Coretan Teknik

Inovasi UMKM Sayur dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19

Inovasi UMKM Sayur dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19
Sumber : m.ayopurwakarta.com

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Kementerian Koperasi dan UMKM RI melaporkan bahwa secara jumlah unit, pada tahun 2017, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62,9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha yang ada di Indonesia. Sementara, usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit. Usaha mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), usaha kecil 5,7 juta (4,74%), dan usaha menengah 3,73 juta (3,11%). Sedangkan, usaha besar menyerap sekitar 4,58 juta jiwa. Dengan demikian, UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, lalu usaha besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional.

Salah satu UMKM yang banyak dilakukan masyarakat, yaitu UMKM sayur. Usaha sayur seringkali terlupakan oleh pemerintah. Padahal usaha sayur juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Walaupun pada masa pandemi ini, usaha sayur masih tetap berjalan karena usaha sayur menjual kebutuhan primer masyarakat. Permasalahan utama usaha sayur saat ini adalah masyarakat terkadang takut terpapar virus covid-19 dengan kerumunan orang yang membeli sayur di pasar. Oleh karena itu, usaha sayur perlu berinovasi dalam menghadapi masalah ini. Beberapa inovasi yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengatur tata letak usaha sesuai dengan protokol covid-19

Tata letak usaha perlu diperhatikan oleh pemilik usaha pada masa pandemi ini agar tidak menjadai cluster baru penyebab penyebaran virus corona. Oleh karena itu, baik pemilik usaha, maupun pembeli harus menggunakan masker dan menjaga jarak. Menjaga kebersihan lingkungan usaha dan kesegaran sayuran juga tak kalah penting agar pelanggan merasa nyaman untuk berbelanja tanpa merasa takut untuk terpapar virus covid-19.

  • Pemilik usaha harus dapat memanfaatkan teknologi dalam dalam proses jual-beli sayur

Pada masa pandemi ini, sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring. Oleh karena itu, pemilik usaha perlu menyadari perubahan ini dengan mengambil langkah cepat untuk dapat berdaptasi terhadap lingkungan baru. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pembelian sayur dapat lebih efektif dan efisien. Selain itu, juga dapat mengurangi kerumunan orang yang berada dalam pasar.

Hal tersebut dapat dilakukan jika usaha sayur didukung oleh pemerintah, seperti menetapkan kebijakan protokol covid-19, memberikan dana kepada UMKM yang terkena dampak pandemi covid-19, dan memberikan pemahaman kepada penjual untuk menggunakan aplikasi digital dalam proses jual-belinya.

Demikianlah potret UMKM nasional, si kecil yang memiliki peran utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di Indonesia. Terlepas dari besarnya peran yang telah diberikan oleh UMKM untuk perekonomian, efektivitas pemberdayaan UMKM selama ini sepertinya perlu dipertanyakan kerena struktur UMKM kita masih melulu didominasi usaha mikro. Pemerintah seharusnya lebih serius dalam memperhatikan usaha mikro dengan memberikan pendampingan kepada usaha mikro sayur agar dapat naik kelas menjadi usaha kecil. Paling tidak usaha mikro tersebut dapat terus bertahan pada masa pandemi ini.

Terima kasih kepada seluruh pelaku dan penggiat UMKM karena semangat dan jerih payah kemandirian Anda telah membangun sebuha pondasi kuat perekonomian di Indonesia.

Penulis : Aditya Sulistianto, mahasiswa Teknik Industi 2018

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

Progresivitas Lembaga Pers dalam Mengontrol Opini Warga Teknik

adminDecember 4, 2020

Review Novel Crying Winter

adminNovember 25, 2020

Keberlanjutan UKT Undip

adminNovember 16, 2020

Aksi Boikot Produk Prancis

adminNovember 16, 2020

Depresi Besar Amerika “Tanpa Sengaja” Menciptakan Tren Pakaian dari Bahan Karung

adminNovember 2, 2020

Kabar Subsidi Kuota Undip setelah Bantuan Kuota Kemdikbud Turun

adminOctober 7, 2020