Isu

Kuliah dari Rumah: Efektivitas Kuliah Online dan Kesigapan Undip Menghadapi Kuliah Online

Kuliah dari Rumah: Efektivitas Kuliah Online dan Kesigapan Undip Menghadapi Kuliah Online

Sumber gambar : oberlin.edu

Semarang, Momentum– Maraknya pasien positif COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di Indonesia membuat pemerintah mengambil kebijakan menutup akses kontak antarindividu dan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Kemendikbud juga mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan segala kegiatan dari institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas. Kendati demikian, sejumlah universitas tidak serta merta meliburkan mahasiswanya. Namun, beralih dari kuliah tatap muka menjadi kuliah berbasis online (daring), Universitas Diponegoro salah satunya.

Lantas sejauh mana kampus kita menanggapi sistem kuliah online (kulon) sekarang?

Pada tanggal 16-20 Maret lalu Undip meliburkan kegiatan perkuliahan. Berdasarkan penuturan  Siswo Sumardiono selalu Wakil Dekan 1 FT Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, waktu tersebut dimanfaatkan untuk mempersiapkan Kulon. Sampai terbit surat edaran No. 05/UN7.4.3.2.2/TU/2020 yang menyatakan bahwa kegiatan perkuliahan dan pembimbingan setelah tanggal 21 Maret 2020 akan dilaksanakan secara daring. Banyak opsi yang disiapkan oleh Undip. Salah satunya kulon berbasis Learning Management System (LMS) yang sebenarnya sudah tersedia sejak 2009/ 2010. Selain itu, bisa juga dengan memanfaatkan teknologi berbasis video conference seperti Microsoft Teams, Cisco Webex Meetings, Google Zoom, dan Google Classroom.

Ternyata tidak semua berjalan mulus sesuai harapan. Dalam mempersiapkan kulon terdapat beberapa hambatan diantaranya kemampuan dosen untuk beradaptasi dengan teknologi dalam waktu singkat tidaklah mudah. Ini dikarenakan tidak semua dosen melek teknologi. Selain itu, kulon belum diuji coba bersamaan oleh seluruh mahasiswa Undip. Terakhir, yang menjadi kendala yaitu keterbatasan akses internet mahasiswa terutama saat mengakses video conference/streaming.

Undip sendiri telah mengeluarkan kebijakan baru untuk memberikan subsidi berupa pemberian kuota internet bagi mahasiswa bidikmisi serta mahasiswa UKT golongan I dan II sebesar Rp.50.000/bulan pada (23/4) lalu. Provider besar juga ikut menunjang kelancaran kegiatan kulon di Undip diantaranya Indosat, Telkomsel, dan yang akan hadir yaitu XL.

Wahyu Setiyadi, Biro Administrasi Perencanaan Riset dan Sistem Informasi (BAPSI) menyampaikan terkait dampak kulon terhadap kegiatan perkuliahan yang menjadi tidak maksimal. Namun, hal tersebut bisa diantisipasi dengan kreativitas dosen. Misalnya, apabila penyampaian secara conference/streaming bermasalah, dosen bisa menyiapkan materi dalam bentuk video yang bisa dilihat di YouTube atau Google Drive dan  memberi akses terbatas bagi mahasiswa.

Lalu sampai kapan sistem kulon ini akan berlangsung?

Bapak Wahyu memberikan komentar mengenai hal tersebut dengan memberikan pernyataan bahwa kegiatan kulon ini akan berlangsung sampai ada pemberitahuan pemerintah bahwa kondisi sudah aman untuk melakukan kegiatan perkuliahan maupun bimbingan seperti biasa. Beliau menambahkan bahwa sebenarnya ini momen yang tepat untuk mengubah paradigma, perilaku, serta mindset kita. Sudah saatnya kita sama-sama bergerak menggunakan teknologi dalam dunia pendidikan seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan tentang “merdeka belajar”. Nah, semoga dengan diadakannya kulon ini kita jadi lebih melek pada teknologi dan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak.

(Momentum/Tita dan Siska)

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Isu

PSDKU “DIANAKTIRIKAN” ?

adminJune 11, 2020

Arah Gerak ODM UNDIP dan ODM FT

adminJune 6, 2020

Apa Kabar SV dan PSDKU Undip?

adminMay 30, 2020

Mengulik Website Kulon Undip yang Disebut Kurang Efektif

adminMay 7, 2020

Perang Tagar, #UndipBaikHati dan #UndipKokJahatSih Saling Serang

adminMay 6, 2020

Kenaikan UKT di Tengah Pandemi, Etis atau Tidak?

adminMay 2, 2020