Coretan Teknik

Lima Film Yang Cocok Ditonton Petinggi Undip

Lima Film Yang Cocok Ditonton Petinggi Undip

                Libur telah tiba, libur telah tiba, jangan lupa buat bayar UKT ~~

                Libur kuliah selama hampir dua bulan penuh tentu bukanlah waktu yang sebentar. Bagi mereka yang tidak menjalankan kegiatan magang atau KKN pastilah bingung bagaimana caranya menghabiskan 24 jam selain mbadog-tidur-repeat. Apalagi saat pandemi seperti ini dimana kita harus mengurangi aktivitas diluar rumah serta mematuhi protokol kesehatan. Eh, maaf kok saya jadi ngelantur jadi membicarakan kegiatan mahasiswa yang cuma jadi seonggok daging beban keluarga apabila di rumah saat masa libur kuliah heuhue.

                Padahal kan tujuan saya menulis yaitu ingin merekomendasikan tontonan – tontonan berkualitas yang cocok bagi tuan & nyonya terhormat yang diberi amanah besar untuk menjadi petinggi di lingkungan Universitas Diponegoro atau Undip baik sebagai rektor, wakil rektor, dekan, kabid, kasie, ajudan, dll. Tentunya menjadi petinggi di sebuah kampus rakyat terbesar se-Jawa Tengah bukanlah hal yang mudah dan pasti membawa kejenuhan. Meski di masa liburan pun kegiatan rektorat tetap berjalan toh, terutama mengurus komersialisasi biaya pendidikan di semester berikutnya, belum lagi kebijakan kampus MERDEKA! (kita baca dengan lantang ala calon walikota Solo) yang tentu saja akan semakin memerdekakan mahasiswa hohoho. Eh tapi sekarang banyak aksi – aksi mahasiswa yang halah opo sih GANGGU WONG LIWAT TOK!!! Wes dikei kuota isih jaluk – jaluk wae! Dipikir tuku kuota 50an ribu go 30an ribu gampang po! Ra ono matur suwun’e! Pengen tak hiih!

                Tak perlu menunggu lama, ini saya rekomendasikan lima film yang cocok ditonton petinggi – petinggi Undip disaat senggang atau bete dengan kelakuan mahasiswa. Diiringi semilir angin malam yang menghentak sukma serta segelas jahe hangat peneduh ruang – ruang gelap dibalik kulit perut dan ditemani semarak irama yang keluar dari tarian pita suara Monita Tahalea dan Bilal Indrajaya, eh maaf kelamaan ya. Yowes – yowes iki.

  1. 12 Angry Men

12 juri sidang berdiskusi untuk menyelesaikan kasus pembunuhan seorang ayah oleh anaknya sendiri. Awalnya diskusi terlihat akan cepat selesai dengan hampir seluruh juri yakin bahwa sang anak tersebut bersalah dengan bukti – bukti yang kuat. Namun cerita menjadi lebih panjang ketika juri ke-9 menjelaskan keraguannya bahwa sang anak mungkin tidak membunuh si ayah.

Argumen – argumen yang mendasari keraguan juri ke-9 dibawakan dengan cara yang mudah dipahami namun tetap komprehensif dan mengajak kita untuk sama – sama berpikir melalui akal sehat dan naluri. Di sisi lain, juri ke-8 yang awalnya berpikir sang anak salah kemudian berubah pikiran meski belum mendengar argumen juri ke-9 dengan alasan menghormati pemikiran juri ke-9 dan memang merasa ia diperlukan adanya diskusi. 12 Angry Men membawa penontonnya untuk ragu pada hal – hal yang tidak tepat dan mencederai nilai hukum serta moralitas. Wah, tentu ini tontonan yang tepat untuk petinggi Undip, apalagi kan rektor Undip merupakan profesor hukum hehehe.

  • The Social Network

Hayo siapa disini yang tidak pernah menulis status aLaY pada saat masih menggunakan Facebook. Asal – usul kenapa anda bisa menuliskan status tersebut diceritakan di film yang dibintangi Jesse Eisenberg ini. Ya itu saja penjelasannya, karena saya yakin semua orang juga sudah tahu kisah sejarah Facebook dan Mark Zuckerberg.

Yang ingin saya bahas disini justru tindakan Facebook setelah sukses yang justru menggunakan data pribadi penggunanya secara sewenang – wenang. Ini sama saja kita dirampok cuy, apalagi di negeri ini RUU Omnibus Law dan Minerba Perlindungan Data Pribadi belum juga disahkan. Menonton film ini tentunya bisa jadi bahan pembelajaran untuk tim Cyber Undip untuk lebih melindungi data mahasiswa yang ada di SSO. Hal ini mengingat akun SSO digunakan untuk bermacam – macam kegiatan seperti kuliah, mengisi IRS, mengisi presensi, rapat organisasi, hingga sekedar konsol nonton bareng film bareng pacar/gebetan/selingkuhan karena sedang LDR.

