Coretan Teknik

Tentang Keteguhan Hati, Tentang Memeluk Rasa Sakit, juga Tentang Kamu

Tentang Keteguhan Hati, Tentang Memeluk Rasa Sakit, juga Tentang Kamu

Identitas Buku:

Judul Buku      : Tentang Kamu

Penuis             : Tere Liye

Tebal Buku     : 524+ Vi Halaman

Penerbit           : Republika Penerbit, Jakarta

Tahun Terbit   : Oktober 2016

Tentang Kamu, judul yang membuat setiap orang bertanya-tanya ‘apakah novel ini tentang bagaimana seseorang jatuh cinta?’ ataukah ‘kisah cinta siapa yang akan diperjuagkan dalam novel ini?’. Bukan tentang itu, namun tidak sepenuhnya salah. Novel ini menceritakan tentang seorang pemuda berusia 30 tahun dari Indonesia yang bernama Zaman Zulkarnaen. Seorang mahasiswa magister hukum Oxford University yang tiba-tiba dipanggil untuk melakukan interview di sebuah firma hukum. Anehnya, dia tidak pernah mengirim berkas magang ke tempat yang tak ia kenal itu. Bahkan, salah satu profesor pembimbing terkemuka di sana juga menyarankan untuk menghadiri interview tersebut daripada melaksanakan konsultasi untuk menyelesaikan tugas akhir kelulusan.

Thompson & Co., sebuah firma hukum yang didirikan oleh salah seorang angkatan laut kerajaan Inggris, Mayor Thompson. Firma hukum tersebut adalah legenda hidup yang menjauhi publikasi. Mereka menangani elder law, urusan tentang perlindungan hukum bagi orang-orang tua dan hartanya. Firma hukum tersebut menjauhkan dari heir hunters, lawyer yang menjalani segala cara untuk mendapatkan upah besar dari harta warisan dengan alih-alih menemukan ahli waris untuk mengklaim harta tersebut. Kantor mereka seperti kuil suci, pengacara mereka adalah ksatria hukum yang gagah berani melindungi kebenaran.

Hingga suatu saat, Thompson & Co. mendapati informasi bahwa salah satu klien terbesarnya meninggal di panti jompo La Cerisaie Maison de Retraite, Paris. Wanita berusia 70 tahun yang hobi berkebun mempunyai kepemilikan saham di perusahaan multinasional senilai 1 miliar pondsterling atau setara dengan 19 triliun rupiah. Hanya ada selembar surat keterangan yang dikirim via kantor pos belasan tahun lalu berisikan amanat tentang hartanya tersebut. Orang tersebut mungkin masuk dalam 10 orang terkaya di dunia, namun tak pernah sekalipun terpublikasikan. Menariknya adalah mengenai nama orang tersebut, Sri Ningsih. Zaman ditunjuk langsung untuk menginvestigasi untuk menemukan ahi waris dari seseorang yang berkebudayaan Jawa tersebut.

Berbekal buku diary lusuh milik Ibu Sri yang diberikan oleh petugas panti jompo, Zaman pun segera memulai penelusurannya. Berawal dari Sri Ningsih yang ditinggal wafat ibunya, Rahayu, setelah melahirkannya. Ayahnya sorang pelaut terpandang, Nugroho, tabah menjalani kehidupan dan selalu menasihati Sri untuk tidak menyerah dan sabar dalam kehidupan. Beberapa tahun kemudian, Nugroho menikah dengan Nusi Maratta, bunga desa dan juga sosok yang sangat menyayangi Sri. Waktu pun mulai berjalan, hingga dua minggu setelah Nusi melahirkan bayi laki-lakinya yang bernama Tilamuta, Nugroho pergi melaut untuk mengambil pesanan sepatu di Surabaya sebagai hadiah ulang tahun Sri. Sembilan hari berlalu, namun kabar buruk datang. Kapal ayahnya tenggelam di Selat Bali, tidak ada satu pun yang selamat. Sejak saat itu, Sri yang bertubuh gempal, hitam, dan pendek dibenci oleh ibu tirinya dan disebut ‘anak yang dikutuk’.

Bertahun-tahun Nusi Maratta merperlakukan Sri dengan penuh penyiksaan, namun dia selalu berbakti tanpa ada sedikit pun dendam. Hingga akhirnya kebakaran terjadi di rumahnya, namun ia hanya bisa menyelamatkan adiknya. Berakhir sudah fase kehidupannya di Pulau Bungin, Sumbawa, di tempat di mana rumah-rumah bersinggungan atap, tiada tanah, rumput, dan pepohonan. Rumah-rumah yang tumbuh dari atas permukaan laut, perahu tertambat di tiang-tiang, dan kambing-kambing memakan kertas.

