Prestasi

NGOBROL SEPUTAR MAHASISWA BERPRESTASI BARENG AMANDA MARGARETH

NGOBROL SEPUTAR MAHASISWA BERPRESTASI BARENG AMANDA MARGARETH
Sumber : Undip

Semarang, Momentum – Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) menjadi sebuah ajang prestige bagi mahasiswa/i Universitas Diponegoro (Undip). Ajang tersebut menjadi cara mereka menunjukkan berbagai raihan prestasi yang telah dicapai selama berkuliah. Tidak heran, nama-nama yang terpilih menjadi mahasiswa berprestasi telah dikenal sebelumnya. Aspek yang dinilai di Pilmapres tidak terbatas pada persoalan prestasi saja, tetapi juga kemampuan memanajemen organisasi dan diri. Kemampuan berbahasa menjadi mutlak diperlukan dalam ajang ini.

Meskipun di masa pandemi, Undip tetap mengadakan Pilmapres secara daring. Namun, Pilmapres pada tahun 2020 terbilang mepet dan bentrok dengan jadwal Ujian Tengah Semester. Meskipun dengan ragam persoalan terkait Pilmapres tahun ini, Undip tetap menyelenggarakannya dengan baik dan bahkan berhasil menembuskan mahasiswinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional II Program Sarjana. Mahasiswi tersebut adalah Amanda Margareth dari Jurusan Teknik Perkapalan Angkatan 2017.

“Saat itu selama masa pemetaan, sebenarnya aku tidak ingin ikut Pilmapres kembali, karena ingin fokus untuk menyelesaikan skripsinya dibandingkan ikut Pilmapres,” ujar Amanda terkait persiapannya dalam Pilmapres.

Namun, dikarenakan ia tidak bisa mundur dari ajang tersebut, ia tetap mempersiapkannya dengan prestasi dan Karya Tulis Ilmah (KTI) sebisanya selama sebulan, sebelum perhelatan berlangsung. Selain itu, ia juga mempersipkan manajemen diri dan waktu untuk menghadapi ajang tersebut.

Selama di fase pemetaan, Amanda terus menggali potensi dan memberikan inspirasi sebagai pembicara. Namun, selama fase tersebut tentu melelahkannya. Ia mencoba menghadapi kelelahan tersebut dengan memperhatikan kualitas istirahatnya.

“Menurutku, yang terpenting bukan seberapa lama istirahatnya. Tetapi, kualitas dari istirahat itu sendiri. Aku akan sangat menghargai 15 menit waktu tidurku daripada dua jam waktu tidurku yang tidak nyaman,” ujar Amanda.

Amanda Margareth berpesan pada pemetaan mawapres tahun 2020 untuk tidak minder dengan apa yang telah dilakukan.  Pilmapres Nasional sebenarnya hanya repetitif dari Pilmapres di tingkat Universitas.

“Apapun yang kalian lakukan, lakukan minimal untuk diri kalian sendiri dan maksimal untuk orang lain agar kalian termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah kalian mulai,” imbuhnya.

Menurut Amanda, menjadi mawapres memiliki berbagai keuntungan, baik dari segi material ataupun non-material. Berbagai ‘pihak’ memberikan hadiah untuk mawapres yang terpilih. Namun, Amanda menuturkan bahwa terlepas dari materi, hadiah non-material jauh lebih prestige. Hal yang dimaksud adalah koneksi, kemampuan berpikir, dan cara berkomunikasi. Ia berharap bahwa nantinya akan dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya dan menjadi lebih baik.

Penulis : Muhammad Fadel Dwi Nugraha

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prestasi

More in Prestasi

“Kampung Sejari (Sehat, Hijau, Mandiri)”, Solusi Perkampungan Kumuh dari Undip untuk Jakarta

adminSeptember 4, 2021

Harumkan Fakultas Teknik, Mahasiswa Teknik Kimia Mempersembahkan Gold Medal dalam Ajang IEI2C 2021

adminAugust 24, 2021

Empat Mahasiswa Undip Raih Penghargaan di KNMIPA-PT 2021

adminAugust 19, 2021

Meraih Gold Medal di Ajang Internasional

adminAugust 17, 2021

Kontribusi Tim PKM FT Lolos Pendanaan 2021 Terbanyak se-Undip!

adminMay 23, 2021

Mengulik Tips menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Undip

adminApril 28, 2021