Coretan Teknik

KKN Mahasiswa Undip : Ubah Sampah Jadi Emas

KKN Mahasiswa Undip : Ubah Sampah Jadi Emas

Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro di RT 01/ RW 01 Kelurahan Kramas layak untuk dilirik. KKN tersebut dilakukan oleh M. Rifky Pratama, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota. Dalam kegiatan KKN kali ini, mahasiswa mencoba menciptakan produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat diterapkan secara langsung yaitu dengan membuat Komposter Aerob Sederhana.

Akhir tahun 2019 merupakan awal adanya wabah bagi seluruh dunia dengan datangnya virus Covid-19. Hingga tahun 2021, musibah ini tak kian selesai sehingga menyebabkan berbagai permasalahan baik dari segi ekonomi, sosial, dan kesehatan. Harga kebutuhan barang-barang pokok kian meningkat karena keterbatasan stok bahan baku alam yang ada serta terdapat permasalahan timbulan sampah yang kian hari jumlahnya kian meningkat.

Sampah merupakan hasil akhir proses aktifitas baik yang berwujud padat atau cair dan organik atau anorganik. Masih menjadi permasalahan besar bahwa sampah menjadi suatu benda yang menimbulkan kerugian dan tidak dapat diolah di berbagai daerah. Perlu adanya upaya penanganan secara serius, sistematis, dan berkelanjutan dalam menyelesaikan permasalahan sampah ini. Upaya ini sesuai dengan Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Berdasarkan pada sumber informasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2016, secara nasional didapatkan bahwa sekitar 67% sampah yang tertangani, sedangkan 33% sampah tidak tertangani. Sampah yang tertangani hanya sekitar 16% saja yang diolah, sedangkan sisanya langsung masuk ke TPA (HASNA et al., 2020).

Komposisi sampah yang dihasilkan terdiri dari 60% organik dan 40% anorganik. Dominasi sampah organik menjadikan sampah yang tertumpuk akan cepat membusuk dan menyebabkan pencemaran lingkungan apabila tidak terkelola dengan baik. Proses pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu dengan pengomposan. Pengomposan merupakan proses penguraian sampah organik menjadi kompos, sedangkan alat yang digunakan yaitu komposter.

Peran serta masyarakat dalam mengatasi permasalahan persampahan sangat penting. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos. Berjalannya program KKN Undip di tengah pandemic diharapkan menciptakan suatu kolaborasi nyata dalam upaya membantu dan bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi permasalahan di masa pandemi ini. Komposter Aerob Sederhanadibuat oleh mahasiswa dari bahan bekas wadah cat 25 kg sebagai alat atau sarana yang  mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos sekaligus sebagai media penanaman dan atau perawatan tanaman.

Figure 1 Komposter Aerob Sederhana

Pembuatan  komposter dilakukan di Kelurahan Kramas dan akan diletakkan di Taman TOSABU Kramas sebagai alat yang digunakan untuk media penanaman dan perawatan tanaman toga, sayur-sayuran dan buah-buahan yang ada. Pembuatan dilakukan secara handmade dengan bahan seperti wadah cat bekas 25 kg dengan tutupnya dan mencari tutup sejenis untuk saringan zat padat. Selain itu terdapat beberapa peralatan yang dapat ditemukan di rumah seperti pipa paralon, elbow, sambungan T, seltip, lem paralon, drat dalam dan luar, klep keran, dan keran air.

Figure 2 Kegiatan Pengisian, Pengadukan dan Pemanfaatan Sampah Organik pada Media Komposter

Pengolahan ini memiliki manfaat yang banyak baik itu untuk lingkungan berupa pengurangan jumlah sampah organik yang ada, kesehatan dapat menciptakan lingkungan yang bersih, dari segi sosial yaitu mampu menciptakan usaha bersama masyarakat dalam penyediaan tanaman obat-obatan, sayur-sayuran, dan buah-buahan sederhana bagi kebutuhan masyarakat RT 01/ RW 01 Kelurahan Kramas.

Sumber : HASNA, N., JUWANA, I., & SATORI, M. (2020). Studi Komparasi Komposter Berbasis Masyarakat. Jurnal Reka Lingkungan, 9(1), 34–44. https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v9i1.34-44

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Coretan Teknik

More in Coretan Teknik

PRIHATIN KARENA KURANGNYA EDUKASI KESELAMATAN, MAHASISWA UNDIP SOSIALISASIKAN PENTINGNYA MENGETAHUI KESELAMATAN SAAT BERADA DI KAPAL DAN TEMPAT KERJA

adminFebruary 15, 2021

Mahasiswa KKN UNDIP Penuh Ide! Sulap Sampah Plastik Jadi Alternatif Batu Bata

adminFebruary 14, 2021

COVID-19 Masih Melonjak, Mahasiswa KKN UNDIP Gencarkan Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Touchless Otomatis

adminFebruary 14, 2021

Mahasiswa KKN Undip : Masterplan “Kawasan Tangguh Covid-19” sebagai Arahan Pembangunan Infrastruktur di Tengah Pandemi

adminFebruary 14, 2021

Tanpa Modal, Mahasiswa KKN Undip Buatkan WebGIS Rute Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Untuk Kelurahan Kramas

adminFebruary 12, 2021

Taman Permata Tembalang – Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik Masyarakat RW 5 Kelurahan Kramas

adminFebruary 11, 2021