  • Love For Sale

Meski judulnya bahasa Inggris, yakinlah Love For Sale merupakan satu – satunya film Indonesia di daftar ini. Bercerita tentang Richard, seorang lelaki dewasa yang belum juga beristri di usia 40an hingga akhirnya nekat menggunakan aplikasi kencan dan akhirnya dipertemukan dengan perempuan kiriman aplikasi kencan tersebut. Perempuan inilah yang membuat Richard jatuh cinta lagi untuk pertama kali setelah 20 tahun.

Film ini tentu sesuai sebagai hiburan di tengah kejenuhan mengurus universitas apabila anda ingin melihat drama romantis yang uWu uWu. Yang membuat Love For Sale berbeda dengan tontonan sejenis adalah perasaan dekat dengan kehidupan sehari – hari penonton baik melalui latar, obrolan, hingga kegiatan – kegiatan para tokoh. Mungkin satu – satunya pesan yang dapat diambil dari film ini adalah jangan jadi PHP, karena itu sakit brou. Hmmm… andai saja ajudan rektor Undip mirip Arini Kusuma.

  • Shingeki no Kyojin/Attack on Titan

Berbeda dengan yang lain, sebetulnya Shingeki no Kyojin (SnK) adalah sebuah serial animasi Jepang yang akan segera masuk musim ke-4 (tapi percayalah lebih asyik membaca komiknya). SnK menceritakan dunia distopia dimana umat manusia hanya tersisa sedikit akibat muncul raksasa pemakan manusia. Sebagai perlindungan, manusia membangun tembok setinggi 100 m yang sekaligus mengurung mereka dalam tembok tersebut, hingga suatu hari muncul satu raksasa yang berhasil menjebol tembok.

Melihat hubungan manusia dan tembok saya jadi teringat kondisi Undip saat ini yang kok mirip di SnK. Bedanya kalau di anime manusia terkurung dari dalam tembok, kalau di Undip rektornya susah untuk keluar area kampus. Beda lagi sama mahasiswanya, ini malah mereka terkurung dari luar tidak bisa masuk lingkungan kampus padahal cuma mau menyuarakan aspirasi dan menghidupkan demokrasi. Lah kok ya cocok ditonton petinggi – petinggi Undip buat nungguin aksi mahasiswa selesai. Lumayan sih 3 season bisa selesai 24 jam kurang lebih.

  • The Wolf of The Wall Street

Diangkat dari kisah nyata Jordan Belfort, yang dari hanya penjual saham gorengan kemudian menjelma sebagai miliuner sukses pemilik kantor pialang saham di Wall Street. Jika anda mengharapkan sebuah cerita insipiratif tentang perjuang hidup yang dipenuhi isak tangis, maka anda pantas kecewa. Mahakarya Martin Scorsese ini justru menceritakan Belfort yang sukses dengan cara menipu investor – investor muda.

Tentunya The Wolf of The Wall Street akan selesai film nya jika si tokoh utama sudah menjadi kaya. Tetapi tidak semudah itu ferguso, setelah kaya Belfort justru menjadi rakus dan serakah. Ia selalu merasa semuanya tidak cukup, lama – lama pun ia menjadi sangat pelit. Tapi sebaiknya saya peringatkan lebih dulu untuk petinggi Undip yang mau menonton film ini sebaik tidak mengajak anak – anak karena… ah sudahlah, pokoknya jangan!

                Itulah kelima film yang saya rekomendasikan untuk petinggi – petinggi untuk bisa ditonton dikala senggang. Tidak tahu harus menonton dimana? Oh tenang saja saat ini sudah banyak penjual akun Netflix murah yang tentu saja bisa ditemui di berbagai instastory mahasiswa Undip. Hehe, maaf kok jadi promosi.

Penulis : Peter Crouch

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Prank Spaghetti BCC, Britania Raya Heboh !

adminSeptember 25, 2020

Pelaksanaan UKM Expo Undip Ditengah Pandemi

adminSeptember 14, 2020

Mungkin Bumi Cendrawasih Lahir Ketika Tuhan Sedang Cemberut: Sebuah Esai Tentang Kemiskinan, Ketimpangan dan Kegagalan Memahami Masyarakat Papua

adminSeptember 12, 2020

Mungkin Bumi Cendrawasih Lahir Ketika Tuhan Sedang Cemberut: Sebuah Esai Tentang Kemiskinan, Ketimpangan dan Kegagalan Memahami Masyarakat Papua – Bagian 4

adminSeptember 6, 2020

Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Petani Produksi Siwang dan Edukasi Menghafal Al-qur’an, Belajar Bersama dimasa Pandemik Covid-19

adminAugust 20, 2020

Mahasiswa KKN UNDIP Membantu Warga RT 10/RW 04 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Mengurangi Penyebaran Virus COVID-19 Dan Menghadapi New Normal

adminAugust 17, 2020