Isu

Mengulik Website Kulon Undip yang Disebut Kurang Efektif

Mengulik Website Kulon Undip yang Disebut Kurang Efektif

Sumber : kulon2.undip.ac.id

Semarang, Momentum – Semenjak munculnya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia, kegiatan perkuliahan berubah dari tatap muka menjadi online. Tak bisa dipungkiri bahwa teknologi menjadi salah satu faktor terpenting pada kegiatan kuliah online ini. Tiap universitas pun mengeluarkan website khusus, alih-alih untuk memudahkan proses pembelajaran termasuk Undip dengan Kulon Undip.

Kulon Undip singkatan dari kuliah online Undip merupakan sebuah moodle yang dikembangkan oleh direktorat data dan sistem informasi sejak 2009 hasil inisiasi Bapak Maman, salah satu anggotanya sekarang. Awalnya Kulon Undip dibuat untuk membantu kebutuhan perkuliahannya sebagai dosen Teknik Elektro. Beliau pun sampai mengusulkan Kulon Undip pada pihak universitas supaya bisa dipakai dalam kegiatan perkuliahan. Mulanya beliau memang mencanangkan supaya akses Kulon undip bisa dipakai ditingkat fakultas, terutama FT. Ternyata pihak universitas menanggapi lebih serius akan hal itu. Hingga akhirnya beliau ditunjuk untuk membantu pengembangan pembelajaran online di Lepdik (sekarang LP2MP) dan mengembangkan Kulon Undip lebih lanjut agar bisa dipakai ditingkat universitas.

AwalnyaKulon Undip memiliki web dengan alamat kulon.undip.ac.id tetapi akhirnya sekarang dialihkan ke kulon2.undip.ac.id alasannya karena versi Kulon Undip pertama berbeda dan banyak pembaharuan yang dilakukan sehingga tak memungkinkan jika tetap menggunakan Kulon Undip pertama. Dari sisi fitur sebenarnya masih sama, baik Kulon Undip pertama maupun Kulon Undip kedua. Hanya saja Kulon Undip kedua ini sudah diintegrasikan dengan SSO yang telah didukung oleh office 365. Selain itu, ia juga punya 2 fitur utama yaitu management resources dan management activities serta ditambahkan aplikasi webex untuk mendukung sistem live meeting (video conference).

Namun sayangnya sampai saat ini, tidak semua warga Undip menggunakan website kulon2.undip.ac.id sebagai alat bantu perkuliahan. Kurangnya sosialisasi membuat website kulon2.undip.ac.id hanya digunakan oleh kalangan dosen dan beberapa mahasiswa saja. Pak Maman pun menuturkan bahwa hal itu terjadi karena pada semester ini masih belum diwajibkannya penggunaan website Kulon Undip. Sehingga banyak kegiatan perkuliahan menggunakan aplikasi lain seperti microsoft teams, zoom, dll. Padahal jika penggunaan Kulon Undip ini bisa dimaksimalkan maka kegiatan perkuliahan yang notabene sekarang berubah online bisa lebih fleksibel dan tidak menguras banyak kuota seperti harapan banyak mahasiswa. Hal ini sesuai dengan surat edaran rektor Undip Nomor: 23/UN7.P/SE/2020 yang salah satu poinnya menyatakan bahwa kuliah online hanya berlangsung maksimal selama 15 menit saja.

Lantas sejauh ini cukup efektifkah penggunaan website Kulon Undip?

“Efektif atau tidak harus terukur secara ilmiah. anda boleh tanya mahasiswa yang dosennya sudah secara penuh menggunakan website kulon2.undip.ac.id pasti akan melihat kegunaan fitur-fitur tersebut. Kulon Undip dikembangkan berbasis moodle yang menjadi salah satu learning management system terbaik. Ketika seseorang belum tahu banyak, karena belum tersosialisasi dan belum digunakan secara penuh, maka bisa orang tersebut mengatakan tidak efektif,” ungkap Pak Maman. Memang benar bahwa korelasi efektif dan tidak efektif harus melalui penelitian secara ilmiah agar buktinya akurat. Maka dari itu, sosialiasi dan juga keputusan penggunaan website Kulon Undip secara resmi mesti segera digalakkan. Ya, supaya tidak sia-sia website yang telah kita punya.

Penulis: Veve dan Fransiska

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Isu

Surat Perjanjian Telah Dibuat, Pelaku Masih Gencar?

adminSeptember 12, 2020

Mari Berkunjung Ke Rumah Baru Mahasiswa Vokasi Undip

adminSeptember 10, 2020

Tuduhan Gay ke Beberapa Mahasiswa Elektro Undip, Kahim Elektro: Itu Hoax!

adminSeptember 6, 2020

Kampus Merdeka: Program Bela Negara Pendidikan Militer Di Lingkungan Akademi, Apakah Diperlukan?

adminSeptember 1, 2020

Dilema Subsidi Kuota yang Belum Merata

adminAugust 25, 2020

Aktivis Mahasiswa Undip Diteror Akun Tak Dikenal

adminAugust 24, 2020