Isu

Sebuah Kritik Orde (Paling) Baru dari BEM FH Undip

Sebuah Kritik Orde (Paling) Baru dari BEM FH Undip
Sumber: instagram BEM FH Undip (@bemfhundip)

Semarang, Momentum — Kritik terhadap kinerja pemerintah saat ini tengah masif dilayangkan oleh BEM FH (Fakultas Hukum) dalam beberapa postingannya di akun instagram @bemfhundip. Postingan ini merupakan kajian dari Bidang Hukum, Sosial, dan Politik dari BEM FH tahun ini.

Postingan pertama yang diunggah BEM FH (03/11/2020) diisi dengan pengenalan kajian Orde (Paling) Baru serta judul-judul lain yang akan disampaikan pada hari-hari selanjutnya. Postingan kedua diunggah pada (07/11/2020) dengan judul “Penolakan Cipta Kerja Bukan Penolakan Dadakan”, postingan selanjutnya pada (08/11/2020) diberi judul “Kebebasan Berpendapat”. Postingan keempat pada (09/11/2020) diberi judul “Penanganan COVID-19”. Postingan dengan judul “Pelemahan KPK” diunggah pada (10/11/2020). Postingan selanjutnya diunggah pada (11/11/2020) dengan judul “Revisi UU Minerba”. Sedangkan postingan terakhir, diunggah pada (12/11/2020) dengan judul “Represifitas Aparat”. Judul-judul ini diangkat oleh BEM FH karena keresahan mereka terhadap permasalahan yang ada dalam tubuh negara dan pemerintahan saat ini.

Munculnya sosok Megawati Soekarnoputri sebagai center of view beserta Presiden Joko Widodo disertai beberapa pejabat pemerintah seperti Puan Maharani, Luhut Binsar Pandjaitan, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Idham Azis, dan Sri Mulyani dalam desain poster yang diangkat oleh BEM FH ini sangat menarik untuk dicermati.Keterangan yang kami dapatkan dari BEM FH melalui wawancara, desain tersebut memang dibuat multi makna, alias pembaca bebas mengartikannya sesuai persepsi masing-masing.

Munculnya poster yang cukup kontroversial ini menuai tanggapan yang beragam terutama desain dari poster tersebut. Latar belakang dibuatnya poster bermula dari timbulnya serangkaian kebijakan pemerintahan yang banyak merugikan khalayak umum. Hingga sampai pada puncaknya ketika UU Cipta Kerja yang menuai banyak penolakan, namun pembahasan dan pengesahannya tetap dilakukan. Sejauh ini BEM FH sendiri menanggapi dengan santai terkait beragamnya pandangan baik yang membahas desain poster maupun isi konten yang mereka bawakan. Mereka mengimani bahwa dalam sebuah kajian tertentu pasti akan selalu mendatangkan reaksi beragam.

BEM FH menjabarkan bahwa dengan munculnya kajian Orde (Paling) Baru ini, mahasiswa utamanya, semakin melek dengan isu yang tengah berkembang di bangsa ini. Setidaknya berbagai topik yang BEM FH angkat mampu menjadi diskursus dan insight bagi orang banyak dan itu menjadi baik selama masih dalam hal akademis dan tidak menyerang pribadi manapun. BEM FH juga menambahkan bahwa Orde (Paling) Baru bukan sekadar judul, melainkan juga memberi semangat bagi masyarakat luas, bahwa permasalahan di Indonesia masih nyata dan perlu dikawal bersama.

 Penulis : Tirta dan Siska

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isu

More in Isu

Di Balik Diskusi Kolaborasi “Undip Cantik”

adminOctober 17, 2021

Road to Kuliah Tatap Muka

adminOctober 6, 2021

Penyerangan Terhadap Nakes di Papua, Pemerintah Harus Segera Mengusut Tuntas

adminSeptember 28, 2021

Tindakan Undip dalam Konversi Nilai MBKM

adminSeptember 21, 2021

Laboratorium Terintegrasi FT Undip Sebagai Penunjang Kolaborasi Penelitian Antar Keilmuan Teknik

adminSeptember 14, 2021

Nadiem: Perguruan Tinggi di Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Kuliah Tatap Muka Terbatas, Bagaimana Tanggapan Fakultas Teknik?

adminSeptember 10, 2021