itu, muncul perdebatan apabila tidak ada yang menyalonkan untuk menjadi calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT dalam waktu yang telah ditentukan. Jika hal tersebut terjadi maka akan diadakan Kongres Mahasiswa FT. Hal lainnya adalah pada timeline Pemira yang ditetapkan oleh KPR perlu dilakukan pertimbangan lagi karena pada awal Oktober mahasiswa FT mengikuti UTS dan ditakutkan mengganggu UTS.

Beberapa poin Juknis juga ada penambahan yang akan didiskusikan lebih lanjut oleh KPR untuk direvisi setelah RDP ini. Selain itu, ada beberapa kesalahan tulis tahun yang masih tahun 2017 dan akan revisi lagi oleh KPR sebelum pengesahan Juknis ini. “Nanti kita bahas lagi untuk Juknisnya kan sudah dibahas di RDP, kalau sudah jadi akan di share lagi ke ketua Lembaga. Lalu sidang pleno dan disahkan,” ujar Hakimah Nur Yusfa selaku Ketua KPR. (Momentum/Galih dan Hafidh)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik

More in Teknik

FORMAT: Indonesia Kekurangan Insinyur

adminSeptember 8, 2018

Kaderisasi Ideal, Menciptakan Kebersamaan

adminJuly 25, 2018

Kemeriahan Verifikasi MABA

adminMay 13, 2018

SETELAH VAKUM 4 TAHUN, POR TEKNIK KEMBALI LAGI

adminApril 13, 2018

Laboratorium Terpadu, Pabrik yang Unggul untuk Produk yang Unggul

adminMarch 26, 2018

Desa Binaan Sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa

adminMarch 26, 2018