Fase kehidupannya yang baru, Sri dan Tilamuta menuju ke Surakarta, tepatnya di madrasah Kiai Ma’sum. Setelah sebulan di sana, Sri menemukan sahabat yang sepantaran dengannya, Nur’aini, yang merupakan putri bungsu tercantik dari 7 bersaudara putri Kiai Ma’sum. Juga Sulastri, yang akrab dipanggil Mbak Lastri, guru bahasa yang selisih 3 tahun lebih tua dari Sri. Masalah muncul ketika Nu’aini dijodohkan dengan cucu dari seorang ulama Minang yang baru selesai menimba ilmu di Madinah yang bernama Arifin. Musoh, suami Lastri yang dari dulu menjadi orang kedua setelah Kiai, merasa tersaingi posisinya akan direbut oleh Arifin. Ketika dengki mulai mendatangi hatinya, Musoh pun meninggalkan posisinya sebagai guru dan bergabung dengan paham komunis yang baru diperkenalkan di Indonesia, begitupun dengan Mbak Lastri.

Berbulan-bulan kemudian, Mbak Lastri menyekap Sri agar dia aman dari penyerbuan Musoh dan pengikutnya ke madrasah setelah mendengar siaran komandoo TNI telah diambil alih oleh PKI. Ya, peristiwa G 30S PKI yang menewaskan jendral-jendral TNI. Musoh memberantas murid-murid dan membunuh Kiai Ma’sum dan keluarganya dengan sadis di gudang pabrik gula untuk membalaskan dendam Lastri.

Dendam apakah yang dimiliki Lastri? Siapakah penerus madrasah tersebut? Bagaimana nasib Tilamuta? Bagaimana cara Sri berjuang untuk membangun usaha di Jakarta? Bagaimana bisa Sri melintas benua menuju Inggris? Apakah mimpi Sri untuk keliling dunia bisa tercapai? Apakah Sri mempunyai keturunan? Akankah Zaman bisa menemukan ahli waris Sri? Bagaimana kelanjutan nasib Lastri? Pasti penasaran kan?

Novel ini mempunyai kelebihan yang tidak akan membuat pembaca jenuh. Novel Tere Liye ini berisikan tulisan penuh perjuangan, menyadarkan kita untuk tidak melihat kegagalan, namun menganjurkan kita untuk melangkah bangkit dari kegagalan, bangkit dari kesedihan, juga bangkit dari keterpurukan. Novel yang diterbitkan oleh Republika Penerbit, sangat menyentuh akan berbagai macam kesedihan dan kebahagiaan Sri Ningsih dalam kehidupannya. ‘Tentang Kamu’, sebuah lagu yang diciptakan teman kantor Hakan Karim yang jatuh cinta kepada Sri. Novel yang indah, sarat akan makna, kaya akan sejarah, kental akan budaya dan agama, serta penuh nasihat akan kehidupan. ‘Tentang Kamu’ sangat disarankan untuk dibaca pelajar remaja maupun masyarakat umum. Novel yang sangat bermanfaat karena kita bisa meneladani akan bagaimana kejujuran sebagai pegangan teguh dalam hidup dan berkarir yang bisa mengalahkan segala kejahatan yang merintang.

Kelemahannya yakni tidak terlalu jelas tentang umur tokoh dalam setiap fase kehidupannya, ada beberapa kata yang salah ketik, alurnya yang tidak seimbang antara alur progresif dan alur regresif. Karena banyak didominasi alur regresif, pembaca akan kebingungan mengenai latar cerita setiap fasenya jika tidak berkonsentrasi dan ada sepotong cerita yang alurnya kurang menyentuh hati pembaca.

Mulai skala A sampai C, maka nilai A untuk novel ‘Tentang Kamu’. Tentang kesabaran, tentang persahabatan, tentang keteguhan hati, tentang cinta, dan tentang memeluk rasa sakit. Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tetapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

 

Oleh: Rizqi Fauzul Fitria

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

CERITA DULU

adminMarch 19, 2019

Tentang Memilih

adminDecember 15, 2018

MOVIE REVIEW: FANTASTIC BEAST: THE CRIMES OF GRINDELWALD

adminNovember 20, 2018

(Ulasan Film) “Christopher Robin” : Kisah Beruang Pandir dalam Balutan Live Action

adminSeptember 6, 2018

Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Indonesia yang Lebih Maju

adminAugust 28, 2018

GEMES (Gerakan Masyarakat Peduli Sanitasi) di Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa

adminAugust 27, 2018