Coretan Teknik

Aksi Boikot Produk Prancis

Aksi Boikot Produk Prancis
sumber: kaltim.tribunnews.com

Semarang, Momentum – Aksi pemboikotan pada produk keluaran asal Negara “Kota Mode” Prancis telah digerakkan di beberapa negara yang bermayoritas menganut agama Islam, tidak terkecuali di Indonesia. Sejumlah barang yang notabene nya dari Perancis disegel dan tidak dianjurkan untuk dibeli di berbagai toko grosir dan supermarket. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dianggap melukai hati umat muslim dunia.

Aksi ini diawali dengan Samuel Paty, seorang guru sejarah di Prancis yang mengajar tentang kebebasan berpendapat dengan menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad sebagai contoh. Ia pun tewas terbunuh oleh remaja imigran (16/10/2020). Macron menyatakan jika pembunuhan tersebut merupakan bagian dari serangan teroris Islam dan ia juga mengatakan jika muslim separatis. Macron berpendapat jika kartun Nabi Muhammad merupakan bentuk kebebasan berekspresi warganya.

“Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis saat ini di seluruh dunia, kita tak hanya melihat hal ini di negara kita saja” ungkap Macron pada pidatonya (2/10/2020) dikutip dari KabarJoglosemar.com.

Pernyataan tersebut ditentang keras oleh sejumlah pihak, termasuk Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia,” ujar presiden Joko Widodo pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Atas pernyataan Macron tersebut, terjadi beberapa aksi di berbagai tempat. Namun, masih terdapat rakyat Indonesia kurang tepat sasaran tentang aksi yang dilakukan. Dikutip dari akun twitter @infobdg sebuah aksi dilakukan di depan tempat les bahasa Prancis yang berlokasi di Bandung.

“Via @BintangStania : Demo di depan IFI (Institut Français d’Indonésie) Bandung. Gw lagi di BEC dan kaget banyak polisi. Ternyata ada demo,” tulisnya yang diunggah senin lalu (2/11/2020).

Kejadian itu memicu beberapa komentar masyarakat yang menganggap aksi yang dilakukan sudah diluar nalar. Beragam jenis komentar dari warganet pun ramai bermunculan.

Yang demo bodoh kali ya itu kan tempat kursus. hmm kalangan sumbu pendek,” tulis @muhardiawan

bukan.. ini tempat les. wkwk sama kaya LIA, EF gitu2,” tulis @rizkydea

Penulis : Vesya Zalfa Fanerika dan Muhammad Fadel Dwi Nugraha

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

PRIHATIN KARENA KURANGNYA EDUKASI KESELAMATAN, MAHASISWA UNDIP SOSIALISASIKAN PENTINGNYA MENGETAHUI KESELAMATAN SAAT BERADA DI KAPAL DAN TEMPAT KERJA

adminFebruary 15, 2021

Mahasiswa KKN UNDIP Penuh Ide! Sulap Sampah Plastik Jadi Alternatif Batu Bata

adminFebruary 14, 2021

COVID-19 Masih Melonjak, Mahasiswa KKN UNDIP Gencarkan Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Touchless Otomatis

adminFebruary 14, 2021

Mahasiswa KKN Undip : Masterplan “Kawasan Tangguh Covid-19” sebagai Arahan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

adminFebruary 14, 2021

Tanpa Modal, Mahasiswa KKN Undip Buatkan WebGIS Rute Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Untuk Kelurahan Kramas

adminFebruary 12, 2021

Taman Permata Tembalang – Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik Masyarakat RW 5 Kelurahan Kramas

adminFebruary 11, 2021