Opini

Menindaklanjuti Masa Studi Perguruan Tinggi

Menindaklanjuti Masa Studi Perguruan Tinggi

Semarang, Momentum- Tahun 2014 lalu, muncul kebijakan dari pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Sempat menjadi bahasan yang cukup panas, karena isi peraturan tersebut mengatur lamanya masa studi di perguruan tinggi. Sesuai dengan Permendikbud No.49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pada Pasal 17 Ayat 3 Huruf C menyatakan bahwa lama masa studi untuk program diploma tiga selama 3 (tiga) sampai 4 (empat) tahun. Sedangkan, pada Pasal 17 Ayat 3 Huruf D menyatakan bahwa lama masa studi untuk program diploma empat dan program sarjana selama 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun. Dengan keluarnya peraturan tersebut, banyak pihak yang merasa dirugikan khususnya mahasiswa itu sendiri. Karena, peraturan tersebut dianggap menutup peluang mahasiswa untuk aktif berorganisasi di lingkungan kampus.

“Dengan keluarnya peraturan tersebut, menurut saya mahasiswa yang aktif di organisasi atau terjun ke dunia wirausaha akan sulit untuk mengembangkan soft skillnya. Harus ada beberapa pertimbangan mengenai masa studi tersebut,” ujar Ahmad Izzudin, MWA UM Universitas Diponegoro.

Banyak univeritas yang melakukan sosialisasi tentang Permendikbud No.49 Tahun 2014. Namun, ada beberapa yang menjadi pertentangan oleh pihak universitas mengenai dikeluarkannya peraturan tersebut. Sehingga, banyak mahasiswa yang belum mengetahui tentang lamanya masa studi karena peraturan tersebut dianggap belum jelas. Menindaklanjuti Permendikbud No.49 Tahun 2014, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenridtekdikti) mengeluarkan Permenristekdikti No.44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Ada beberapa perubahan yang dianggap sangat vital, salah satunya mengenai perubahan lama studi di perguruan tinggi. Pada Pasal 16 Ayat 1 Huruf C menyatakan bahwa lama masa studi untuk program diploma tiga paling lama 5 (lima) tahun dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 108 (seratus delapan) SKS. Sedangkan, pada Pasal 16 Ayat 1 Huruf D menyatakan bahwa lama masa studi untuk program diploma empat/sarjana terapan dan program sarjana paling lama 7 (tahun) dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 144 (seratus empat puluh empat) SKS. Dengan keluarnya peraturan tersebut, semua peratuan yang tercantum dalam Permendikbud No.49 Tahun 2014 tidak berlaku dan sudah diubah ke dalam pertauran yang tercantum dalam Permenristekdikti No.44 Tahun 2015, sehingga saat ini semua universitas di Indonesia untuk melakukan kegiatan akademik di lingkungan universitas masing-masing mengacu pada peraturan terbaru tersebut.

Setelah keluarnya peraturan terbaru mengenai lama masa studi di perguruan tinggi, banyak mahasiswa yang merasa senang karena bisa kembali mengembangkan potensinya dengan aktif di organisasi maupun terjun ke dunia wirausaha. Dibalik hal tersebut, masih ada beberapa mahasiswa yang belum mengetahui tentang dikeluarkannya pertaruan terbaru dan masih beranggapan proses studi di universitas mengacu pada aturan sebelumnya. Sehingga, sangat dibutuhkan pencerdasan di universitas masing-masing baik dari pihak pengelola kebijakan maupun dari lembaga yang lain mengenai Permenristekdikti No.44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. (Muhammad Fathan/Momentum)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Aphelion dan Penurunan Suhu Permukaan

adminJuly 10, 2018

Booming Suku Asmat

adminJanuary 29, 2018

Netizen Baik atau Buruk?

adminJanuary 25, 2018

Mengenal Generasi Milenial

adminSeptember 14, 2017

Perjalanan Indonesia di Pesta Olahraga SEA Games

adminSeptember 6, 2017

Peranan Mahasiswa ke Masyarakat

adminAugust 16, 2017