pemiraft

Kampanye di Teknik Geodesi – Kampanye Berjalan Tidak Efektif

Kampanye di Teknik Geodesi – Kampanye Berjalan Tidak Efektif

 

Semarang, Momentum – Rabu (31/102018) Kampanye calon Ketua dan Wakil BEM FT 2019 telah memasuki kampanye ke-9 yaitu di Teknik Geodesi. Kampanye dilaksanakan di Selasar Gedung C, Gedung Kuliah Bersama Undip. Acara kampanye ini dimulai pukul 16.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa aktif Teknik Geodesi dari beberapa angkatan yaitu 2018,2017,dan 2016. Namun, kampanye tidak dihadiri oleh mahasiswa aktif diatas 3 angkatan tersebut.
Kampanye diawali dengan perkenalan dari kedua paslon serta pemaparan visi misi yang dibawa oleh kedua paslon. Setelah pemaparan visi misi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan mahasiswa Teknik Geodesi. Sesi tanya jawab ini dibagi menjadi dua sesi, antusias mahasiswa Teknik Geodesi sangat tinggi dibuktikan dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan kepada paslon. Namun di sela – sela acara, mahasiswa 2018 dibubarkan oleh mahasiswa angkatan sebelumnya karena kampanye ini dirasa kurang efektif dengan hadirnya tiga angkatan yang seharusnya dihadiri oleh mahasiswa aktif Teknik Geodesi dari semua angkatan.
Mahasiswa 2018 dibubarkan karena pembahasannya sudah menyangkut mengenai sterilisasi sehingga audiens kampanye pun kurang memenuhi kuota dan panitia tetap melanjutkannya. “Dari kita sendiri sudah mengusahakan untuk mengundang angkatan di atas 2016, mungkin mereka ada urusan yang lebih penting. Kita sudah mengfollow up dari hari sebelumnya terutama oleh KPR dari Geodesi sendiri,” ujar Hakimah, selaku ketua KPR. Menurut Sentanu Aji, selaku Ketua Himpunan. Seharusnya panitia yang mempersiapkan acaranya dan menghubungi orang-orang yang hadir di dalamnya bukan dari internal Geodesi sendiri. Untuk teknis pelaksanaannya, kampanye ini masih kurang dari segi sound system, penyampaian, dan masih perlu evaluasi. “Panitia kalau sudah ada human error, nanti bawaannya pemira menjadi tidak kondusif,” ujar Sentanu.
Harapan dari Ketua Himpunan untuk Teknik Geodesi terhadap paslon yang terpilih “Feedback ke Teknik Geodesi itu kita nggak butuh konsep, teori seperti visi misi yang telah disampaikan tadi. Jika pelaksanaannya tidak sesuai, buat apa visi misi dan kita hanya ingin aksi nyatanya. Harapan untuk keseluruhan, pertama dan yang utama adalah mengenai kaderisasi. Kita itu di Teknik, itu budaya kita dan membuat kita berkembang yang perlahan itu pudar. Selain itu, untuk pelayanan mahasiswa lama seperti pelatihan khusus karena pelayanan BEM atau HM yang banyak melayani mahasiswa tingkat lanjut,” ujar Sentanu. (Momentum/Galih)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pemiraft

More in pemiraft

Teknik Perkapalan Jadi Penutup Kampanye

adminNovember 16, 2019

Kampanye di Arsitektur: Terbatasnya Durasi Kampanye

adminNovember 16, 2019

Hasil Survei Popularitas dan Elektabilitas Calon “Pemimpin” Fakultas Teknik

adminNovember 16, 2019

Kampanye Teknik Geodesi Akhirnya Hanya Dihadiri Dua Angkatan

adminNovember 15, 2019

Kampanye di Elektro: Kolaborasi Masih Dipertanyakan

adminNovember 14, 2019

Kampanye di Teknik Geologi: HMTG Magmadipa sebagai Ancaman, Musuh, atau Partner

adminNovember 13, 2019