Opini

Penerapan Kebijakan Kuliah Online oleh Universitas Diponegoro

Penerapan Kebijakan Kuliah Online oleh Universitas Diponegoro

Semarang, Momentum – Pada masa pandemik Covid-19 ini, setiap instansi pendidikan di Indonesia mulai memberlakukan kuliah secara daring atau kuliah online (Kulon) yang mana salah satunya adalah Universitas Diponegoro (Undip). Dengan diterapkannya kebijakan ini tentunya akan menimbulkan pro dan kontra terhadap seluruh pemangku kepentingan Undip.

Salah satu dosen Fakultas Teknik Undip, Bapak Rukuh Setiadi, S.T., MEM., Ph.D., yang berpendapat bahwa kebijakan yang berlaku saat ini sudah tepat karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi merebaknya pandemik Covid-19. Kulon dalam situasi saat ini dapat dilihat sebagai bagian dari upaya menerjemahkan kebijakan penanganan bencana nasional Covid-19 dalam sektor pendidikan. Menurut Bapak Rukuh, dari aspek keselamatan dan kesehatan, Kulon ini berperan untuk mengurangi resiko penularan, mencegah peningkatan kurva jumlah kasus positif serta mengurangi jumlah korban jiwa. Selain itu, kelebihan dari Kulon ini adalah penguasaan teknologi distance learning yang lebih cepat dari seharusnya tanpa kebijakan Kulon.

Meskipun begitu, terdapat beberapa kekurangan menurut Bapak Rukuh, dimulai dari penerapan Kulon ini dapat berdampak negatif bagi proses belajar mengajar, setidaknya dalam masa peralihan ini karena tidak semua dosen dan mahasiswa siap menerapkan teknologi distance learning serta belum tentu seluruh civitas akademik Undip menguasai strategi-strategi dalam distance learning. Selain itu kekurangannya dapat bermuara pada outcome dari kegiatan belajar mengajar, dimana menjadi dipertanyakan apakah kompetensi dari belajar mengajar bisa tercapai, misalnya untuk kegiatan yang memang membutuhkan pertemuan secara intensif atau pengumpulan data primer langsung di lapangan.

Salah satu tanggapan mahasiswa Undip terkait dengan penerapan kebijakan Kulon di Undip ini, Menurut May, Teknik PWK Angkatan 2019, Kulon memberikan manfaat karena mahasiswa dapat mengakses materi secara berulang-ulang karena adanya fitur record. Namun terdapat kekurangan juga dari penerapan kuliah online ini karena network atau jaringan yang terkadang menghambat proses perkuliahan sehingga menyebabkan mahasiswa kesulitan untuk mengumpulkan (submit) tugasnya tepat waktu. Selain itu pula, penggunaan video conference untuk Kulon menggunakan kuota internet yang besar dan belum tentu seluruh mahasiswa memiliki kuota internet yang mencukupi.

Pada akhirnya dari pandangan-pandangan baik yang disampaikan oleh dosen maupun mahasiswa dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan Kulonini tentunyamemiliki tujuan utama untuk kesejahteraan bersama yakni bersatu melawan pandemik Covid-19. Penerapan Kulonmemang tidak mudah dan membutuhkan penyesuaian baik untuk dosen maupun mahasiswa. Akan tetapi, saat ini Kulonmerupakan kebijakan yang dirasa paling tepat agar perkuliahan tetap berjalan sebagaimana mestinya sekaligus untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, partisipasi setiap pemangku kepentingan di Undip dibutuhkan agar kuliah Kulondapat berjalan dengan lancar.

Penulis : Manda

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

More in Opini

Kebijakan Tutup Pintu Saat Lebaran

adminMay 27, 2020

Suara BEM-U Atas Surat Edaran Penyesuaian UKT

adminMay 13, 2020

Hasil Audiensi Bersama Rektorat: Polemik Subsidi Kuota

adminMay 6, 2020

KAMPUS “ANTI-KRITIK”

adminMay 3, 2020

Cukup Adilkah Pemberian Subsidi Kuota ?

adminApril 3, 2020

Kuliah Online, Memudahkan atau Memberatkan?

adminApril 3, 2020